Asslm...
Trima kasih untuk penjelasan nya.
Alm Ibu saya dahulu juga vegetarian.... tetapi beliau tetap
menyajikan daging kurban untuk kami santap dan juga menyembelih  seekor qibas 
untuk kurban saya....?
ketika saya tanya kenapa Ibu tidak makan daging, jawabnya sungguh sangat 
sederhana " ketika ibu masih kecil  pernah disuruh  membersihkan daging kambing 
yang masih segar, hal ini menyebakan beliau muntah - muntah dan tidak doyan 
makan selama lebih kurang 3 hari...."

jadi apa bisa seorang yang vegetarian dikategorikan seperti yang saudara 
kemukakan........??!

wass......
Toro



----- Original Message ----
From: Mina Lestari <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected]; [EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, May 8, 2008 10:30:47 AM
Subject: [mediamusliminfo] Vegetarian Dalam Timbangan Islam


Vegetarian Dalam Timbangan Islam
Penyusun: Ummu Ziyad
Muroja'ah: Ustadz Aris Munandar

Mengurangi lemak dengan tidak memakan daging hewan
mungkin memang dibutuhkan untuk beberapa orang yang terkena penyakit
kolesterol tinggi. Tapi bagaimana dengan orang-orang yang benar-benar
mengaku sebagai vegetarian sehingga mereka menghilangkan menu daging
hewan secara total dari pola makan mereka? Mereka berdalih karena rasa
kasihan terhadap para hewan, tidak tega dengan perlakuan para
penyembelih hewan dan yang semacamnya. Yang lebih parah lagi, pada
akhirnya mereka menolak berbagai bahan makanan yang berasal dari hewan,
baik itu susu, telur, keju dan yang semacamnya. Sebabnya? Karena untuk
pemerahan susu dikatakan hewan diperlakukan semena-mena, telur itu
adalah cikal bakal anak hewan yang patut untuk hidup, atau
kalimat-kalimat semacamnya. Dengan usaha keras mereka mempertahankan
status vegetarian dengan menonton film yang memang dibuat untuk
memperkuat 'keimanan' mereka akan apa yang mereka lakukan.
Mudah-mudahan ukhti muslimah tidak ada yang ingin ikut-ikutan dengan
apa yang mereka lakukan. Mengapa? Coba simak penjelasannya secara
syari'at.

Dalam sebuah kaedah fikih, semua yang merupakan masalah adat, seperti
makan, minum, pakaian, maka semuanya adalah boleh sampai ada dalil yang
mengharamkannya. Berbeda dengan masalah ibadah yang pada dasarnya semua
ibadah adalah haram sampai ada dalil yang memerintahkannya. Oleh karena
itulah kita tidak bisa sembarangan dalam melakukan ibadah, karena kita
harus mengetahui bahwa hal tersebut benar diperintahkan oleh Allah dan
Rasul-Nya.

Kembali ke masalah makanan, seperti dikatakan tadi, pada dasarnya, memakan 
suatu makanan seluruhnya adalah halal sampai ada dalil syar'i yang menjelaskan 
bahwa makanan itu haram. Misalnya, kita diharamkan untuk memakan tikus, kodok, 
binatang yang
bertaring atau binatang yang bercakar yang cakarnya itu digunakan untuk
memangsa.

Lalu, bagaimana dengan ayam, sapi, kambing dan yang lainnya yang tidak
ada dalil yang menjelaskan bahwa itu adalah haram. Tentu saja
jawabannya itu adalah boleh untuk dimakan. Dan tidaklah mereka
diciptakan itu melainkan sebagai nikmat dari Allah Subhanahu wa Ta'ala
untuk hamba-Nya yang membutuhkan energi dalam melakukan aktifitas untuk
ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.ه

"Dan makanlah
makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan
kepadamu, dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya." (QS. Al 
Maidah [5]: 88)

Jika hewan yang disembelih saja boleh untuk dimakan, maka terlebih lagi
susu atau telur yang dihasilkan oleh hewan tersebut. Bahkan susu juga
termasuk tanda-tanda kekuasaan Allah, sebagaimana dalam firman-Nya,


"Dan sesungguhnya
pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami
memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu
yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang
yang meminumnya." (QS. An Nahl [16]: 66)

Sebab Lain Terlarangnya Menjadi Seorang Vegetarian

Walau telah jelas dalil-dalil tentang tidak haramnya binatang ternak,
ada baiknya kita juga mengetahui alasan lain mengapa menjadi seorang
vegetarian juga termasuk hal besar yang terlarang dalam agama.

1.Dapat dihukumi keluar dari Islam (kafir)

Hal ini dikarenakan seorang vegetarian telah mengharamkan sesuatu yang
telah dihalalkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dengan demikian,
seorang vegetarian telah membuat hukum baru yang bertentangan dengan
syari'at. Allah Ta'ala berfirman,

قُلْ هَلُمَّ شُهَدَاءَكُمُ الَّذِينَ يَشْهَدُونَ أَنَّ اللَّهَ حَرَّمَ
هَذَا فَإِنْ شَهِدُوا فَلا تَشْهَدْ مَعَهُمْ وَلا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ
الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَالَّذِينَ لا يُؤْمِنُونَ بِالآخِرَةِ
وَهُمْ بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ

Katakanlah: "Bawalah ke mari saksi-saksi kamu yang dapat mempersaksikan
bahwasanya Allah telah mengharamkan (makanan yang kamu) haramkan ini."
Jika mereka mempersaksikan, maka janganlah kamu ikut (pula) menjadi
saksi bersama mereka; dan janganlah kamu mengikuti hawa hafsu
orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan orang-orang yang tidak
beriman kepada kehidupan akhirat, sedang mereka mempersekutukan Rabb
mereka. (QS. Al-An'am 6:150)

Syaikh Abdurrahman As Sa'di menjelaskan tafsir ayat ini, bahwa ada dua
kemungkinan ketika seseorang diminta untuk mendatangkan dalil/alasan
ketika mereka mengharamkan apa yang Allah halalkan.

Kemungkinan pertama adalah mereka tidak dapat mendatangkan dalil. Hal ini 
menunjukkan batilnya apa yang mereka serukan.

Kemungkinan kedua bahwa mereka mendatangkan alasan yang merupakan
kedustaan. Tentu saja persaksian mereka ini tidak diterima. Dan ini
bukanlah termasuk perkara dimana sah seorang yang adil untuk bersaksi
dengannya. Oleh karena itulah Allah memerintahkan kita untuk tidak
mengikuti persaksian mereka. (Taisirul Karimirrohman)

2. Membuat perkara baru (bid'ah) dalam agama

Hal ini terutama jika pengkhususan memakan makanan hanya dari yang
berupa sayuran tersebut disandarkan kepada agama. Atau dengan kata lain
menjadikannya sebagai sebuah ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

3.Menyerupai Orang Kafir

Tahukah ukhti muslimah, bahwa banyak sekali hadits dari Rasulullah
shalallahu 'alaihi wa sallam yang memerintahkan kita untuk menyelisihi
orang kafir? Sampai-sampai ada seorang Yahudi yang mengatakan,

"Apa yang diinginkan laki-laki ini? Tidak ada satupun urusan kita kecuali ia 
pasti menyelisihi kita di dalamnya." (HR. Muslim)

Ukhti muslimah juga tentu telah mengetahui, bahwa para biksu Budha
adalah orang yang sangat teguh untuk tidak memakan daging. Mereka hanya
mau makan makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Maka yang benar,
seharusnya sebagai muslimah kita tidak ikut-ikutan menjadi seorang
vegetarian, bahkan berusaha menyelisihi para biksu (orang-orang kafir)
tersebut.

4. Mengingkari nikmat Allah

Daging, susu, telur atau hasil makanan lain yang didapatkan merupakan 
kenikmatan yang Allah berikan pada hamba-Nya.


"Dan makanlah
makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan
kepadamu, dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya."
(QS. Al Maidah [5]: 88)

5. Mengingkari hukum yang Allah tetapkan

Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberitahukan cara untuk dapat memakan
daging dari binatang ternak dengan cara menyembelihnya. Dan tidaklah
apa yang Allah perintahkan melainkan sebuah kebaikan. Maka adalah suatu
kesalahan ketika seorang vegetarian tidak memakan daging karena rasa
kasihan melihat binatang ternak ketika disembelih menggelepar-gelepar,
mengejang dan meregangkan otot, bahkan menyatakan itu tidak
berperikemanusiaan (atau tidak berperikebinatangan?). Sekali lagi perlu
kita ingatkan, bahwa tidaklah apa yang Allah perintahkan dan tentukan
merupakan kebaikan walaupun mungkin kita belum mengetahui hikmahnya.

Alhamdulillah, tentang menyembelih hewan terdapat terdapat hasil
penelitian yang dilakukan oleh Prof. Schultz & Dr. Hazim yang
keduanya adalah Animal Scientists dari Hanover University – Jerman,
yang menunjukkan bahwa hewan yang disembelih tidak merasakan rasa
sakit. Hal ini dikarenakan pisau tajam yang mengiris leher 'tidaklah
menyentuh' saraf rasa sakit. Sehingga reaksi menggelepar, meregang otot
dan lainnya hanyalah ekspresi 'keterkejutan otot dan saraf' saja (saat
darah mengalir keluar dengan deras). Dan bukan ekspresi rasa sakit!
(Nanung Danar Dono, S.Pt., M.P).

Berbeda dengan apa yang orang-orang kafir lakukan dimana mereka
mematikan hewan dengan cara dipukul terlebih dahulu dengan alat
pemingsan (Captive Bolt Pistols) baru kemudian disembelih. Alasan
mereka adalah agar hewan tersebut tidak kesakitan ketika disembelih dan
daging tetap bagus karena hewan jatuh dengan pelan. Apalah artinya
logika manusia dibandingkan dengan Allah yang Maha Mengetahui. Ternyata
dari hasil penelitian tersebut, hewan yang dimatikan dengan cara
tersebut segera merasakan rasa sakit setelah dipingsankan bahkan hasil
dagingnya tidak sehat untuk konsumen.

Demikianlah syari'at menjelaskan tentang makanan yang berasal dari
binatang ternak. Janganlah tertipu dengan akal kita yang menilai
sesuatu hanya berdasarkan penglihatan lahir dan perasaan semata. Sudah
kehilangan kenikmatan dunia berupa makanan lezat, merugi pula di
akhirat karena berbuat dosa. Na'udzu billah min dzalik.

Maraji':

   1. Jilbab Wanita Muslimah, Syaikh Nashiruddin Al Albani.
   2. Taisirul Karimirahman, Syaikh Abdurrahman As Sa'di.
   3. Fadhilah IPTEK - Islam: Trying to be The Real Moslem, Nanung Danar Dono, 
S.Pt, M.P

***

Diambil dari : Artikel www.muslimah.or.id




      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima E-Mail ini karena Anda tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs  http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan 
lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke