Berikut data investigasi yang berhasil dihimpun semenjak 8 bulan silam tentang 
penangkapan jibril arrahmah.

1.
Penangkapan jibril arrahmah sebelumnya telah santer terdengar semenjak
awal tahun ini. Terlebih pasca eksekusi terpidana trio bom bali I.
Tidak ada alasan kecuali alasan politik terkait aktifitas pemberitaan
berimbang dan blow-up animo masyarakat terhadap korban fitnah trio bom
bali I. 

2. Aparat mulai menyebar desas desus tentang aliran
dana 5 Milyar yang tidak pernah terbukti keberadaannya. Beberapa
tekanan terhadap percetakan yang menerbitkan buku trio bom bali
memiliki latar belakang politis dibandingkan ekonomis. 

3.
Setelah gagal menyebarkan isu tentang aliran dana 5 Milyar, intelijen
mulai memerankan permainannya terhadap tokoh tokoh yang berpotensi
memiliki kecukupan modal agar dikaitkan dengan pendanaan Jibril dan
Arrahmah pada umumnya. Salah satunya adalah Soraya Abdullah yang
merupakan mantan artis dan pengusaha butik. Soraya bergabung kedalam
pengajian arroyyan yang dipimpin oleh Abu Jibril semenjak 2 tahun yang
lalu.

4. Semenjak bulan Februari 2009, pengawasan terhadap
pegawai arrahmah ditingkatkan oleh intelijen. Indikasi TO (Target
Operasi) MJAR (Muhammad Jibril Abdur Rahman) semakin kuat semenjak
beberapa bulan terkahir. Pengawasan terhadap pegawai arrahmah, dan
teror dilaporkan sering terjadi kepada kru Arrahmah.

5. Beberapa
kali intelijen memantau facebook jibril dan nomor hape yang diaktifkan
dikawasan Kelapa Dua. Intelijen tertarik dengan identitas yang muncul
di fesbuk 'Princess Mujahidah' yang menyebarkan nomor hp jibril untuk
dispamming (jamming). Karena sebelumnya nomor tersebut memang sengaja
diaktifkan untuk memantau siapa orang orang yang dekat dengan MJAR.
Pada akhirnya intelijen menonaktifkan hp tersebut akibat jamming dari
ratusan orang yang masuk ke nomor tersebut.

6. Pemantauan di
forum forum umum mengindikasikan intelijen mengkaitkan identitas
Princess Mujahidah dengan Soraya Abdullah. Dalam aksi intelijen memang
sering menjadikan sosok perempuan sebagai minor target (pancingan) atas
major target yang dituju.

7. Intelijen mulai memerankan psy war
terhadap orang orang yang berhubungan erat dengan MJAR, dengan
dikaitkannya MJAR dengan SJ (Saifuddin Jaelani) yang menurutnya pernah
bertemu di Saudi Syawal 1429 tahun lalu. Termasuk psywar atas
dikaitkannya MJAR dengan NMT (Nordin Moh. Top), dikarenakan keinginan
MJAR untuk mewancarai NMT.

8. Delik yang (disetting) ditujukan kepada MJAR menyangkut beberapa hal:
a.
Pendanaan terorisme = tidak terbukti, dikarenakan kesehatan keuangan
arrahmah yang dikatakan jauh dari cukup. Termasuk hutang hutang, dan
diobralnya beberapa buku terbitan arrahmah.
b. Pengkaitan dengan
orang yang terlibat dengan pembom-an marriot = tidak terbukti,
dikarenakan perbedaan ideologi yang dibawa MJAR dan orang tersebut
(strategi jihadnya), termasuk indikasi unsur pidana meskipun pernah
bertemu dengan orang yang terlibat dengan bom marriot.
c. Pengkaitan
dengan NMT = tidak terbukti, baik atas indikasi blog (busro) dan
website yang menyatakan dukungan terhadap perjuangan jihad secara
universal. Ataupun keinginan wawancara MJAR terhadap NMT belum bisa
dikatakan memenuhi unsur pidana. Seorang wartawan BBC/ Al Jazeera
ketika berhasil mewawancarai Usama bin Ladin apakah kemudian memenuhi
pelanggaran pidana?
d. Pengkaitan dengan Al Qaida = tidak terbukti,
dikarenakan perbedaan ideologi dan perbedaan waktu terbentuknya Al
Qaida dan Al Ghuraba yang jauh sebelum itu. Al Ghuraba sendiri telah
bubar tahun 2002.
e. Melindungi tersangka = tidak terbukti, dengan
istilah lain adalah intelijen menginginkan nama lain dan baru sebagai
sosok terorisme. Skenario ini dilakukan setelah bukti bukti tidak mampu
dikumpulkan. Termasuk mendapatkan nama baru hasil interogasi terhadap
MJAR.

Alhasil unsur pidana yang bisa dijatuhkan ada beberapa hal :
1. Pemalsuan identitas 
2. Pelanggaran UU ITE/ UU Penyiaran/ UU Pers = harus dibuktikan dan atas 
laporan dewan pers.

9.
Perpanjangan masa tahanan MJAR menjadi 4 bulan yang tidak pernah
tercantum dalam UU Terorisme. Teknik perpanjangan masa tahanan awalnya
teknik Benny Jozua Mamoto (Wakil Sekretaris National Central Bureau
Interpol Indonesia) ketika memeriksa tahanan JI di Malaysia dan
Singapura. Perpanjangan masa tahanan ini ditujukan untuk membongkar
keterlibatan pihak lain yang diindikasikan terlibat.

Beberapa target politis dalam skenario terorisme terbaru antara lain:
1. Pergantian kapolri
2. Pergeseran perwira tinggi yang masih loyal terhadap presiden dan bersih
3. Revisi UU Anti Teror
4. Revisi UU Rahasia Negara

Sumber: REVOLUSIDAMAI



      Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke 
Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima E-Mail ini karena Anda tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs  http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan 
lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke