Assalamua'laikum Wr. Wb.
 
Terima kasih banyak Mbak Dee Na atas segala masukkan dan perhatiannya kepada 
para pekerja di SPBU (terutama milik PERTAMINA),

Mungkin saya bisa sedikit memberikan tanggapan mengenai ini, sebenarnya masalah 
ini sudah lama dibahas oleh PERTAMINA sendiri, masalah safety keselamatan dan 
kesehatan kerja di lingkungan SPBU pun dari sedini mungkin (dari awal 
dibangunnya SPBU) wajib dipenuhi salah satunya Vapor Recovery Unity (salah satu 
alat penghisap uap dari BBM), hanya saja mungkin dana yang dibutuhkan sangatlah 
besar sehingga belum bisa diterapkan diseluruh SPBU.

Dan mohon maaf hingga kini saya belum pernah mendengar atau membaca sebuah 
aturan yg mengharuskan operator SPBU tidak boleh menggunakan masker, jadi 
masalah penggunaan masker sendiri itu tergantung dari kebutuhan mereka 
masing-masing. Memang PERTAMINA menerapkan sistim 3S (Senyum, Salam, Sapa), 
namun jika operator SPBU ada yg menggunakan masker, paling tidak dari suara yg 
dikeluarkan pada saat Salam atau Sapa, kita bisa mengetahui bahwa mereka 
tersenyum atau tidak (dapat didengar dari nada suara). Insya Allah mungkin ke 
depannya PERTAMINA sudah bisa memecahkan masalah ini, amin....

Sekali lagi terima kasih banyak atas kepeduliannya terhadap Operator SPBU 
khususnya milik PERTAMINA, karena dari kritik, saran, dan kepedulian, maka 
PERTAMINA bisa bertahan dan maju terus....
 
Mohon maaf bila ada kata yang tidak berkenan.

Wassalam,
Erwin Wibisono. 




________________________________
Dari: Dee Na <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Terkirim: Kamis, 23 Oktober, 2008 12:31:31
Topik: [mediamusliminfo] Dibalik Senyum Petugas Pom Bensin...



---------- Forwarded message ----------





Dibalik Senyum Petugas Pom Bensin

Ketika mengisi bensin, saya sering kali ngobrol dengan petugas pom bensinnya. 
Kebiasaan saya memang suka mengobrol dengan siapa saja. Sering kalinya saya 
hanya ingin menambah wawasan saja dari hal-hal yang mungkin tidak terpikirkan 
oleh saya sebelumnya.

Kembali ke soal perbincangan saya dengan beberapa petugas pom bensin. Hal yang 
beberapa bulan ini saya tanyakan ke mereka di berbagai tempat pom bensin adalah 
apakah mereka tidak pusing mencium bau bensin setiap hari dan kenapa mereka 
tidak memakai masker penutup hidung agar mengurangi uap bensin yang terhirup.

Hal tersebut saya tanyakan, karena saya saja yang berdiri sebentar sambil 
ngobrol, sudah langsung pusing karena menghirup bau bensin tersebut.

Mereka, kurang lebih sepuluh orang, yang saya tanyakan semuanya menjawab bahwa 
sebenarnya mereka juga pusing. Mereka merasakan dada yang sesak. Dan makin 
parah lagi kalau pas mereka sedang sakit, katakan saja flu, perasaan sakit di 
dada semakin menjadi.

Ketika saya tanyakan kenapa mereka tidak memakai masker, jawaban mereka 
semuanya sama yaitu karena kebijakan perusahaan. Perusahaan melarang mereka 
memakai masker karena demi pelayanan ke pelanggan. Mereka diwajibkan untuk 
tetap tersenyum ketika melayani pelanggan. Mereka bilang, kalau mereka pakai 
masker, mereka tidak bisa lagi menunjukkan senyum mereka ke nasabah dan itu 
akan dianggap tidak sopan karena tidak menghargai pelanggan.

Hazrah kazrah!

Saya terkaget mendengar jawaban mereka. Jawaban mereka semuanya seragam. 
Jawaban mereka pun semakin diperkuat dengan iklan Pertamina di televisi yang 
mengutamakan senyum petugasnya ketika melayani pelanggan.

Ironisnya, dibalik senyum yang mereka berikan, ada derita yang harus mereka 
tanggung dengan mencium uap bensin setiap hari yang dapat memberikan gangguan 
yang serius kepada kesehatan mereka, khususnya paru-paru dan otak mereka.

Saya sebagai pelanggan lebih senang melihat mereka memakai masker penutup 
hidung, ketimbang mereka melayani dengan senyum tapi saya tahu dibalik 
senyumnya, mereka menanggung derita yang tidak ringan.

Melalui tulisan ini, saya mengajak kita yang peduli terhadap nasib para pekerja 
pom bensin untuk menyerukan kepedulian kesehatan petugas pom bensin agar 
pertamina dan pemilik pom bensin melengkapi petugas pom bensin dengan masker 
penutup hidung. 

Saya sebagai pelanggan pom bensin lebih peduli kesehatan petugas pom bensin 
ketimbang senyuman mereka ketika mereka mengisikan bensin ke kendaraan saya. 
Saya sudah mulai merasa tidak nyaman karena tahu dibalik senyuman petugas pom 
bensin ada derita yang harus mereka tanggung akibat menghirup uap bensin.

Semoga melalui tulisan ini, nasib kesehatan petugas pom bensin bisa diperbaiki 
dimulai dengan memakai masker penutup hidung.

catatan:
Sekedar tambahan catatan, untuk pom bensin yang buka 24 jam, diterapkan tiga 
shift kerja. Kurang lebih mereka bekerja seharinya sekitar 8-9 jam. Jumlah jam 
yang cukup lama untuk menghirup uap bensin terus menerus.

Silahkan di forward tulisan ini, khususnya ke mereka yang anda pikir dapat 
mempengaruhi untuk merubah kebijakan agar para petugas pom bensin dibolehkan 
memakai masker penutup hidung.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu


. 
__,_._,___ 


-- 




      
___________________________________________________________________________
Nama baru untuk Anda! 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima E-Mail ini karena Anda tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs  http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan 
lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke