Assalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh,

Hadits-hadits tentang Adzan hingga cara
Sholat<http://attanzil.wordpress.com/2008/07/21/hadits-hadits-tentang-adzan-hingga-cara-sholat/>Sumber
:
http://attanzil.wordpress.com/2008/07/21/hadits-hadits-tentang-adzan-hingga-cara-sholat/

*Bab Ke-1: Permulaan Azan dan Firman Allah Azza Wa Jalla, "Apabila kamu
menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) shalat, mereka menjadikannya buah
ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar
kaum yang tidak mau mempergunakan akal." (al-Maa'idah: 59) Dan Firman Allah,
"Apabila mereka diseru untuk menunaikan shalat pada hari jumat."(al-Jumu'ah:
9)
*

335. Ibnu Umar berkata, "Ketika kaum muslimin datang di Madinah, mereka
berkumpul. Lalu, mereka menentukan waktu shalat, sedang belum ada panggilan
untuk shalat (azan). Pada suatu hari mereka memperbincangkan hal itu.
Sebagian dari mereka berkata, 'Ambillah lonceng seperti lonceng (gereja)
orang-orang Kristen.' Sebagian mereka berkata, 'Bahkan, terompet saja
seperti terompet orang-orang Yahudi.' Umar berkata, 'Apakah kalian tidak
mengutus seorang laki-laki yang memanggil untuk shalat? Rasulullah saw.
bersabda, 'Hai Bilal, berdirilah, panggilah (azanlah) untuk shalat!'"

 *Bab Ke-2: Azan Dua Kali-Dua Kali
*

336. Anas bin Malik berkata, "Pada waktu orang-orang sudah banyak", ia
mengatakan selanjutnya, "Mereka mengusulkan supaya mengetahui waktu shalat
telah tiba, dengan suatu tanda yang mereka kenal. Ada yang mengusulkan
dengan menyalakan api atau membunyikan lonceng. (Mereka menyebut-nyebut
orang Yahudi dan orang-orang Nasrani). Maka, Bilal disuruh untuk
menggenapkan (dua kali-dua kali) azan dan menggasalkan (satu kali-satu kali)
iqamah, kecuali lafal-lafal iqamat, "Qad qaamatish shalaah."

*Bab Ke-3: Iqamah Itu Diucapkan Satu Kali Kecuali Ucapan "Qad Qaamatish
Shalaah"
*

(Saya berkata, "Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya
sebagian hadits Anas di muka.")

*Bab Ke-4: Keutamaan Mengerjakan Azan
*

337. Abu Hurairah mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, "Apabila
dikumandangkan panggilan shalat (azan), maka setan membelakangi sambil
kentut sehingga tidak mendengar azan. Apabila azan itu telah selesai, maka
ia datang lagi. Sehingga, apabila diiqamati untuk shalat, maka ia
membelakangi lagi. Apabila iqamah itu telah selesai, maka ia datang.
Sehingga, ia melintaskan pikiran antara seseorang dan dirinya (dan dalam
satu riwayat: dan hatinya 4/94). Ia berkata, 'Ingatlah ini, ingatlah ini!'
Yaitu, ia mengingatkan kepada orang itu sesuatu yang tidak diingatnya (lalu
dikacaukan pikirannya 2/67). Sehingga, orang itu tidak mengetahui berapa
rakaat ia shalat. (dalam satu riwayat: Tidak mengetahui, apakah telah
mendapat tiga rakaat atau empat rakaat)." Maka, apabila seseorang dari kamu
tidak mengetahui apakah ia telah shalat tiga rakaat ataukah empat rakaat,
maka hendaklah ia sujud dua kali (dalam satu riwayat: dua kali sujud sahwi)
sambil duduk (2/67).

*Bab Ke-5: Mengeraskan Suara pada Waktu Azan
*

Umar bin Abdul Aziz berkata (kepada orang yang azan), "Kumandangkanlah azan
dengan jelas dan terang. Kalau tidak, hendaklah engkau
diganti.'"[1<http://attanzil.wordpress.com/2008/07/21/hadits-hadits-tentang-adzan-hingga-cara-sholat/#%5B1%5D>
]

338. Dari Abdullah bin Abdur Rahman bin Abi Sha'sha'ah al Anshari kemudian
al-Mazini bahwa Abu Sa'id al-Khudri berkata kepadanya, "Kulihat Anda
menyukai kambing dan dusun kecilmu. Karena itu, apabila Anda sedang berada
di dekat kambing-kambingmu atau di dusunmu, dan Anda hendak azan buat
shalat, maka keraskanlah suara azanmu itu. Karena, barangsiapa yang
mendengar gema suara azan, baik jin maupun manusia atau lain-lainnya,
melainkan semuanya akan menjadi saksi baginya pada hari kiamat nanti.
Begitulah kudengar dari Rasulullah."

*Bab Ke- 6: Berhenti Perang Sewaktu Mendengar Azan
*

(Saya berkata, "Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya
sebagian hadits Anas yang akan disebut kan pada "'55-AL-WASHAYA/26- BAB'.")

*Bab Ke-7: Apa yang Diucapkan Seseorang Ketika Mendengar Suara Orang Azan
*

339 Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, "Apabila kamu
mendengar azan, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan muadzin (orang
yang mengumandangkan azan) itu."

*Bab Ke-8: Berdoa Ketika Selesai Azan
*

340. Jabir bin Abdullah r.a. mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, "Barang
siapa yang ketika mendengar azan mengucapkan:

 '*Allahumma rabba haadzihid da' watit taammati washshalaatil qaaimati aati
muhammadanil wasiilata walfadhiilata wab'atshu maqaamam mahmuudanilladzii
wa'adtah*' 'Ya Allah, Tuhan pemilik panggilan yang sempurna ini dan shalat
yang akan ditegakkan, berikanlah kepada Muhammad perantaraan dan keutamaan.
Bangkitkanlah ia pada maqam (kedudukan) yang Engkau janjikan', maka pastilah
ia akan mendapatkan syafaatku pada hari kiamat."

 *Bab Ke-9: Mengadakan Undian dalam Berazan
*

Diceritakan bahwa orang-orang berselisih karena rebutan untuk melakukan
azan, lalu Sa'ad mengadakan undian di antara
mereka.[2<http://attanzil.wordpress.com/2008/07/21/hadits-hadits-tentang-adzan-hingga-cara-sholat/#%5B2%5D>
]

341. Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, "Seandainya
manusia mengetahui pahala azan dan shaf pertama, kemudian mereka tidak
mendapatkannya kecuali dengan undian, niscaya mereka melakukan undian itu.
Seandainya mereka mengetahui pahala bersegera pergi menunaikan shalat,
niscaya mereka berlomba-lomba kepadanya. Dan, seandainya mereka mengetahui
pahala jamaah shalat isya dan subuh, niscaya mereka mendatanginya meskipun
dengan merangkak."

 *Bab Ke-10: Bercakap-cakap di Dalam Berazan
*

Sulaiman bin Shurad berbincang-bincang sewaku ia mengumandangkan
azan.[3<http://attanzil.wordpress.com/2008/07/21/hadits-hadits-tentang-adzan-hingga-cara-sholat/#%5B3%5D>
]

Hasan berkata, "Tidak apa-apa kalau muadzin tertawa sewaktu mengumandangkan
azan atau 
iqamah."[4<http://attanzil.wordpress.com/2008/07/21/hadits-hadits-tentang-adzan-hingga-cara-sholat/#%5B4%5D>
]

342. Abdullah bin Harits (anak paman Muhammad bin Sirin 1/216) berkata,
"Ibnu Abbas pernah berkhutbah di hadapan kami semua pada suatu saat hujan
berlumpur. Ketika muadzin mengumandangkan azan sampai pada lafaz, '*Hayya
'alash shalaah*', maka Ibnu Abbas menyuruh orang yang azan itu supaya
berseru, *Ash-shalaatu fir-rihaal* 'Shalat dilakukan di tempat kediaman
masing-masing!'.' (Dalam satu riwayat: Ibnu Abbas berkata kepada muadzinnya
pada hari hujan, "Apabila engkau selesai mengucapkan, '*Asyhadu anna
Muhammadar Rasulullah*, maka janganlah kamu ucapkan, '*Hayya 'alash shalaah*',
tetapi ucapkanlah, "*Shalluu fii buyuutikum*"). Maka, orang-orang saling
melihat satu sama lain (seakan-akan mengingkari tindakan Ibnu Abbas itu
1/163). Ibnu Abbas berkata, "Tampaknya kalian mengingkari perbuatan ini? Hal
ini sudah pernah dilakukan oleh orang yang jauh lebih baik daripada
muadzinku ini (dan dalam satu riwayat: daripada aku, yakni orang yang lebih
baik itu adalah Nabi saw.). Sesungguhnya shalat (dalam satu riwayat:
Jumatan) itu adalah sebuah ketetapan, tetapi aku tidak suka mengeluarkan
kalian (dan dalam satu riwayat: Saya tidak ingin mempersalahkan kalian,
sehingga kalian datang sambil berlumuran tanah. Dalam satu riwayat: lantas
kalian berjalan di tanah dan lumpur) seperti ke ladang kalian.'"

 *Bab Ke-11: Azan Orang Buta Jika Ada Orang Yang Memberitahukan Kepadanya
Perihal Masuknya Waktu Shalat
*

343. Abdullah (bin Umar) mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya
Bilal itu azan di malam hari. Maka, makan dan minumlah kamu sehingga Ibnu
Ummi Maktum azan." Ia berkata, "Ibnu Ummi Maktum itu seorang tunanetra. Ia
tidak azan sehingga dikatakan kepadanya (dan dalam satu riwayat: sehingga
orang-orang berkata kepadanya, 3/152) 'Telah subuh, telah subuh.'"

 *Bab Ke-12: Azan Setelah Fajar
*

344. Hafshah mengatakan bahwa Rasulullah apabila muadzin subuh
beritikaf[5<http://attanzil.wordpress.com/2008/07/21/hadits-hadits-tentang-adzan-hingga-cara-sholat/#%5B5%5D>
] (selesai azan) dan subuh sudah jelas, maka beliau shalat dua rakaat yang
ringan sebelum shalat itu (subuh) dilaksanakan.

 *Bab Ke-13: Berazan Sebelum Subuh
*

345. Abdullah bin Mas'ud mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, "Jangan
sekali-kali azan Bilal menghalangi salah seorang di antaramu dari sahurnya
karena dia azan di malam hari, agar orang yang mendirikan (shalat malam)
kembali dan orang-orang yang tidur agar ingat (bangun). Dan, fajar atau
subuh belum tampak." Beliau berisyarat dengan jari-jari di angkat ke atas
dan menundukkannya ke bawah, sehingga beliau berbuat begini. Zuhair
berisyarat dengan kedua jari penunjuknya, yang satu di atas yang lain,
kemudian membentangkannya ke kanan dan ke kiri. (dalam satu riwayat: Yazid
menampakkan kedua tangannya, kemudian membentangkan yang satu dari yang
lain. 
6/176)[6<http://attanzil.wordpress.com/2008/07/21/hadits-hadits-tentang-adzan-hingga-cara-sholat/#%5B6%5D>
]

*Bab Ke-14: Berapa Lama Waktu Antara Azan dan Iqamah serta Orang yang
Menantikan Iqamah untuk Shalat
*

346. Anas bin Malik berkata, "Apabila juru azan telah selesai berazan, maka
para (pembesar) sahabat Nabi beralih ke pilar-pilar masjid pada waktu
maghrib sampai beliau keluar sedang mereka masih shalat dua rakaat sebelum
shalat maghrib. Sedangkan, di antara azan dan iqamah itu tidak ada apa-apa."
(Dalam riwayat yang mu'allaq: Jarak keduanya-azan dan iqamah-itu hanya
sedikit)

*Bab Ke-15: Orang yang Menantikan Iqamah Shalat
*

347. Aisyah r.a. berkata, "Apabila muadzin telah selesai azan subuh, maka
Rasulullah melakukan shalat dua rakaat yang ringan sebelum shalat subuh,
sesudah terbit fajar. Setelah itu beliau berbaring ke sebelah kanan sampai
muadzin datang kepada beliau memberitahukan hendak iqamah."

*Bab Ke-16: Di Antara Tiap-tiap Azan Dan Iqamah Ada Shalat (Sunnah) bagi
Orang yang Mau
*

348. Abdullah bin Mughaffal berkata, "Nabi bersabda, 'Di antara setiap dua
azan (yakni antara azan dan iqamah) terdapat shalat, di antara dua azan
terdapat shalat.' Kemudian beliau bersabda pada kali ketiga, 'Bagi siapa
yang mau.'"

*Bab Ke-1 7: Orang yang Mengatakan Harus Ada Seorang Muadzin di Dalam
Perjalanan
*

(Saya berkata, "Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya
hadits Malik ibnul Huwairits yang akan disebutkan pada '95 -KHABARUL WAHID /
1 - BAB'.")

 *Bab Ke-18: Azan untuk Orang yang Bepergian Bersama-sama dan Iqamah, Juga
di Arafah Dan Muzdalifah. Demikian Pula Ucapan Muadzin, "Ash-shalaatu
Fir-rihaal 'Shalatlah Di Tempat Masing-Masing'," Pada Malam yang Dingin atau
Pada Saat Turun Hujan
*

*Bab Ke-19: Apakah Suatu Keharusan Muadzin Menghadap dan Menoleh ke
Sana-Sini (ke Kanan dan ke Kiri) Pada Waktu Azan?
*

Diriwayatkan dari Bilal bahwa ia meletakkan kedua jari-jarinya di kedua
telinganya.[7<http://attanzil.wordpress.com/2008/07/21/hadits-hadits-tentang-adzan-hingga-cara-sholat/#%5B7%5D>
]

Ibnu Umar tidak pernah meletakkan kedua jari-jarinya pada kedua telinganya
(pada waktu 
azan).[8<http://attanzil.wordpress.com/2008/07/21/hadits-hadits-tentang-adzan-hingga-cara-sholat/#%5B8%5D>
]

Ibrahim mengatakan, "Tidak apa-apa mengumandangkan azan dengan tanpa
berwudhu."[9<http://attanzil.wordpress.com/2008/07/21/hadits-hadits-tentang-adzan-hingga-cara-sholat/#%5B9%5D>
]

Atha' berkata, "Wudhu pada waktu azan adalah hak (yakni begitulah yang
terbaik) dan hukumnya adalah
sunnah."[10<http://attanzil.wordpress.com/2008/07/21/hadits-hadits-tentang-adzan-hingga-cara-sholat/#%5B10%5D>
]

Aisyah berkata, "Nabi berzikir (mengingat Allah) pada semua
waktunya."[11<http://attanzil.wordpress.com/2008/07/21/hadits-hadits-tentang-adzan-hingga-cara-sholat/#%5B11%5D>
]

(Saya berkata, "Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya
bagian hadits Abu Juhaifah yang disebutkan pada nomor 211 di muka.")

*Bab Ke-20: Ucapan Orang yang Mengatakan, "Kita Terluput Shalat."*

Ibnu Sirin tidak senang untuk mengatakan, "Kita terluput shalat." Tetapi,
sebaiknya seseorang mengucapkan, "Kita tidak mendapatkan shalat". Dalam hal
ini sabda Nabi saw adalah yang paling
benar.[12<http://attanzil.wordpress.com/2008/07/21/hadits-hadits-tentang-adzan-hingga-cara-sholat/#%5B12%5D>
]

349. Abu Qatadah berkata, "Ketika kami shalat bersama Nabi, beliau mendengar
suara hiruk-pikuk para laki-laki. Ketika beliau selesai shalat, beliau
bersabda, 'Ada apa urusanmu?' Mereka menjawab, 'Kami tergesa-gesa untuk
shalat' Belau bersabda, 'Janganlah kamu berbuat demikian. Apabila kamu
datang untuk shalat, maka hendaklah kamu tenang. Apa yang kamu dapati, maka
shalatlah; dan apa yang terlewatkan (ketinggalan), maka sempurnakanlah.'"

 *Bab Ke-21: Tidak Boleh Berjalan Tergesa-gesa Mendatangi Shalat, Hendaklah
Mendatanginya dengan Tenang dan Perlahan-lahan
*

Rasulullah bersabda, "Apa yang kamu dapati, maka shalatlah; dan apa yang
terlewatkan (ketinggalan); maka sempurnakanlah." (Diriwayatkan oleh Qatadah
dari Nabi saw.)

350. Abu Hurairah mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, "Apabila kamu
mendengar iqamah, maka pergilah shalat (berjamaah). Hendaklah kamu bersikap
tenang dan tenteram, jangan tergesa-gesa. Apa yang kamu dapati, shalatlah
kamu bersama mereka; dan apa yang terlewatkan (ketinggalan), maka
sempurnakanlah."

*Bab Ke-22: Kapankah Seharusnya Berdiri untuk Shalat Jika Melihat Imam Telah
Datang di Waktu Iqamah Telah Diucapkan?
*

351. Abu Qatadah berkata, "Rasulullah bersabda, 'Apabila shalat didirikan,
maka janganlah kamu berdiri sehingga kamu melihatku (dan hendaklah kamu
bersikap tenang).'"

*Bab Ke-23: Tidak Baik Berjalan Mendatangi Shalat dengan Tergesa-gesa,
Hendaklah Berdiri dengan Tenang dan Perlahan-lahan*

(Saya berkata, "Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya
hadits Abu Qatadah di muka.")

*Bab Ke-24: Apakah Seseorang Boleh Keluar dari Masjid karena Ada Sebab?
*

(Saya berkata, "Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya
hadits Abu Hurairah yang tersebut pada nomor 158.")

 *Bab Ke-25: Apabila Imam Mengatakan, 'Tunggu di Tempat Kalian Sehingga Imam
Keluar," Maka Hendaklah Mereka Menunggunya
*

(Saya berkata, "Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya
hadits Abu Hurairah yang diisyaratkan di muka.")

*Bab Ke-26: Ucapan Seseorang, "Kita Belum Shalat."
*

(Saya berkata, "Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya
hadits Jabir yang tersebut pada nomor 222.")

*Bab Ke-27: Apabila Imam Membutuhkan Sesuatu Setelah Iqamah
*

(Saya berkata, "Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya
hadits yang tersebut pada bab berikut ini.")

*Bab Ke-28: Berbicara Setelah Shalat Diiqamahi
*

352. Humaid berkata, "Saya bertanya kepada Tsabit al-Bannani tentang
seseorang yang berbicara sesudah shalat diiqamahi. Lalu, dia menceritakan
kepadaku dari Anas bin Malik, ia berkata, 'Shalat diiqamahi, lalu ada
seorang laki-laki menghadap kepada Nabi. Kemudian orang itu menyebabkan
beliau tertahan sesudah shalat diiqamahi.'" (Dari jalan lain: Anas berkata,
"Shalat telah diiqamahi, sedang Nabi bercakap-cakap dengan seseorang di
samping masjid. Maka, beliau belum melaksanakan shalat sehingga orang-orang
tertidur.")

Bersambung....
July 21, 2008 <http://attanzil.wordpress.com/2008/07/21/> -  Posted by
adanipermana <http://attanzil.wordpress.com/author/adanipermana/> |
Fiqih<http://wordpress.com/tag/fiqih/>|

-- 
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh,

A Dani Permana
www.adanipermana.co.cc
www.computer-knowledge.biz

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima E-Mail ini karena Anda tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs  http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan 
lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke