*MENJADI MUSLIM yang SUKSES*

[?]                         [?]                         [?]
 [?]                         [?]                        [?]
 [?]

Mendapatkan ketentraman dan hidayah di dunia dan di akhirat merupakan tolok
ukur kesuksesan. Sedangkan hal itu tidak mungkin diperoleh kecuali dengan
tauhid yang bersih dari berbagai macam kotoran dan penyimpangan, terutama
dosa kesyirikan.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu. Ibnu Mas'ud
mengatakan, "Ketika turun ayat, "Orang-orang yang beriman dan tidak
mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman, mereka Itulah yang mendapat
keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk" (QS. Al
An'aam : 82). Maka hal itu terasa berat bagi para sahabat Rasulullah
shallallahu 'alaihi wa sallam. Mereka pun mengadu, "Wahai Rasulullah,
siapakah diantara kami ini orang yang tidak menzalimi dirinya ?" Maka beliau
menjawab, "Sesungguhnya maksud ayat itu bukanlah sebagaimana yang kalian
sangka. Tidakkah kalian pernah mendengar perkataan seorang hamba yang
shalih, "Wahai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah. Sesungguhnya
kesyirikan itu adalah kezaliman yang sangat besar" (QS. Luqman : 13). Yang
dimaksud dengan zalim dalam ayat itu adalah syirik"." (HR. Al Bukhari (32),
Muslim (124), Imam Ahmad (6/69/3589) cet. Ar Risalah, dikutip dari Ibthaalu
Tandiid, hal. 19-20)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, "Hal yang membuat para
sahabat merasa berat ialah karena mereka menyangka bahwa kezaliman yang
dipersyaratkan harus dihilangkan di sini adalah kezaliman hamba terhadap
dirinya sendiri. Mereka mengira bahwa keamanan dan petunjuk tidak akan bisa
diraih oleh orang yang menzalimi dirinya sendiri. Maka Nabi shallallahu
'alaihi wa sallam pun menerangkan kepada mereka bahwa di dalam Kitabullah
syirik juga disebut sebagai kezaliman. Sehingga rasa aman dan petunjuk tidak
akan diperoleh orang-orang yang mencampuri keimanan mereka dengan kezaliman
jenis ini. Karena sesungguhnya barangsiapa yang tidak mencampuradukkan
keimanan mereka dengan kezaliman ini (syirik) maka dia termasuk orang-orang
yang berhak memperoleh keamanan dan petunjuk…" (Fathul Majiid, hal. 34)

Imam Ibnu Jarir membawakan sebuah riwayat dari Rabi' bin Anas bahwa yang
dimaksud iman di sini adalah ikhlash (memurnikan ibadah) untuk Allah saja.
Imam Ibnu Katsir mengatakan, "Mereka itu adalah orang-orang yang memurnikan
ibadah hanya untuk Allah saja. Mereka tidak mempersekutukan sesuatupun
dengan-Nya. Mereka itulah yang akan merasakan keamanan pada hari kiamat
serta memperoleh hidayah di dunia maupun di akhirat" (lihat Fathul Majiid,
hal. 34)

Syaikhul Islam mengatakan, "Barangsiapa bisa menyelamatkan dirinya dari
ketiga macam kezaliman : berbuat syirik, menzalimi sesama hamba, dan
menzalimi diri sendiri selain syirik maka dia berhak memperoleh rasa aman
yang sempurna dan petunjuk yang sempurna (al amnu al muthlaq dan al ihtida'
al muthlaq). Sedangkan orang (bertauhid) yang tidak bisa menyelamatkan
dirinya dari perbuatan zalim terhadap dirinya sendiri maka dia hanya akan
memperoleh rasa aman dan petunjuk sekadarnya (tidak sempurna, disebut juga
muthlaqul amn dan muthlaqul ihtida', red). Dalam artian dia pasti akan masuk
surga. Sebagaimana hal itu telah dijanjikan oleh Allah di dalam ayat lain.
Dan Allah pun menunjukkan kepadanya jalan yang lurus yang pada akhirnya juga
akan mengantarkannya menuju surga. Rasa aman dan petunjuk itu akan berkurang
berbanding lurus dengan penurunan iman yang terjadi karena perbuatan
zalimnya terhadap dirinya sendiri."

Beliau melanjutkan, "Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berkata,
"Sesungguhnya (yang dimaksud zalim dalam ayat) itu adalah syirik" itu bukan
berarti barangsiapa yang tidak berbuat syirik akbar pasti akan meraih rasa
aman yang sempurna dan petunjuk yang sempurna. Sebab terdapat banyak sekali
hadits serta nash-nash Al Qur'an yang menerangkan bahwa para pelaku dosa
besar dihadapkan dengan cekaman rasa takut. Mereka tidak bisa memperoleh
keamanan yang sempurna dan petunjuk yang sempurna; dua karunia yang bisa
membuat mereka mendapatkan hidayah menempuh jalan yang lurus, yaitu jalannya
orang-orang yang mendapatkan anugerah nikmat Allah, tanpa sedikitpun siksa
yang harus mereka terima. Akan tetapi mereka itu memiliki pokok petunjuk
untuk menempuh jalan yang lurus ini. Mereka juga memiliki pokok kenikmatan
yang dilimpahkan Allah kepada mereka, sehingga mereka juga pasti akan
merasakan masuk surga" (Fathul Majiid, hal. 35).

Kemudian beliau rahimahullah juga menjelaskan, "Apabila yang dimaksud dengan
sabda Nabi, "Sesungguhnya yang dimaksud di sini adalah syirik" adalah syirik
akbar saja, maka maksudnya ialah barangsiapa yang tidak melakukan syirik
akbar maka dia kelak akan mendapatkan rasa aman dari siksaan dunia dan
akhirat yang dijanjikan Allah untuk orang-orang musyrik (karena dengan
terbebas dari syirik akbar dia bukan termasuk golongan orang musyrik, red).
Dan apabila yang beliau maksud adalah jenis kesyirikan, maka perbuatan hamba
dalam menzolimi dirinya sendiri seperti bersikap kikir karena demikian besar
cintanya kepada harta sehingga tidak mau menunaikan kewajiban berinfak juga
tergolong syirik ashghar. Begitu pula kecintaannya kepada sesuatu yang
dibenci oleh Allah ta'ala sampai-sampai membuatnya lebih mendahulukan
kepentingan hawa nafsunya di atas kecintaan kepada Allah juga termasuk
syirik ashghar, dan lain sebagainya. Maka golongan orang semacam ini akan
semakin kehilangan unsur keamanan dan petunjuk sesuai dengan banyaknya
syirik ashghar yang dilakukannya. Berdasarkan sudut pandang inilah para
ulama salaf dahulu juga mengkategorikan perbuatan-perbuatan dosa (selain
syirik) ke dalam jenis syirik ini" dinukil secara ringkas. Demikian kata
Syaikh Abdurrahman bin Hasan rahimahullah" (lihat Fathul Majiid, hal. 35)

Dari keterangan di atas jelaslah bagi kita bahwa kata zalim yang dimaksud
oleh Nabi tatkala menyebutkan ayat tersebut adalah kesyirikan. Sehingga
makna ayat tersebut sebagaimana yang dikatakan oleh Syaikh Shalih Alusy
Syaikh bahwa makna "Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman
mereka" ialah mereka tidak mencampuri tauhidnya dengan syirik jenis apapun"
(lihat At Tamhiid, hal. 24).

Ketentraman dan hidayah inilah yang disebut dengan al amn al muthlaq dan al
ihtida' al muthlaq (lihat Al Qaul Al Mufid I/35-36). Artinya seorang yang
bertauhid dan tidak berbuat syirik pasti memperoleh hidayah dan rasa aman.
Hidayah di dunia dengan ditunjuki meniti jalan yang lurus (mendapat taufik
untuk memeluk dan mengamalkan Islam sampai mati dan tidak melakukan pembatal
keislaman). Sedangkan hidayah di akhirat berupa bimbingan untuk masuk surga.
Adapun rasa aman di dunia berupa rasa tentram di dalam hati dan tidak
bersedih karena selain Allah. Dan akhirnya adalah mendapatkan rasa aman di
akhirat, yaitu diselamatkan dari terus menerus dalam siksaan api neraka
(lihat At Tamhiid, hal. 25 dan Al Qaul Al Mufid, hal. 35-36). Inilah balasan
yang akan didapatkan oleh semua orang yang bertauhid.

Anda ingin menjadi seorang muslim yang sukses? Maka marilah kita bersihkan
diri kita dari kotoran syirik besar maupun syirik kecil dan dari segala
bentuk kezaliman. Semoga Allah ta'ala senantiasa memberikan taufik-Nya
kepada kita untuk istiqamah di atas agama yang hanif ini hingga ajal
menjemput kita dan Allah mengampuni dosa dan kesalahan kita. Wa shallallahu
'ala Nabiyyina Muhammadin wa 'ala alihi wa shahbihi wa sallam.
Walhamdulillahi Rabbil 'alamin.

Sumber: dakwah tauhid

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima E-Mail ini karena Anda tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs  http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan 
lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

<<inline: B60.gif>>

Kirim email ke