Tuh kan, saya kemarin nonton (Acara Tgl. 15 Des) tapi sampai sekarang saya
masih muslim tuh...gak ngaruh blasss...temen2 yang kemarin ketakutan gimana???
kayaknya kalian ini terlalu mudah untuk diprovokasi yah...payah deh....ketahuan
kadar keimanannya, segitu aja....
Tayangan kayak gitu gak akan merubah iman saya pada Allah. Justru saya lebih
takut kalo shalat saya gak bener...ngaji saya masih salah-salah.....masih suka
gosipin orang....dan perbuatan lain yang berpotensi menjauhkan saya dari-Nya...
Untuk temen2 yang memprovokasi, mending urus aja diri sendiri
dulu...sholatnya dah bener belum???...ngajinya gimana??? zakat udah dibayar???
qurban gak???....
Wassalam....
Ullfah Muhayani <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Setuju Mas Wulung
Saya pikir apa yang telah terjadi di India (pindah agama dari Hindu ke Kristen)
belum tentu mudah terjadi di Indonesia walaupun ada kemungkinannya karena
karakteristik orang Muslim di Indonesia itu berbeda dengan orang Hindu di
India. Perpindahan atau sebutlah pemurtadan orang Muslim besar2an di Indonesia
pernah terjadi karena kristenisasi paska kolonialisasi Belanda. Adapun motif
perpindahan agama oleh orang Muslim Indonesia lebih karena motif ekonomi
-kemiskinan- kadal fakru ayyakuna kuffron (bukan karena ajaran agama Kristennya
yang bagus). Dan saya kok gak begitu yakin bahwa tayangan TV itu sampe begitu
kuat sehingga bisa mempengaruhi keyakinan seseorang.
Yang saya tahu bukannya orang2 Indonesia secara umum (termasuk warga Muslim)
sudah berpindah dari hamba Allah menjadi hamba2 uang dan kekuasaan karena
pengaruh sinetron Indonesia yang selalu menampilkan keglamouran.
Dan memang bukan sudah saatnya kita memboikot TV2 di Indonesia karena
tayangan2nya yang sudah tidak mempunyai muatan pendidikannya (eg. sinetron,
gosip, reality show, contest idol even kontes dai kondang or dai cilik dll)
bukan hanya karena tayangan 'My Hope Indonesia'.
Saya kok curiganya isu ini hanya sebuah 'gaya marketing' produser acara
tersebut agar semua orang Indonesia penasaran dan menonton acara tersebut
sehingga menaikkan rating pemirsannya -ya walaupun mereka bilang gak akan ada
iklan di acara tersebut tapi kita kan gak tahu motif bisnis mereka selain
iklan- (ini opini saya aja loh).
Saya menghargai usaha bapak2 dan Ibu2 di forum ini untuk memberikan info yang
semacam ini tapi janganlah kemudian kita panik dan khawatir berlebihan (apa
bedanya panik dan khawatir ya ).
Ya kalo menurut saya bagaimana kita di tingkat keluarga menyikapi secara cerdas
media2 komunikasi ini di rumah kita. Jangan meninggalkan anak2 kita menonton TV
sediri tanpa kita dampingi. Jangan mempunyai TV lebih dari satu di rumah
apalagi menaruhnya di kamar anak satu he he sama aja bolong.
Ada gak penelitian tentang pengaruh acara ini terhadap keyakinan seseorang (di
India)
Misalnya berapa persen laki2 dan berapa persen perempuan yang terpengaruh.
Berapa urban people ato rural people yang terpegaruh
Berapa jumlan orang dewasa, orang tua dan remaja yang terpengaruh
Berapa orang kaya dan orang miskin yang terpengaruh
Apakah tingkat kekastaan (Hindu) juga berpegaruh
Dari hasil penelitian seperti ini kita bisa pake untuk menyusun aksi terhadap
'My Hope Indonesia itu'.
Wassalam
Thanks
-f-
----- Original Message ----
From: Wulung Prakoso <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, December 13, 2007 7:16:16 PM
Subject: [mediamusliminfo] Re: Terusan: [baitulhakam] Matikan TV Pada Sabtu, 15
Desember 2007 Sore!
Weladalah maaaas....kok panik kabeh tho?? anggap wae ini uji keimanan kita.
Mau TV dinyalain kek, mati kek itu kan urusan dhewe-dhewe.....Santai laaahh...
Wassalam........
muklis susila <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Perhatian: pesan yang diteruskan sudah dilampirkan.
________________________________________________________
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/
relative"> Sejak satu dua hari ini, di berbagai milis Kristen
ramai dibahas tentang sebuah film ruhani (baca: film
pemurtadan) yang menurut rencana akan ditayangkan
lewat stasiun teve swasta RCTI di slot acara FTV Natal
(juga tengah diusahakan bisa ditayangkan di TransTV
dan TVRI) secara serentak pada hari Sabtu, pukul 16.30
- 17.30 wib nonstop alias TANPA IKLAN. Judul filmya:
Sebuah Penantian.
Film ini diprakarsai oleh Billy Graham Ministry (USA).
Penginjil (Evangelist) Billy Graham sendiri merupakan
salah seorang tokoh utama gerakan Zionis-Kristen
(Judeo-Christianity ) AS yang dikenal sangat anti Islam
dan pendukung fanatik gerakan Zionisme. Billy Graham
inilah ‘Bapak Ruhani’ dari Presiden AS
George Walker Bush, di mana pada pertengahan 1980-an
Bush jr., dikabarkan berhasil lepas dari pengaruh
alkohol dan menjadi Kristen yang dilahirkan kembali.
Suatu peristiwa yang oleh kalangan Kristen radikal di
AS disebut sebagai Reborn in Christ.
Sedangkan menurut investigator kenamaan AS Texe Marrs,
saat itu Bush sebenarnya telah sepakat dengan para
penginjil Zionis untuk memakai kedok kekristenan di
dalam upaya menggolkan cita-cita gerakan Zionisme
Internasional. Jadi ‘Reborn in Christ’
hanyalah tipuan komplotan Bush agar mendapat dukungan
dari umat Kristen AS dan Barat.
Film “Sebuah Penantian” awalnya bernama
“My Hope Indonesia” . Film sejenis dengan
judul “My Hope India” telah diputar di
India dan konon menurut pengakuan di banyak milis
Kristen, film tersebut berhasil memurtadkan jutaan
orang-orang Hindu India.
Bukan Film Biasa
Yang patut diketahui, film ini bukan sekadar film
biasa. Tapi telah melewati ritual kekristenan khusus
berupa ‘Doa Puasa’ selama satu bulan
penuh. Untuk pemutaran film “Sebuah
Penantian” tanggal 15 Desember 2007 sore, para
awak dan pendukung film ini, juga diikuti oleh banyak
jemaat gereja yang berkiblat ke Billy Graham Ministry
AS, telah melakukan ritual tersebut, melakukan Doa dan
Puasa sejak tanggal 15 November hingga 15 Desember
2007.
Tujuannya hanya satu: Agar setiap orang yang belum
menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, setelah
menonton film ini ruhaninya akan goyang sehingga bisa
meninggalkan agama yang selama ini dianutnya dan
menggantinya dengan Tuhan Yesus. Sebuah film
pemurtadan yang telah melalui ritual khusus.
Film yang dibintangi oleh Restu Sinaga, Christine
Hakim, Mario Lawalatta, dan Nana Mirdad ini didukung
oleh seluruh denominasi gereja di Indonesia. Dari
berbagai milis juga diungkap bahwa para pemain film
ini ‘sudah dipilih Tuhan’ , karena ada satu
aktor ternama yang menyatakan mundur dari film ini dan
akhirnya ditangkap polisi karena terlibat narkoba.
“Sebuah kesaksian: Para pemain film ini
sepertinya sudah disaring oleh Tuhan, yakni dengan
batalnya salah seorang pemain yang sudah konfirm,
namun entah kenapa tiba-tiba beliau membatalkan
kontraknya. Ternyata Tuhan tahu siapa yang layak main
dan siapa yang tidak layak main. Artis tersebut tidak
lama kemudian tertangkap polisi karena terlibat
narkoba dan saat ini sedang mendekam di penjara.
Bayangkan betapa memalukannya film ini apabila yang
main adalah artis tersebut… Yang menggantikan
peran artis tersebut adalah Rudi Salam, ”
demikian kalimat dari berbagai milis Kristen tersebut.
Matikan TV Saja
Jika benar RCTI dan juga sejumlah stasiun teve swasta
dan juga TVRI akan menayangkan film tersebut, film
pemurtadan yang telah melewati prosesi doa puasa
secara khusus, maka sebaiknya keluarga-keluarga Muslim
dan perkantoran yang banyak dihuni orang-orang Islam
mematikan teve tersebut pada jam di atas.
Selain bisa terhindar dari pengaruh mistis film
tersebut (berkat doa puasa selama sebulan yang
memanggil kekuatan— istilah mereka pasukan
doa—dari alam ghaib), maka hal ini juga sebagai
bentuk penghematan energi. Bukankah Lidya
Kandouw— orang Kristen juga, ibunya Nana
Mirdad— sering bilang di TV: “Matikan Yang
Tidak Perlu, Yang Tidak Perlu Matikan!” Jadi
daripada buang-buang listrik dan usia pesawat TV,
alangkah bijaknya kita mematikan pesawat TV di waktu
tersebut.
Atau bagi yang tetap penasaran menonton, sebaiknya
jangan lepas dari wudhu selama menonton film ini agar
terhindar dari ‘Kuasa Gelap’ dan
dilindungi oleh Allah SWT. Sembari menonton, teruslah
berdzikir agar Yang Maha Pembolak-Balik Hati bisa
terus melindungi keimanan kita. Dan untuk anak-anak,
jangan sekali-kali melihat film yang bukan film biasa
ini. Nashru minallahu wa fathun qariib. (Rizki)
____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
Sent from Yahoo! Mail - a smarter inbox http://uk.mail. yahoo.com
__._,_.___ Messages in this topic (1) Reply (via web post) | Start a new
topic
Messages | Files | Photos | Links | Database | Polls | Members | Calendar
MARKETPLACE
---------------------------------
Earn your degree in as few as 2 years - Advance your career with an AS, BS,
MS degree - College-Finder.net.
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to
Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
Visit Your Group
Y! Messenger
Instant smiles
Share photos while
you IM friends.
Yahoo! Groups
Parenting Zone
Share experiences
with other parents.
Moderator Central
An online resource
for moderators
of Yahoo! Groups.
.
__,_._,___
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam Google Groups yaitu
"Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info). Kirim artikel,
pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian
satu-per-satu.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---