Ayah, Ekspresikan Perasaanmu!
Agustus 23, 2007 oleh Ishak
Bapak-bapak sadarilah. Mengekspresikan perasaan pada si anak itu sangat penting
buat dia. Jangan terlalu cool atau jaga gengsi.
Mungkin Anda suka film silat atau film western yang dibintangi Clint Eastwood.
Sang hero selalu kelihatan tenang dan jarang bicara, bahkan dingin. Mungkin
Anda merasa seperti itulah seorang laki-laki harusnya bersikap, bahkan terhadap
keluarga, termasuk pada anak. Anggapan ini kuno, klise dan keliru. Emosi Anda
bermanfaat bagi perkembangan jiwa si kecil. Dan pada akhirnya, ini juga baik
bagi Anda. Anak pasti mencontoh.
Jauhkan tokoh fiktif ala Clint Eastwood. Soalnya, selain konyol, Anda harus
tahu Anda pun akan ditiru oleh anak. Kalau Anda terlalu sering bersikap hening
dan angker di rumah (belum lagi kalau berhilir mudik sambil merokok dan
mengenakan topi koboi) hanya karena ingin kelihatan kuat atau berwibawa, anak
Anda tidak akan bisa mengelola perasaanya sendiri. Tidak bisa dihindari, orang
tua adalah faktor yang paling berpengaruh.
Karena itu, rilekslah. Perlihatkan pada keluarga, tentunya dalam batas
kewajaran, segala perasaan Anda. Biarkan si kecil tahu kalau Anda sedang
gembira, sedikit kesal atau pun mungkin sedih. Sebenarnya, yang lebih penting
adalah biarkan si kecil tahu bahwa Anda dapat mengelola perasaan Anda. Dengan
begitu, si kecil pun akan dapat belajar berempati. Kalau Anda katakan tadi
sempat kesal di kantor, mungkin akan timbul insipirasinya untuk menghibur Anda.
Harus proporsional
Walaupun kebiasaan mengekspresikan perasaan akan sangat bermanfaat bagi si
kecil, tapi Anda harus proporsional. Apakah Anda termasuk orang yang kalau
sedang bad mood , seluruh rumah harus ikut merasakannya, seperti dikisahkan
seorang anak laki-laki dalam buku A Mans Guide To Raising Kids karya Michael
Grose , penulis dan pembicara kondang soal masalah keluarga di Australia. Kalau
hal ini berlangsung secara intens, tak terbayangkan bagaimana pertumbuhan emosi
anak-anak Anda. Begitupun sebaliknya, kalau kehidupan keluarga Anda hanya diisi
dengan canda dan tawa, apa jadinya dengan penerapan disiplin, misalnya?
Sekali-sekali, Anda perlu marah juga, bukan?
Apa pun bentuk ungkapan perasaan ayah, belajar mengekspresikan perasaan adalah
hal yang sangat penting dipahami anak. Yang jelas, bagaimana cara Anda
mengelola perasaan, membantu anak mengelola kesedihan, kemarahan dan
kegembiraan yang dialaminya. Jadi, dari sekarang jauhilah fantasi Clint
Eastwood Anda.
Bagaimana Ungkapkan Emosi?
Membelai halus pundak si kecil membuat anak rileks, nyaman dan merasa dicintai.
Hingga dewasa, anak selalu merindukan belaian ini dan sampai kapan pun sensasi
juga akan Anda nikmati.
Biasakanlah bercerita dengan bahasa yang dimengerti anak, tentang apa yang Anda
alami di kantor dan bagaimana Anda mengelola perasaan Anda.
________________________________________________________
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam Google Groups yaitu
"Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info). Kirim artikel,
pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian
satu-per-satu.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---