Aku sangat mendukung disahkannya RUU pornografi, karena sudah sifat
manusia kalau tidak ada batasan akan berbuat semaunya, tidak perduli itu
akan menyebabkan  kerusakan pada orang lain ( mengatasnamakan kebebasan,
tetapi merusak orang lain)
 
-----Original Message-----
From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Herlan Selaso
Sent: Monday, October 20, 2008 8:30 AM
To: sahkan.ruupornograf
Cc: [email protected]; PKS; dzikrullah
Subject: [mediamusliminfo] FW: [mediamusliminfo] Fw: [mediamusliminfo]
Bls: [mediamusliminfo] Ganti Sistem Kapitalisme dengan Islam!
 
TERIMA KASIH ATAS  KIRIMANNYA.
SAYA SETUJU DAN SANGAT MENDUKUNG DISAHKANNYA RUU PORNOGRAFI, SEBAB TANPA
ADANYA FILTER, PORNOGRAFI DAN PORNOAKSI AKAN SEMAKIN MERAJALELA, MAU
JADI APA ANAK CUCU KITA NANTI BILA LINGKUNGANNYA TELAH DIBENTUK DENGAN
HAL-HAL YANG MERUSAK MORAL.
HIDUP PKS,HIDUP GOLKAR, HIDUP DEMOKRAT,BERJUANGLAH TERUS DEMI
KEPENTINGAN KAUM MUSLIMIN.SEMOGA ALLAH SELALU MEMBIMBING KITA.
 
-----Original Message-----
From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Dian Novian
Sent: Friday, October 17, 2008 2:21 PM
To: [email protected]
Subject: [mediamusliminfo] Fw: [mediamusliminfo] Bls: [mediamusliminfo]
Ganti Sistem Kapitalisme dengan Islam!
 
alternatif lain mendukung RUU APP: " Mohon dikerahkan organisasi, LSM
maupun pribadi UNTUK MENGIRIMKAN SURAT / PERNYATAAN SIKAP DUKUNGAN
terhadap RUU PORNOGRAFI melalui FAX, karena teman2 di DPR sekarang
tersudut dengan banyaknya surat2 yang MENOLAK RUU PORNOGRAFI tersebut.
No. Fax Pansus RUU PORNOGRAFI d.a DPR-RI Senayan Jakarta = 021-57115512
Juga dapat di Fax ke = PKS 021-5756471 (Ibu Yoyoh Yusroh) Golkar
021-5735304 Demokrat 021-5755134 PKB 021-5755624 atau juga bisa kirimkan
ke sms center : 081380123450 Ketik : RUU<spasi>alasan perlunya RUU,
nama, alamat domisili atau via email : sahkan.ruupornograf [EMAIL PROTECTED]
CP: Hilman Rosyad Anggota Pansus RUU Pornografi Tolong sebarkan
segera!...terimakasih
 
----- Forwarded Message ----
From: Wulung Prakoso <[EMAIL PROTECTED]>
To: Sent: Friday, October 17, 2008 10:10:53
Subject: [mediamusliminfo] Bls: [mediamusliminfo] Ganti Sistem
Kapitalisme dengan Islam!

Setuju Mas Kus, kelemahan ekonomi kapitalis sebenarnya sederhana namun
sangat prinsip..yaitu KEJUJURAN !!!. Kayaknya sulit bagi para yahudi itu
untuk jujur dalam berbagai macam hal, termasuk dalam menyusun laporan
keuangan.
Oh ya, saya saat ini sedang membuat jurnal akuntansi islam..belum
rampung sih, tapi butuh bahan2..temen2 ada yang mau bantu???. Trima
Kasih
 
Wassalam....

--- Pada Kam, 16/10/08, kus darmawan <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Dari: kus darmawan <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: [mediamusliminfo] Ganti Sistem Kapitalisme dengan Islam!
Kepada: "mediamusliminfo" <[email protected]>, "PKS"
<[EMAIL PROTECTED]>, "dzikrullah"
<[EMAIL PROTECTED]>
Tanggal: Kamis, 16 Oktober, 2008, 1:58 AM

HTI-Press-Krisis keuangan dunia saat ini menunjukkan bukti nyata bahwa
sistem kapitalisme telah gagal. Hampir 200 tahun diterapkan, sistem ini
tidak mampu mengatasi kemiskinan dan menjaga keseimbangan ekonomi dunia.
''Ini sistem yang jelek sekali dan harus diganti. Sistem ribawi ini tak
pernah bisa menyejahterakan dunia,'' kata Yudi Ismail, praktisi ekonomi
dalam jumpa pers yang diadakan DPP HTI di Jakarta, Rabu (15/10).
Ia menguraikan, sistem ini hanya memihak para pengusaha. Kasus keuangan
Amerika Serikat saat ini sebagai contoh. Yang ditolong pemerintah AS
pertama kali adalah dunia perbankan, bukan masyarakat. Hal yang mirip
terjadi di Indonesia dalam kasus BLBI. Selain itu, sistem ini ditopang
dengan transaksi-transaksi yang bersifat maya, dan sama sekali tidak
terkait dengan sektor riil. ''Maka begitu kredit macet, maka semua
macet. Karena ini menyangkut transaksi derivative,'' tandasnya. 
Tampil pula dalam jumpa pers itu Direktur Center for Banking Crisis
(CBC) Ahmad Deny Daruri. Menurutnya, krisis keuangan ini sengaja
diciptakan oleh Amerika Serikat dan diekspor ke seluruh dunia. Tujuannya
adalah AS ingin mengambil untung dari krisis yang ada untuk menutupi
krisis ekonomi dalam negeri yang teramat parah. 
Krisis di AS itu dipicu oleh macetnya kredit perumahan di AS. Sebelumnya
AS mengalami deficit investment gap dalam perang Afganistan sebesar 150
milyar dolar dan perang Irak sebesar 500 milyar dolar AS. Sementara
pemerintah AS hanya menganggarkan 700 milyar dolar untuk mem-bill out
yang mengalami kerugian akibat kasus kredit macet tersebut. Menurut
Deny, ini tidak mencukupi. Makanya, Amerika berusaha menginvestasikan
dana sebesar 700 milyar dolar tersebut ke pasar dunia untuk mendapatkan
keuntungan berlipat-lipat guna menutupi defisit keuangan mereka. 
''Ini adalah economic war, yang sengaja diciptakan oleh AS untuk
menghancurkan dunia demi kepentingan dalam negeri AS,'' tandas Deny. Ia
menambahkan berbagai indikasi terakhir di bursa saham menunjukkan ke
arah sana, seperti mengalirnya dana-dana tak jelas yang diduga dari AS
untuk membeli saham-saham yang sedang jatuh dan naiknya harga saham di
berbagai belahan dunia secara bersama-sama. 
Sayangnya, kata Deny, pemerintah Indonesia ikut terjebak dalam permainan
itu. Tim ekonomi mengambil keputusan sesuai dengan apa yang diharapkan
Amerika seperti mem-buy back saham dengan mengerahkan dana BUMN. "Tidak
ada solusi radikal, justru kita terjebak dalam permainan Amerika,''
katanya. 
Juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto menjelaskan,
sistem kapitalis sudah cacat sejak dari awalnya. Sistem ini berpangkal
pada riba dan judi. Sistem ribawi menjadi basis ekonomi mereka dan
diwujudkan dalam dunia perbankan. Sedangkan judi dipraktekkan dalam
bursa saham. ''Makanya kalau mau kita selamat, stop riba dan stop judi.
Bursa saham ditutup saja, toh gak ada gunanya bagi rakyat,'' kata
Ismail. 
Selain itu, sistem ekonomi kapitalis juga cacat karena menyingkirkan
emas sebagai cadangan mata uang dan dimasukkannya dolar sebagai
pendamping mata uang dalam perjanjian Bretton Woods setelah perang Dunia
II. Tidak hanya itu, sistem ini tidak memperhatikan sistem kepemilikan. 
Karena itu, Jubir HTI menegaskan sistem kapitalis harus diganti dan
dihapus secara total dari muka bumi. Tidak ada alternative lain yang
bisa menggantikan kecuali dengan sistem ekonmi Islam. ''Kita tidak akan
selamat tanpa Islam,'' tandasnya. 
Menurutnya, bukti-bukti dan tanda-tanda kehancuran kapitalisme telah
demikian jelas. ''Maka tidak boleh ada keraguan sedikitpun pada diri
umat Islam di mana pun berada, khususnya di negeri ini, untuk berjuang
sungguh-sungguh bagi tegaknya Islam melalui tegaknya syariah dan
khilafah. Hanya inilah yang mampu mengantarkan dunia kepada kebaikan
yang nyata,'' tegasnya.

" 

  _____  

Apakah demonstrasi & turun ke jalan itu hal yang wajar? 
Temukan jawabannya di Yahoo Answers!



__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap
spam 
http://id.mail.yahoo.com
 
  _____  

New
<http://sg.rd.yahoo.com/aa/mail/domainchoice/mail/signature/*http:/mail.
promotions.yahoo.com/newdomains/aa/>  Email addresses available on
Yahoo! 
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and
@rocketmail.
Hurry before someone else does!




--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima E-Mail ini karena Anda tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs  http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan 
lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke