*Zionisme*

 Sumber : *ZIONISME: GERAKAN MENAKLUKKAN DUNIA* karya *Z.A. MAULANI *Penerbit
Daseta, hal 7 - 10

'Zionisme' berasal dari kata Ibrani "zion" yang artinya batu-karang.
Maksudnya merujuk kepada batu bangunan Haykal Sulaiman yang didirikan di
atas sebuah bukit karang bernama "Zion", terletak di sebelah barat-daya
Al-Quds (Jerusalem). Bukit Zion ini menempati kedudukan penting dalam agama
Yahudi, karena menurut Taurat, "Al-Masih yang dijanjikan akan menuntun kaum
Yahudi memasuki 'Tanah yang Dijanjikan'. Dan Al-Masih akan memerintah dari
atas puncak bukit Zion".

Zion di kemudian hari diidentikkan dengan kota suci Jerusalem itu sendiri.
'Zionisme' kini tidak lagi hanya memiliki makna keagamaan, tetapi telah
beralih kepada makna politik, yaitu "suatu gerakan pulangnya 'diaspora'
(terbuangnya) kaum Yahudi yang tersebar di seluruh dunia untuk kembali
bersatu sebagai sebuah bangsa dengan Palestina sebagai tanah-air bangsa
Yahudi, dengan Jerusalem sebagai ibukota negaranya". Istilah Zionisme dalam
makna politik itu dicetuskan oleh Nathan Bernbaum, dan 'Zionisme
Internasional' yang pertama berdiri di New York pada tanggal 1 Mei 1776, dua
bulan sebelum kemerdekaan Amerika-Serikat dideklarasikan di Philadelphia.

Gagasan itu mendapatkan dukungan dari Kaisar Napoleon Bonaparte ketika ia
merebut dan menduduki Mesir. Untuk memperoleh bantuan keuangan dari kaum
Yahudi, Napoleon pada tanggal 20 April 1799 mengambil hati dengan
menyerukan, "Wahai kaum Yahudi, mari membangun kembali kota Jerusalem lama".
Sejak itu gerakan untuk kembali ke Jerusalem menjadi marak dan meluas.
Adalah Yahuda al- Kalai (1798-1878), tokoh Yahudi pertama yang melemparkan
gagasan untuk mendirikan sebuah negara Yahudi di Palestina. Gagasan itu
didukung oleh Izvi Hirsch Kalischer (1795-1874) melalui bukunya yang ditulis
dalam bahasa Ibrani 'Derishat Zion' (1826), berisi studi tentang kemungkinan
mendirikan sebuah negara Yahudi di Palestina.

Buku itu disusul oleh tulisan Moses Hess dalam bahasa Jerman, berjudul 'Roma
und Jerusalem' (1862), yang memuat pemikiran tentang solusi "masalah Yahudi"
di Eropa dengan cara mendorong migrasi orang Yahudi ke Palestina. Menurut
Hess kehadiran bangsa Yahudi di Palestina akan turut membantu memikul "missi
suci orang kulit putih untuk mengadabkan bangsa-bangsa Asia yang masih
primitif dan memperkenalkan peradaban Barat kepada mereka". Buku ini memuat
pemikiran awal kerja-sama dan konspirasi Yahudi dengan Barat-Kristen
menghadapi bangsa-bangsa Asia pada umumnya, dan dunia Islam pada khususnya.
Untuk mendukung gagasan itu sebuah organisasi mahasiswa Yahudi militan
bernama 'Ahavat Zion' berdiri di St. Petersburg, Rusia, pada tahun 1818,
yang menyatakan bahwa, "setiap anak Israel mengakui bahwa tidak akan ada
penyelamatan bagi Israel, kecuali mendirikan pemerintahan sendiri di Tanah
Israel ('Erzt Israel')".  (*Suara Hidayatullah - *Edisi Sya'ban/ Ramadhan
1420H/Desember 1999)

Buku Moses Hess 'Roma und Jerusalem' (1862) mendapat perhatian dan dukungan
dari tokoh-tokoh kolonialis Barat karena beberapa pertimbangan. Pertama,
adanya konfrontasi antara Eropa dengan daulah Utsmaniyah Turki di Timur
Tengah. Kedua, bangsa-bangsa Eropa membutuhkan suatu 'bastion' politik yang
kuat di Timur Tengah dan ketika kebutuhan itu muncul orang Yahudi menawarkan
diri secara sukarela untuk menjadi proxi negara-negara Eropa. Ketiga,
kebutuhan bangsa-bangsa Eropa itu sesuai dengan aspirasi kaum Yahudi untuk
kembali ke Palestina. Dan yang keempat, gerakan Zionisme akan berfungsi
membantu memecahkan "masalah Yahudi" di Eropa. Perlu dicatat bahwa gerakan
Zionisme mulai mendapatkan momentumnya berkat bantuan dana keuangan tanpa
reserve dari Mayer Amschel Rothschild (1743-1812) dari Frankfurt, pendiri
dinasti Rothschilds, keluarga Yahudi paling kaya di dunia. Pendukung kuat
dari kalangan politisi Eropa terhadap gerakan Zionisme datang terutama dari
Lloyd George (perdana menteri Inggeris), Arthur Balfour (menteri luar-negeri
Inggeris), Herbert Sidebotham (tokoh Yahudi, Zionisme, dan Israel 9 militer
Inggeris), Mark Sykes, Alfred Milner, Ormsby-Gore, Robert Cecil, J.S.Smuts,
dan Richard Meinerzhagen.

Sebenarnya sejak tahun 1882 Sultan Abdul Hamid II telah mengeluarkan sebuah
dekrit yang berbunyi, meski sultan "sepenuhnya siap untuk mengizinkan orang
Yahudi beremigrasi ke wilayah kekuasaannya, dengan syarat mereka menjadi
kawula daulah Utsmaniyah, tetapi baginda tidak akan mengizinkan mereka
menetap di Palestina". [Ronald Sanders, '*Shores of Refuge : A Hundred Years
of Jewish Emmigration'*, Henry Holt and Company, New York, 1988, h.121.]

Alasan pembatasan ini karena, "Emigrasi kaum Yahudi di masa depan akan dapat
membuahkan sebuah negara Yahudi".[ Connor Cruise O'Brian, '*The Siege : The
Saga of Israel and Zionism'*, Simon and Schuster, New York, 1986, h. 91.]
Pada waktu itu sebelum imigrasi kaum Yahudi yang massif dimulai, kira-kira
hanya ada 25.000 jiwa orang Yahudi di antara 0,5 juta jiwa penduduk Arab di
Palestina.[ Phillip Mattar, '*The Mufti of Jerusalem : Al-Hajj Amin
Al-Husyni, and the Palestinian National Movement'*, Columbia University
Press, New York, 1993,h. 7-10.] Meski ada titah sultan tersebut, arus
imigrasi orang Yahudi tetap berhasil menerobos masuk ke Palestina secara
diam-diam dan berlanjut bahkan melalui cara sogok sekalipun. [Neville
J.Mandel, '*The Arabs and Zionism Before World War II'*, University of
California Press, Berkeley, 1976, h. 18-19.]

Menjelang 1891 beberapa pengusaha Palestina mengungkapkan keprihatinan
mereka mengenai kian meningkatnya imigran Yahudi, sehingga menganggap perlu
mengirimkan telegram ke Istambul menyampaikan keluhan tentang kekhawatiran
itu yang mereka simpulkan akan mampu memonopoli perdagangan yang akan
menjadi ancaman bagi kepentingan bisnis setempat, yang pada gilirannya akan
menjadi ancaman politik.

Pada tahun 1897, tahun yang bersamaan dengan 'Kongres Zionisme I' di Bazel,
mufti Jerusalem, Muhammad Tahir Husseini, ayah dari Hajj Amin Husseini,
memimpin sebuah komisi yang dibentuk khusus untuk mempelajari masalah
penjualan tanah penduduk Arab kepada orang Yahudi. Resolusi komisi tersebut
berhasil meyakinkan pemerintah kesultanan Utsmaniyah mengeluarkan peraturan
yang melarang penjualan tanah milik penduduk Arab kepada orang Yahudi di
daerah Jerusalem untuk beberapa tahun.[ Mandel, h. 21.]

Gagasan tentang gerakan Zionisme, yaitu suatu gerakan politik untuk
mendirikan sebuah negara Yahudi di Palestina, mulai memperlihatkan konsepnya
yang jelas dalam buku 'Der Judenstaat' (1896) yang ditulis oleh seorang
tokoh Yahudi, yang kemudian dipandang sebagai Bapak Theodore Herzl
(1860-1904). Ia salah seorang tokoh besar Yahudi dan Bapak Pendiri Zionisme
modern, barangkali eksponen filosuf tentang eksistensi bangsa Yahudi yang
memiliki pandangan paling jauh ke depan yang pernah dimiliki generasi Yahudi
di sepanjang sejarah mereka. Ia tidak pernah ragu akan adanya "bangsa
Yahudi". Ia menyatakan tentang eksistensi itu pada setiap kesempatan yang
ada. Katanya, "Kami adalah suatu bangsa – Satu Bangsa"

Lebih lengkap unduh di :
http://attanzil.files.wordpress.com/2009/01/za-maulani-zionisme-gerakan-menaklukan-dunia.pdf
Size : 1.3MB, Total halaman : 237

-- 
http://adanipermana.co.cc
http://www.space-it.co.cc

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima E-Mail ini karena Anda tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs  http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan 
lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke