Metode Pengajaran Rasulullah Sholallahu 'alahi wasallam kepada para
Sahabat 
[3]<http://attanzil.wordpress.com/2008/08/20/metode-pengajaran-rasulullah-sholallahu-%e2%80%98alahi-wasallam-kepada-para-sahabat-3/>

Kelanjutan Pengajaran Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam kepada para
Sahabatnya

*Memperhatikan Situasi dan Kondisi** *

Rasulullah berbicara kepada orang lain sesuai dengan kadar intelektual
mereka. Suatu pembicaraan yang tidak dapat dipersepsi oleh akal pendengar,
terkadang justru menjadikan fitnah. Sehingga yang terjadi tidaklah seperti
yang dikehendaki . Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam benar-benar
berbicara kepada mereka yang hadir dengan bahasa yang dapat mereka tangkap
pengertiannya. Sehingga seorang arab pedalaman dengan kekerasan karakternya
mampu memahami. Demikian juga dengan lingkungan arab kota lebih dapat
memahaminya. Disamping itu juga beliau shalallahu 'alaihi wasallam
memperhatikan daya tangkap, kecerdasan dan kemapuan alami maupun hasil
latihan mereka dalam berpikir. Kepada orang yang cerdas beliau cukup
memberikan isyarat. Misalnya adalah riwayat berikut

Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, ia berkata: "ada seseorang warga
Fazarah menghadap ke Nabi shalallahu 'alaihi wasallam, ia berkata,
"Sesungguhnya istriku melahirkan anak yang berkulit hitam, dan aku tidak
mengakuinya. " Lalu Nabi shalallahu 'alaihi wasallam bertanya kepadanya,
Apakah kamu mempunyai unta, Ia menjawab, Ya, Rasulullah shalallahu 'alaihi
wasallam bertanya, "Apa warna Kulitnya?, Ia menjawab, Kemerahan, Rasulullah
shalallahu 'alaihi wasallam bertanya, "apakah diantara unta itu ada yang
berwarna ke-abu-abuan ? Ia menjawab, "ada". Rasulullah shalallahu 'alaihi
wasallam bertanya, : "Bagaimana bisa begitu?", Ia menjawab, "Mungkin
dipengaruhi oleh factor keturunan". Kemudian Rasulullah shalallahu 'alaihi
wasallam bersabda, :"Nah, anakmu itu juga dipengaruhi oleh keturunan (gen)*
[1]*<http://attanzil.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce-230/plugins/paste/blank.htm#_edn1>

Satu-satunya sarana untuk mendudukan orang itu agar mengakui anak yang
di-ingkarinya adalah menganalogikan dengan peristiwa yang sering terjadi
dilingkungannya, baik berkenaan dengan kehidupan sehari-hari maupun kondisi
lingkungan.

Disamping ditujukan kepada akal, pembicaraan beliau juga ditujukan kepada
rasa dan nurani. Pembicaraan Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam mampu
mengerakan perasaaan dan bahkan menggetarkannya. Beliau shalallahu 'alaihi
wasallam dapat menangani berbagai macam persoalan dengan bijak dan
hati-hati.

Sebagai contoh riwayat berikut:

Dari Abu Umamah Al Bahily, bahwa ada pemuda Quraiys menghadap kepada
Rasulullah, lalu berkata : Wahai Rasulullah, bolehkan aku berbuat zina?,
kemudian para sahabat berdatangan untuk mencegahny, namun beliau bersabda,
:Biarkan saja, Dan Beliau shalallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Mendekatlah", Pemuda itu mendekat kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi
wasallam, lalau beliau bertanya, " Apakah engkau senang bila hal ini terjadi
kepada Ibumu?, Ia menjawab, Tidak demi Allah, rasulullah bersabda: semoga
Allah menjadikanku sebagai tebusanmu." Beliau bersabda, "Orang-orang juga
tidak senang bila hal itu terjadi kepada Ibu mereka. Beliau shalallahu
'alaihi wasallam bertanya : apakah engkau senang bila hal ini terjadi kepada
putrimu?, Ia menjawab, "Tidak, demi Allah, kemudian Nabi bersabda: "Semoga
Allah menjadikanku tebusanmu. Beliau shalallahu 'alaihi wasallam bersabda,
Orang-orang juga tidak senang bila hal ini terjadi kepada putrid
mereka….begitulah seterusnya hingga pertanyaan kepada saudarinya, bibnya
baik pihak ayah dan pihak ibunya. Setiap pertanyaan rasulullah shalallahu
'alaihi wasallam dijawab oleh pemuda Quraiys itu "Tidak, Demi Allah".
Kemudian Nabi shalallahu 'alaihi wasallam meletakan tangan beliau ke
dadanya, seraya berdo'a :" Ya Allah, ampunilah dosanya, sucikan hatinya dan
peliharalah 
kemaluannya."*[2]*<http://attanzil.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce-230/plugins/paste/blank.htm#_edn2>


*Memudahkan dan Tidak Memberatkan** *

Untuk meyebarkan dan menyampaikan islam, Rasulullah shalallahu 'alaihi
wasallam menempuh jalan tegas, tetapi memilih yang termudah dan terlonggar
dalam mengajarkan hukum-hukum agama kepada para sahabatnya.

Berikut adalah dalil-dalil dari as Sunnah

Mengajarlah kalian. Permudahlah dan jangan mempersulit. Dan bila salah
seorang di antara kalian marah, maka hendaklah
diam.*[3]*<http://attanzil.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce-230/plugins/paste/blank.htm#_edn3>


Permudahlah dan jangan mempersulit, gembirakanlah dan jangan membuat orang
lari. 
*[4]*<http://attanzil.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce-230/plugins/paste/blank.htm#_edn4>


Karena semua inilah Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam menganjurkan para
sahabat untuk mendalami persoalan-persoalan agama mereka, memerintahkan
kepada mereka untuk menanyakan apa saja yang tidak mereka ketahui serta
melarang mereka memberikan fatwa tanpa ilmu.

Salah satu contoh sifat toleran Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam
adalah sebagai berikut:

Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, ia berkata: seorang arab
badui/pedalaman masuk masjid, kemudian shalat dua raka'at, lalu ia berdo'a:
"Ya Allah, rahmatillah aku dan Muhammad dan jangan engkau rahmati bersama
kami seorangpun. Lalu Nabi shalallahu 'alaihi wasallam menoleh dan berkata
"Kamu hendak menutup sesuatu yang lapang". Selang beberapa lama, orang itu
kencing didalam Masjid, orang-orang lalu menghampirinya (untuk mencegah).
Namun Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada mereka
"Sesungguhnya kalian diutus sebagai orang-orang yang memberikan kemudahan
dan tidak diutus sebagai orang-orang yang meyulitkan. Siramkan se-ember air
pada bekas kencingnya
itu".*[5]*<http://attanzil.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce-230/plugins/paste/blank.htm#_edn5>


Itulah sifat Rasulullah yang selalu lembut dalam menghadapi segala masalah
pada masanya, beliau tidak menghujat ataupun mencaci hal-hal yang sifatnya
sepele .

Sunnguh telah ada Suri tauladan yang baik dalam diri Rasulullah shalallahu
'alaihi wasallam.

*Pengajaran Kepada kaum Wanita** *

Di samaping pengajaran kepada kaum pria, Rasulullah shalallahu 'alaihi
wasallam juga memperhatikan pengajaran kepada kaum wanita. Suatu ketika
beberapa orang wanita dating kepada Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam,
seraya berkata, "Wahai Rasulullah, kami tidak dapat mengikuti majlismu yang
terdiri dari kaum pria, karena itu kami menjanjikan satu hari yang kami
gunakan untuk datang kepadamu" Beliau shalallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Tempat yang aku janjikan unutk kalian adalah di rumah fulan. Pada hari yang
ditentukan dan ditempat yang dijanjikan itu beliau hadir dan memberikan
pengajaan kepada
mereka.*[6]*<http://attanzil.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce-230/plugins/paste/blank.htm#_edn6>


Didalam pengajaran Rasulullah itulah para wanita melontarkan
pertanyaan-pertanyaan mengenai hokum yang berkaitan dengan wanita dan
Rasulullah memberikan fatwa kepada mereka. Dari 'Aisyah, ia berkata : Wanita
terbaik adalah wanita anshar, mereka tidak terhalang dari rasa malu untuk
mendalami 
agama.*[7]*<http://attanzil.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce-230/plugins/paste/blank.htm#_edn7>


Demikianlah sedikit ringkasan tentang bagaimana metode pengajaran Rasulullah
shalallahu 'alaihi wasallam kepada para sahabatnya, semoga bisa dijadikan
pelajaran yang berharga.

 [Diringkas dari Kitab : Ushul Al Hadist li Dr. Muhammad 'Ajjaj Al Khattib,
Darul Fiqr, Beirut Libanon]

 *Artikel yang berkaitan *

   - *Metode Pengajaran Rasulullah Sholallahu 'alahi wasallam kepada
   para 
Sahabat*<http://attanzil.wordpress.com/2008/07/30/metode-pengajaran-rasulullah-sholallahu-%e2%80%98alahi-wasallam-kepada-para-sahabat/>
   - *Metode Pengajaran Rasulullah Sholallahu 'alahi wasallam kepada para
   Sahabat 
[2]*<http://attanzil.wordpress.com/2008/08/03/metode-pengajaran-rasulullah-sholallahu-%e2%80%98alahi-wasallam-kepada-para-sahabat-2/>

 Footnote:

------------------------------
*[1]*<http://attanzil.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce-230/plugins/paste/blank.htm#_ednref1>Lih
: Sahih Muslim, hal 1137 dari dua Hadits, hadits 18 dan 20, Juz II

*[2]*<http://attanzil.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce-230/plugins/paste/blank.htm#_ednref2>Lih
: Majma Az Zawa'id hal 129, Juz I

*[3]*<http://attanzil.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce-230/plugins/paste/blank.htm#_ednref3>Lih
: Musnad Imam Ahmad, hal 12, hadist 2136 dan hal 191 hadist 2556 Juz
II

*[4]*<http://attanzil.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce-230/plugins/paste/blank.htm#_ednref4>Sahih
Bukhori bi Hasiyah as sandy, hal 24 Juz I

*[5]*<http://attanzil.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce-230/plugins/paste/blank.htm#_ednref5>Bagian
kedua dari hadist tersebut yakni peritiwa kencingnya seoran arab
badui, disebutkan oleh Al Bukhari dari Ans dan Abu Hurairah, Lih; Fathul
Bariy hal 335 dan 336 Juz I, sedang kisah do'anya itu ditempat lain dan
ditakhrij oleh Imam Ahmad dengan sanad sahih pada hal 244, hadist 7254 Juz
XII dan hal 209 hadist 7786, Juz I

*[6]*<http://attanzil.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce-230/plugins/paste/blank.htm#_ednref6>Musnad
Ahmad, hal 85 hadist 7351, Juz XIII dan Fathul Bariy hal 206, Juz I

*[7]*<http://attanzil.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce-230/plugins/paste/blank.htm#_ednref7>Lih
: Fathul Bariy, hal 239, Juz I

-- 
www.adanipermana.co.cc
www.computer-knowledge.biz

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima E-Mail ini karena Anda tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs  http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan 
lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke