Sebenarnya untuk kepentingan kita semua, tapi masih beberapa orang saja yg menyadari dan berani berbuat untuk itu.
Salam Pada 20 Oktober 2008 09:29, Herlan Selaso <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > TERIMA KASIH ATAS KIRIMANNYA. > > SAYA SETUJU DAN SANGAT MENDUKUNG DISAHKANNYA RUU PORNOGRAFI, SEBAB TANPA > ADANYA FILTER, PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI AKAN SEMAKIN MERAJALELA, MAU JADI > APA ANAK CUCU KITA NANTI BILA LINGKUNGANNYA TELAH DIBENTUK DENGAN HAL-HAL > YANG MERUSAK MORAL. > > HIDUP PKS,HIDUP GOLKAR, HIDUP DEMOKRAT,BERJUANGLAH TERUS DEMI KEPENTINGAN > KAUM MUSLIMIN.SEMOGA ALLAH SELALU MEMBIMBING KITA. > > > > -----Original Message----- > *From:* [email protected] [mailto: > [EMAIL PROTECTED] *On Behalf Of *Dian Novian > *Sent:* Friday, October 17, 2008 2:21 PM > *To:* [email protected] > *Subject:* [mediamusliminfo] Fw: [mediamusliminfo] Bls: [mediamusliminfo] > Ganti Sistem Kapitalisme dengan Islam! > > > > alternatif lain mendukung RUU APP: " Mohon dikerahkan organisasi, LSM > maupun pribadi UNTUK MENGIRIMKAN SURAT / PERNYATAAN SIKAP DUKUNGAN terhadap > RUU PORNOGRAFI melalui FAX, karena teman2 di DPR sekarang tersudut dengan > banyaknya surat2 yang MENOLAK RUU PORNOGRAFI tersebut. No. Fax Pansus RUU > PORNOGRAFI d.a DPR-RI Senayan Jakarta = 021-57115512 Juga dapat di Fax ke = > PKS 021-5756471 (Ibu Yoyoh Yusroh) Golkar 021-5735304 Demokrat 021-5755134 > PKB 021-5755624 atau juga bisa kirimkan ke sms center : 081380123450 Ketik : > RUU<spasi>alasan perlunya RUU, nama, alamat domisili atau via email : > sahkan.ruupornograf [EMAIL PROTECTED] CP: Hilman Rosyad Anggota Pansus RUU > Pornografi Tolong sebarkan segera!...terimakasih > > > > ----- Forwarded Message ---- > From: Wulung Prakoso <[EMAIL PROTECTED]> > To: Sent: Friday, October 17, 2008 10:10:53 > Subject: [mediamusliminfo] Bls: [mediamusliminfo] Ganti Sistem Kapitalisme > dengan Islam! > > Setuju Mas Kus, kelemahan ekonomi kapitalis sebenarnya sederhana namun > sangat prinsip..yaitu KEJUJURAN !!!. Kayaknya sulit bagi para yahudi itu > untuk jujur dalam berbagai macam hal, termasuk dalam menyusun laporan > keuangan. > > Oh ya, saya saat ini sedang membuat jurnal akuntansi islam..belum rampung > sih, tapi butuh bahan2..temen2 ada yang mau bantu???. Trima Kasih > > > > Wassalam.... > > --- Pada *Kam, **16/10/08**, kus darmawan <[EMAIL PROTECTED]>*menulis: > > Dari: kus darmawan <[EMAIL PROTECTED]> > Topik: [mediamusliminfo] Ganti Sistem Kapitalisme dengan Islam! > Kepada: "mediamusliminfo" <[email protected]>, "PKS" < > [EMAIL PROTECTED]>, "dzikrullah" <[EMAIL PROTECTED]> > Tanggal: Kamis, 16 Oktober, 2008, 1:58 AM > > *HTI-Press—*Krisis keuangan dunia saat ini menunjukkan bukti nyata bahwa > sistem kapitalisme telah gagal. Hampir 200 tahun diterapkan, sistem ini > tidak mampu mengatasi kemiskinan dan menjaga keseimbangan ekonomi dunia. > ''Ini sistem yang jelek sekali dan harus diganti. Sistem ribawi ini tak > pernah bisa menyejahterakan dunia,'' kata Yudi Ismail, praktisi ekonomi > dalam jumpa pers yang diadakan DPP HTI di Jakarta, Rabu (15/10). > > Ia menguraikan, sistem ini hanya memihak para pengusaha. Kasus keuangan > Amerika Serikat saat ini sebagai contoh. Yang ditolong pemerintah AS pertama > kali adalah dunia perbankan, bukan masyarakat. Hal yang mirip terjadi di > Indonesia dalam kasus BLBI. Selain itu, sistem ini ditopang dengan > transaksi-transaksi yang bersifat maya, dan sama sekali tidak terkait dengan > sektor riil. ''Maka begitu kredit macet, maka semua macet. Karena ini > menyangkut transaksi derivative,'' tandasnya. > > Tampil pula dalam jumpa pers itu Direktur Center for Banking Crisis (CBC) > Ahmad Deny Daruri. Menurutnya, krisis keuangan ini sengaja diciptakan oleh > Amerika Serikat dan diekspor ke seluruh dunia. Tujuannya adalah AS ingin > mengambil untung dari krisis yang ada untuk menutupi krisis ekonomi dalam > negeri yang teramat parah. > > Krisis di AS itu dipicu oleh macetnya kredit perumahan di AS. Sebelumnya > AS mengalami *deficit investment gap* dalam perang Afganistan sebesar 150 > milyar dolar dan perang Irak sebesar 500 milyar dolar AS. Sementara > pemerintah AS hanya menganggarkan 700 milyar dolar untuk mem-bill out yang > mengalami kerugian akibat kasus kredit macet tersebut. Menurut Deny, ini > tidak mencukupi. Makanya, Amerika berusaha menginvestasikan dana sebesar 700 > milyar dolar tersebut ke pasar dunia untuk mendapatkan keuntungan > berlipat-lipat guna menutupi defisit keuangan mereka. > > ''Ini adalah economic *war*, yang sengaja diciptakan oleh AS untuk > menghancurkan dunia demi kepentingan dalam negeri AS,'' tandas Deny. Ia > menambahkan berbagai indikasi terakhir di bursa saham menunjukkan ke arah > sana, seperti mengalirnya dana-dana tak jelas yang diduga dari AS untuk > membeli saham-saham yang sedang jatuh dan naiknya harga saham di berbagai > belahan dunia secara bersama-sama. > > Sayangnya, kata Deny, pemerintah Indonesia ikut terjebak dalam permainan > itu. Tim ekonomi mengambil keputusan sesuai dengan apa yang diharapkan > Amerika seperti mem-*buy back* saham dengan mengerahkan dana BUMN. "Tidak > ada solusi radikal, justru kita terjebak dalam permainan Amerika,'' katanya. > > Juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto menjelaskan, > sistem kapitalis sudah cacat sejak dari awalnya. Sistem ini berpangkal pada > riba dan judi. Sistem ribawi menjadi basis ekonomi mereka dan diwujudkan > dalam dunia perbankan. Sedangkan judi dipraktekkan dalam bursa saham. > ''Makanya kalau mau kita selamat, stop riba dan stop judi. Bursa saham > ditutup saja, toh gak ada gunanya bagi rakyat,'' kata Ismail. > > Selain itu, sistem ekonomi kapitalis juga cacat karena menyingkirkan emas > sebagai cadangan mata uang dan dimasukkannya dolar sebagai pendamping mata > uang dalam perjanjian Bretton Woods setelah perang Dunia II. Tidak hanya > itu, sistem ini tidak memperhatikan sistem kepemilikan. > > Karena itu, Jubir HTI menegaskan sistem kapitalis harus diganti dan dihapus > secara total dari muka bumi. Tidak ada alternative lain yang bisa > menggantikan kecuali dengan sistem ekonmi Islam. ''Kita tidak akan selamat > tanpa Islam,'' tandasnya. > > Menurutnya, bukti-bukti dan tanda-tanda kehancuran kapitalisme telah > demikian jelas. ''Maka tidak boleh ada keraguan sedikitpun pada diri umat > Islam di mana pun berada, khususnya di negeri ini, untuk berjuang > sungguh-sungguh bagi tegaknya Islam melalui tegaknya syariah dan khilafah. > Hanya inilah yang mampu mengantarkan dunia kepada kebaikan yang nyata,'' > tegasnya. > > > " > ------------------------------ > > Apakah demonstrasi & turun ke jalan itu hal yang wajar? > Temukan jawabannya di Yahoo Answers! > > > __________________________________________________ > Apakah Anda Yahoo!? > Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap > spam > http://id.mail.yahoo.com > > > ------------------------------ > > New Email addresses available on Yahoo! > <http://sg.rd.yahoo.com/aa/mail/domainchoice/mail/signature/*http:/mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/> > Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. > Hurry before someone else does! > > > > > -- Jay dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (Al ´Ashr : 3) --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Anda menerima E-Mail ini karena Anda tergabung dalam Google Groups yaitu "Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info dan http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected] ------------------------------------------------------------------------------------------------------ Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian satu-per-satu. ------------------------------------------------------------------------------------------------------- Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi http://groups.google.com/group/mediamusliminfo Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan http://www.kisahislam.com -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
