Kamis, 15/01/2009 10:28 WIB Cetak <javascript:print();> |
Kirim<http://www.eramuslim.com/berita/dunia/send/israel-ingin-segera-keluar-dari-gaza>
http://www.eramuslim.com/berita/dunia/israel-ingin-segera-keluar-dari-gaza.htm

Israel tak ingin berperang lebih lama di Gaza. Militer Israel sudah
merasakan pahitnya perang. Menghadapi para pejuang Palestina, yang terus
bertahan menghadapi serangan missil dari udara, darat dan laut. Sebagian
militer Israel sudah kehilangan disiplin. (Yerusalem Post, 15/1/2009).
Diantara anggota tentara Israel sudah ada yang melakukan desersi. Mereka tak
sanggup menghadapi perang di Gaza, dan harus membunuhi orang-orang sipil,
anak-anak, wanita dan orang tua.

Dalam pertemuannya 'Trioka' (Perdana Menteri Olmer, Menlu Tzipi Livni, dan
Menhan Ehud Barak), mendiskusikan, bagaimana caranya melakukan 'exit'
(keluar) dari Gaza? 'Trioka' itu menyetujui mengirim Deputi Menhan Israel,
Amos Gilad, ke Cairo, bertemu dengan sejumlah pejabat di Cairo, menyusun
formulasi 'perdamaian', agar Israel segera dapat keluar dari Gaza. Israel,
nampaknya menyetujui formula yang dibuat Mesir, dan 'gencatan senjata' itu,
yaitu dimulai dengan Hamas menyerahkan Kopral Gilad Shalid ke Mesir, sebagai
pra kondisi bagi terciptanya perundingan gencatan senjata. Namun, fihak
Hamas belum sepenuhnya menerima formula yang dibuat Mesir. Meskipun,
nampaknya telah diklaim bahwa, wakil Hamas Dr.Bardawel, dapat menyetujui isi
formula gencatan senjata.

Menteri Pertahanan Ehud Barak telah membeberkan rencana gencatan senjata
kepada Olmert dan Tzipi, sebaliknya Olmert dan Tzipi, ingin perang
dilanjutkan sampai tujuan perang itu tercapai. Olmert, nampaknya percaya,
tujuan perang akan dapat terwujud. Olmert mendapatkan dukungan dari Kepala
Shin Bet (Dinas Keamanan Dalam Negeri Israel), Yuval Diskin, dan Kepala
Mossad, Meir Dagan. Sedangkan, Menhan Ehud Barak, menyatakan bahwa tujuan
perang sudah tercapai. Silang pendapat antara 'Trioka', menimbulkan
ketidakpastian di Israel, hal ini akan terjadi seperti ketika perang di
Lebanon. Para pemimpin politik dan militer Israel tidak mencapai kesepakatan
dalam mengambil keputusan perang.


 Nampaknya, 'Trioka' (Olmert, Tzipi Livni, Ehud Barat), masih menunggu
kepastian tentang nasib Kopral Gilad Shalid dari pejabat intelijen Mesir,
sebelum mengambil keputusan. Di sisi lain, Menlu Israel, Tzipi Livni
melakukan negosiasi dengan Deputi Menlu AS, Ahahron Abramowitz, yang
bertujuan mencapai kerjasama Israel-AS, menangani penyeludupan senjata dari
perbatasan Mesir ke Gaza. Tzipi memaksa kepada Ahahron agar perjanjian
antara Israel-AS dapat ditandatangani sebelum Condoleeza Rice meninggalkan
Deparlu AS.

Ada keinginan kuat yang menjadi tujuan gencatan senjata bagi Israel, yang
diakomodasi Mesir dalam formula gencatan senjata itu, pertama Hamas harus
melucuti senjatanya, ini sebagai rencana menciptakan keamanan Israel. Kedua,
kerjasama militer antara Israel, Mesir, Amerika, dan Otoritas Paelstina
(PA), guna menghentikan penyelundupan senjata, baik lewat darat atau laut.
Sehingga, tidak ada lagi ancaman keamanan bagi Zionis-Israel. Ketiga,
mengembalikan Otoritas Palestina (PA),yang dipimpin Presiden Mahmud Abbas,
mengambil alih pemerintahan di Gaza. Gaza tidak lagi dibawah kontrol Hamas.

Para pemimpin Israel memberikan perhatian penuh tentang adanya penyelundupan
senjata, yang mereka anggap sebagai ancaman yang sangat serius bagi keamanan
Israel. Selama ini, memang belum termasuk menjadi prioritas utama Israel,
terkait dengan penyelundupan senjata dari Mesir. Meskpun, selama ini Mesir
menutup rapat-rapat perbatasannya.

Israel juga sudah melobby para pejabat Keamanan AS, termasuk dengan Menhan
AS, yang baru Robert Gate, untuk mendapatkan jaminan keamanan dari AS,
khususnya berkaitan dengan penyelundupan senjata dari Mesir ke Gaza. Para
pejabat Israel, melalui Menlu Tzipi Livni, meminta komitment Menhan AS,
Robert Gate, dan Menlu AS yang baru, Hallary Clilnton, agar kerjasama
dibidang intelijen dan militer, guna mengakhiri penyeludupan senjata, dan
dapat digunakan para 'teroris', yang mengancam keamanan Israel menjadi
sebuah keputusan politik antara Israel-AS.

Kemungkinan perang belum segera berakhir. Kemampuan militer Israel dalam
perang di Gaza akan diuji. Israel menurut Menhan Ehud Barak, tujuan perang
yang dilakukan Israel sudah tercapai. Yaitu mereduksi kekuatan militer
Hamas, dan menghancurkan seluruh infrastrukturnya. Tapi, sampai hari ini
belum ada tanda-tanda bahwa para pejuang Hamas mengerek bendera 'putih'.
Sekarang, kekuatan-kekuatan yang terlibat dalam perang di Gaza sedang
berhitung, termasuk Israel ingin melakukan 'exit' (keluar) dari Gaza, dan
menunggu momentum, yang mereka inginkan. Para pemimpin Zionis-Israel sedang
berjudi dengan nasib dan masa depan mereka.

Adakah mereka akan berhasil keluar dari Gaza, dan tanpa harus kehilangan
muka, serta acaman akan eksistensi mereka sebagai sebuah entitas politik di
masas depan? Kehancuran di Gaza yang massif, dan korban yang jumlahnya
sangat besar, menyebabkan rejim Zionis-Israel telah menjadi musuh seluruh
umat manusia. Jika, Israel memenangkan perang di Gaza, tapi sejatinya Israel
telah kalah, akibat kejahatan yang mereka ciptakan sendiri. (M/Hartz)


-- 
http://adanipermana.co.cc
http://www.space-it.co.cc

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima E-Mail ini karena Anda tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs  http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan 
lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke