Mantap.. tapi klo maling kundang versi ini baru baca kayaknya. tapi cukuplah dijadikan pendidikan buat kita semua. amin..
2008/9/7 Mohammad Yasrif Ananda <[EMAIL PROTECTED]> > Bismillah… > > > > Beberapa hari yang lalu , saat KJRI (konsulat Jenderal RI) Johor Bahru > mengundang kami , perwakilan PPI UTM (Perhimpunan Pelajar Indonesia > Universiti Teknologi Malaysia) untuk menghadiri pertemuan dengan perwakilan > KPU (Komisi Pemilihan Umum) pemilu 2009 dari Jakarta terkait dengan > pelaksanaan Pemilu 2009 nanti .Salah seorang rekan sy , sebutlah namanya PM > (bukan nama sebenarnya ) diberi sebuah buletin oleh seorang staf KJRI , > buletin KJRI edisi April –Mei 2008 untuk PPI. > > > Diantara sekian banyak *content *yang ada di buletin itu, ada salah satu > kisah yang unik, menarik, dan banyak tersirat hikmah di sana yang membuat > saya ingin mengetikkannya kembali agar bisa dibaca dan bermanfaat bagi > siapa-siapa yang membacanya …Kisah itu berjudul > > > "Malin Kundang si Anak Sholeh" > > [image: Hosted by FreeImageHosting.net Free Image Hosting Service] > > yang ditulis oleh Seorang ibu rumah tangga yang kebetulan suaminya sedang > melanjutkan studi di UTM, bu Yessi namanya. Berikut kisah itu dituliskan, > selamat menikmati : > > > > Melawan Stigma agar si Malin tak selalunya derhaka ! > > > Mujahid Salafi Aulia, putraku yang kedua, yang akrab disapa "Muja" kini > semakin tumbuh dewasa. Dia dikenal oleh para tetangga di lingkungan Kolej > Kediaman U8 UTM <http://www.utm.my/>, Skudai, Johor, sebagai anak yang > lincah dan aktif. Kadang dia terkesan keras hati dan cenderung tidak mau > mengalah. Salah seorang ibu yang berasal dari Jawa pernah berkata, " Anak > bu Yessi ini kok ndablek ya….?" > > > > Teman-teman sepermainan Mujahid juga protes terutama anak-anak mahasiswa > asal Timur Tengah : "Your son is very naughty…." Suatu saat ada juga yang > mengadu : "Aunty, your son bit me….!" Malah si bapak-bapak Arab pun ikut > menambahkan : "Brother Aulia, your son is very noisy….!" > > > > Kadang kala ada rasa malu yang terselip, kesannya kami tidak bisa mendidik > anak menjadi anak yang baik dan sholeh. Kadang juga timbul rasa geram yng > ujung-ujungnya kami sering memarahi Muja dan sebenarnya terlalu keras untuk > anak yang belum berumur 5 tahun seperti dia. Jika dimarahi, Muja akan > menangis tersedu-sedu sambil protes : "Kenapa ummi marah sama Muja, Muja > kan tidak berbuat salah ! " > > > > Rasa marah memang sering menutupi kebenaran . Karena kalau diperhatikan > dengan seksama, Muja juga termasuk anak yang berhati lembut. Ini berdasarkan > pengalaman-pengalaman keseharianku dengannya. Pada suatu siang, Muja meminta > aku bercerita, dia memang sangat suka mendengar cerita. Akhirnya kupilihkan > cerita Malin Kundang si Anak Durhaka. Aku bercerita dengan ekspresi dan > intonasi suara yang semenarik mungkin. Dari awal cerita Muja mendengarkan > dengan antusias dan konsentrasi. Sesekali dia bertanya atau berkomentar. > Semakin lama dia tampak semakin sedih dan matanya mulai berkaca-kaca. Dan > ketika aku sampai pada bagian akhir cerita. > > > > « Maka ….. ibu Malin kundang pun sedih karena malin kUndang sudah > melupakannya dan menjadi anak durhaka. Sang ibu pun menangis tersedu-sedu . > Sambil menangis, Ibu Malin KUndang mengadu kepada Allah. Ibu Malin kUndang > kemudian berdoa kepada Allah supaya Malin Kundang dihukum oleh Allah. Dan > Allah pun mendengar doa seorang ibu yang teraniaya. Kemudian kapal Malin > KUndang tenggelam dan mayat malin kundang terdampar di pantai kemudian > berubah menjadi batu…." > > > > Mendadak Muja menangis dengan keras sambil berkata dengan terputus-putus : > "Kenapa ummi menceritakan Malin Kundang anak yang durhaka pada ibunyia. > Kasihan ibunya, dia sudah tua. Muja tidak mau cerita MAlin KUndang anak > durhaka. Muja mau Malin Kundang menjadi anak yang sholeh dan sayang sama > ibunya. Sekarang ummi harus mengulang lagi cerita Malin Kundang dari > pertama. Dan Malin Kundangnya harus jadi anak sholeh yang sayang sama ibunya > …" > > > > Sesaat aku termangu. Subhanallah…. Seorang anak memang lahir dalam keadaan > fitrah. Bahkan untuk sebuah ceritapun dia tidak mau ada orang yang durhaka > pada ibunya. Atau ada seorang ibu yang menangis tersedu-sedu dan merasa > teraniaya. Artinya setiap anak ingin menjadi anak sholeh dan membahagiakan > ibunya. Jadi tidak ada hak kita untuk memberi label "nakal" pada seorang > anak. > > > > Kemudian akupun mengulang kembali cerita Malin Kundang dari awal. Dan > Membuat ending sesuai dengan permintaan Muja. Walau ada rasa geli sewaktu > bercerita : > > > 'Akhirnya…Malin kundang bertemu kembali dengan ibunya di tepi pantai Air > Manis, Padang setelah bertahun-tahun berpisah. Ibu Malin Kundang memeluk > anaknya sambil menangis bahagia. Malin kundangpun memeluk ibunya dengan > penuh rindu. Kemudian Malin Kundang mengajak ibunya ke kerajaan Mertuanya. > Setelah mertuanya meninggal, Malin Kundangpun menjadi raja, Mereka hidup > bahagia selamanya…. " > > > > Muja tersenyum senang dan tampak lega. Dia pun bertanya : "Ibu Malin > Kundang dikasih baju bagus sama Malin Kundangnya, ummi…? "Subhanallah..begitu > inginnya Muja supaya ibu Malin Kundang senang. "Wallahu A'lam" > > > > Begitulah kisah itu saya ketikkan kembali, tanpa mengurangi sedikitpuan isi > dari tulisan beliau (bu Yessi). Semoga bisa diambil hikmah sebanyak mungkin > dalam kisah ibu dan anak yang penuh hikmah itu…. Selamat memetik hikmahnya … > > > semoga bermanfaat > > > > Mohammad Yasrif Ananda > > Student @ UTM > > www.bungakehidupan.wordpress.com <http://bungakehidupan.wordpress.com/> > > > > > > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Anda menerima E-Mail ini karena Anda tergabung dalam Google Groups yaitu "Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info dan http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected] ------------------------------------------------------------------------------------------------------ Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian satu-per-satu. ------------------------------------------------------------------------------------------------------- Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi http://groups.google.com/group/mediamusliminfo Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan http://www.kisahislam.com -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
