Kalau tidak salah ada masker transparan, mungkin bisa jadi alternatif ?? --- On Tue, 10/28/08, Erwin Wibisono <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Erwin Wibisono <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [mediamusliminfo] Bls: [mediamusliminfo] Dibalik Senyum Petugas Pom Bensin... To: [email protected], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] Date: Tuesday, October 28, 2008, 12:49 PM
Assalamua'laikum Wr. Wb. Terima kasih banyak Mbak Dee Na atas segala masukkan dan perhatiannya kepada para pekerja di SPBU (terutama milik PERTAMINA), Mungkin saya bisa sedikit memberikan tanggapan mengenai ini, sebenarnya masalah ini sudah lama dibahas oleh PERTAMINA sendiri, masalah safety keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan SPBU pun dari sedini mungkin (dari awal dibangunnya SPBU) wajib dipenuhi salah satunya Vapor Recovery Unity (salah satu alat penghisap uap dari BBM), hanya saja mungkin dana yang dibutuhkan sangatlah besar sehingga belum bisa diterapkan diseluruh SPBU. Dan mohon maaf hingga kini saya belum pernah mendengar atau membaca sebuah aturan yg mengharuskan operator SPBU tidak boleh menggunakan masker, jadi masalah penggunaan masker sendiri itu tergantung dari kebutuhan mereka masing-masing. Memang PERTAMINA menerapkan sistim 3S (Senyum, Salam, Sapa), namun jika operator SPBU ada yg menggunakan masker, paling tidak dari suara yg dikeluarkan pada saat Salam atau Sapa, kita bisa mengetahui bahwa mereka tersenyum atau tidak (dapat didengar dari nada suara). Insya Allah mungkin ke depannya PERTAMINA sudah bisa memecahkan masalah ini, amin.... Sekali lagi terima kasih banyak atas kepeduliannya terhadap Operator SPBU khususnya milik PERTAMINA, karena dari kritik, saran, dan kepedulian, maka PERTAMINA bisa bertahan dan maju terus.... Mohon maaf bila ada kata yang tidak berkenan. Wassalam, Erwin Wibisono. Dari: Dee Na <[EMAIL PROTECTED]> Kepada: [email protected]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] Terkirim: Kamis, 23 Oktober, 2008 12:31:31 Topik: [mediamusliminfo] Dibalik Senyum Petugas Pom Bensin... ---------- Forwarded message ---------- Dibalik Senyum Petugas Pom Bensin Ketika mengisi bensin, saya sering kali ngobrol dengan petugas pom bensinnya. Kebiasaan saya memang suka mengobrol dengan siapa saja. Sering kalinya saya hanya ingin menambah wawasan saja dari hal-hal yang mungkin tidak terpikirkan oleh saya sebelumnya. Kembali ke soal perbincangan saya dengan beberapa petugas pom bensin. Hal yang beberapa bulan ini saya tanyakan ke mereka di berbagai tempat pom bensin adalah apakah mereka tidak pusing mencium bau bensin setiap hari dan kenapa mereka tidak memakai masker penutup hidung agar mengurangi uap bensin yang terhirup. Hal tersebut saya tanyakan, karena saya saja yang berdiri sebentar sambil ngobrol, sudah langsung pusing karena menghirup bau bensin tersebut. Mereka, kurang lebih sepuluh orang, yang saya tanyakan semuanya menjawab bahwa sebenarnya mereka juga pusing. Mereka merasakan dada yang sesak. Dan makin parah lagi kalau pas mereka sedang sakit, katakan saja flu, perasaan sakit di dada semakin menjadi. Ketika saya tanyakan kenapa mereka tidak memakai masker, jawaban mereka semuanya sama yaitu karena kebijakan perusahaan. Perusahaan melarang mereka memakai masker karena demi pelayanan ke pelanggan. Mereka diwajibkan untuk tetap tersenyum ketika melayani pelanggan. Mereka bilang, kalau mereka pakai masker, mereka tidak bisa lagi menunjukkan senyum mereka ke nasabah dan itu akan dianggap tidak sopan karena tidak menghargai pelanggan. Hazrah kazrah! Saya terkaget mendengar jawaban mereka. Jawaban mereka semuanya seragam. Jawaban mereka pun semakin diperkuat dengan iklan Pertamina di televisi yang mengutamakan senyum petugasnya ketika melayani pelanggan. Ironisnya, dibalik senyum yang mereka berikan, ada derita yang harus mereka tanggung dengan mencium uap bensin setiap hari yang dapat memberikan gangguan yang serius kepada kesehatan mereka, khususnya paru-paru dan otak mereka. Saya sebagai pelanggan lebih senang melihat mereka memakai masker penutup hidung, ketimbang mereka melayani dengan senyum tapi saya tahu dibalik senyumnya, mereka menanggung derita yang tidak ringan. Melalui tulisan ini, saya mengajak kita yang peduli terhadap nasib para pekerja pom bensin untuk menyerukan kepedulian kesehatan petugas pom bensin agar pertamina dan pemilik pom bensin melengkapi petugas pom bensin dengan masker penutup hidung. Saya sebagai pelanggan pom bensin lebih peduli kesehatan petugas pom bensin ketimbang senyuman mereka ketika mereka mengisikan bensin ke kendaraan saya. Saya sudah mulai merasa tidak nyaman karena tahu dibalik senyuman petugas pom bensin ada derita yang harus mereka tanggung akibat menghirup uap bensin. Semoga melalui tulisan ini, nasib kesehatan petugas pom bensin bisa diperbaiki dimulai dengan memakai masker penutup hidung. catatan: Sekedar tambahan catatan, untuk pom bensin yang buka 24 jam, diterapkan tiga shift kerja. Kurang lebih mereka bekerja seharinya sekitar 8-9 jam. Jumlah jam yang cukup lama untuk menghirup uap bensin terus menerus. Silahkan di forward tulisan ini, khususnya ke mereka yang anda pikir dapat mempengaruhi untuk merubah kebijakan agar para petugas pom bensin dibolehkan memakai masker penutup hidung. jabat erat, Irwan Ariston Napitupulu . __,_._,___ -- Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru Lengkap dengan segala yang Anda sukai tentang Messenger! --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Anda menerima E-Mail ini karena Anda tergabung dalam Google Groups yaitu "Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info dan http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected] ------------------------------------------------------------------------------------------------------ Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian satu-per-satu. ------------------------------------------------------------------------------------------------------- Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi http://groups.google.com/group/mediamusliminfo Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan http://www.kisahislam.com -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
