Tolong sebarkan web ini: www.bantencenter.com

--- On Fri, 10/1/10, kus darmawan <[email protected]> wrote:


From: kus darmawan <[email protected]>
Subject: [mediamusliminfo] Kenapa Rokok (Tidak) Haram?
To: "PMD" <[email protected]>, "Ingatan Islam" 
<[email protected]>, "Syiar Islam" <[email protected]>, 
"Pesantren Virtual" <[email protected]>, "Pesantren 
daarut-tauhiid" <[email protected]>, "Pesantren Islam" 
<[email protected]>, "Taman2 Syurga" <[email protected]>, 
"mediamusliminfo" <[email protected]>, "PKS" 
<[email protected]>
Date: Friday, October 1, 2010, 9:33 PM







(ERAMUSLIM) DALAM sebuah kesempatan kultum Tarawih pada Ramadhan 1431 H di 
Masjid Pogung Raya, Yogyakarta, Prof. Dr. Yunahar Ilyas dengan bahasa tuturnya 
yang memikat, lugas, cenderung humoris, tetapi sangat serius; membahas tentang 
“Kenapa Rokok Haram?” Saya mencoba menulis ulang uraian bernas beliau dengan 
bahasa saya sendiri dan tambahan materi di sana sini pada catatan ringkas 
berikut ini.
Dalil pertama, bisa Anda baca langsung di bungkus rokoknya. “MEROKOK DAPAT 
MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN 
JANIN”. Itu dalilnya, kata beliau.
Dalil kedua, karena merokok itu berpotensi membunuh diri sendiri. Hanya lebih 
lambat saja dari gantung diri, menembak kepala dengan pistol, atau menenggak 
racun serangga satu botol, beberapa di antara metode bunuh diri yang terbukti 
ampuh saat ini.
Sedangkan setiap hal yang membahayakan diri sendiri dan membahayakan orang lain 
adalah haram. (HR Ibnu Majah, Malik, Al-Hakim, Al-Haitsami, Ad-Daaruquthni, dan 
Al-Baihaqi). Al-Quran pun mengharamkan seorang muslim bunuh diri, dengan alasan 
apa pun. “Dan janganlah kamu membunuh dirimu.” (QS An-Nisaa’ [4]: 29).
Seorang muslim yang mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri, maka ia kafir 
di penghujung hayatnya karena berputus asa dari rahmat Allah. Dilaknat oleh 
seluruh penduduk langit dan kekal di neraka jahannam.
Apakah para rokoker (baca: perokok) tidak menyadari tentang aktivitas bunuh 
diri perlahan-lahannya itu?
Dalil ketiga, sekitar 75% yang terkena dampak kejahatan rokok adalah perokok 
pasif. Mereka yang tidak merokok tapi terpaksa harus mengisap asap rokok karena 
tak bisa dihindari. Ini data akurat yang tak pantas ditertawakan tanpa dosa 
oleh para rokoker. Sebagian besar korbannya adalah istri, anak, mertua, 
keponakan, dan orang-orang terdekat Anda sendiri. Teman-teman Anda yang tidak 
merokok tapi karena harus berhubungan dengan Anda karena pekerjaan atau 
aktivitas lain sehingga mau tak mau mengisap asap rokok yang Anda bakar tanpa 
mau kompromi. Artinya Anda sangat berpotensi membunuh mereka dengan perantara 
asap rokok Anda yang menyebar ke mana-mana dan terhisap orang lain.
Padahal, “Barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu 
(membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka 
seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya.” (QS Al-Maa’idah [5]: 32).
Camkanlah! Jangan merasa sok suci dulu jika melihat seorang perampok membunuh 
seorang korbannya dengan cara membacok, karena bisa jadi Anda—para 
rokoker—membunuh lebih banyak orang tak berdosa secara perlahan tanpa pernah 
Anda sadari dengan cara yang lebih sadis dari bacokan benda tajam perampok itu.
Dalil keempat, merokok itu membakar uang. Uang kok dibakar? Daripada dibakar, 
mengapa tidak Anda gunakan untuk kebaikan? Buat infak, sedekah, amal jariah, 
atau amal kebaikan lainnya.
Allah menciptakan jin dan manusia untuk beribadah kepada-Nya. (QS 
Adz-Dzaariyaat [51]: 56). Ibadah itu tidak hanya shalat, zakat, puasa Ramadhan, 
dan naik haji ke Tanah Suci. Namun setiap apa pun yang kita perbuat. Apakah 
membakar uang itu termasuk ibadah yang bernilai pahala di sisi-Nya?
Hmm, mungkin Anda para rokoker ada yang bersedia menjelaskannya?
Seorang teman saya—(baca: penulis), yang kini bekerja di sebuah perusahaan 
Engineer and Constructors berkantor pusat di India dengan gaji per bulan di 
atas sepuluh juta rupiah, suatu hari pernah berujar, “Uang rokokku setahun 
berkisar antara 6-8 juta lho....” Usianya pada akhir November tahun ini akan 
menyentuh angka 30. Jika ia diberi usia hingga 60 tahun dan tak berhenti 
merokok, maka uang yang sukses dibakarnya berkisar antara 180-240 juta rupiah. 
Jumlah uang yang tidak sedikit, bukan? Cukup untuk berkurban seekor sapi gemuk 
setiap‘Idul Qurban tiba selama 30 tahun berturut-turut.
Maka mari kita coba mengulang kembali pelajaran matematika sederhana sejenak. 
Jika dari 200 sekian juta penduduk Indonesia saat ini, 20% saja di antaranya 
menjadi rokoker, dengan asumsi setiap rokoker menghabiskan uang sepuluh ribu 
rupiah per hari, dalam setahun uang yang dibakar penduduk negeri tercinta ini 
adalah: 40.000.000 orang x Rp. 10.000,- x 365 hari = Rp. 146.000.000.000.000,-
Bisa minta tolong Anda bacakan berapa besaran nilai rupiah yang sukses dibakar 
secara berjamaah oleh penduduk negeri gemah rimah loh jenawi namun ternyata 
masuk kategori negara miskin di dunia ini dalam setahun?
Ternyata ada sebagian rokoker yang tetap ngeyel, masih berpikir sangat egois 
dan semau gue. Begini argumen salah seorang rokoker bermahzab ngeyel itu, 
mengutip pernyataan seorang professor Mikrobiologi dan Biologi Molekuler yang 
dikatakan temannya yang katanya seorang dokter spesialis, “Suatu hari nikotin 
mungkin menjadi alternatif yang mengejutkan sebagai obat TBC yang susah 
diobati. Senyawa ini menghentikan pertumbuhan kuman TBC dalam sebuah tes 
laboratorium, bahkan bila digunakan dalam jumlah kecil saja.”
Coba sidang pembaca perhatikan kata-kata yang sengaja saya tebalkan pada 
argumen rokoker bermahzab ngeyel di atas. Dua kata pertama adalah suatu hari. 
Kapan suatu hari itu waktunya tiba? Masih ditambah dengan kata ketiga, mungkin. 
Oh my God! Bertaruh dengan sesuatu yang belum jelas waktunya dan belum tentu 
kebenarannya? Sementara mudharat-nya sudah jelas-jelas nyata dan tampak di 
depan mata? Sebuah pola pikir macam apa itu bagi seorang muslim yang memahami 
dan meyakini bahwa setiap aktivitasnya di dunia ini adalah sebuah pertaruhan 
antara surga dan neraka?
Di penghujung kultum, Prof. Dr. Yunahar Ilyas menutup uraiannya—yang membuat 
jamaah shalat Isya malam itu tertawa getir, tentang tiga manfaat merokok. Apa 
saja itu?
Pertama, membuat rumah sang rokoker aman. Karena saat jam dua dini hari ketika 
segerombolan perampok akan menyatroni kediamannya, ia masih terjaga. Masih 
terbatuk-batuk hebat dengan gembiranya. Maka gerombolan maling itu pun 
mengurungkan niat mereka.
Kedua, membuat sang rokoker awet muda. Karena rata-rata di antara mereka sudah 
harus menghadap Sang Pencipta di saat masih usia muda.
Ketiga, mengurangi jumlah orang miskin. Karena lebih dari 50% rokoker berasal 
dari kalangan menengah ke bawah (miskin). Jadi semakin banyak rokoker, maka 
jumlah orang miskin di negeri ini makin berkurang.
Demikian sedikit yang dapat saya bagi di ruang pembaca ini. Saran saya bagi 
Anda para rokoker, silahkan Anda bebas merokok di mana pun Anda mau, tetapi 
mohon Anda membawa sebuah alat khusus—mungkin semacam plastik transparan 
berukuran jumbo, kemudian Anda masuk ke dalamnya setiap kali akan 
merokok—sehingga 100% asap rokok Anda hisap sendiri.
http://www.eramuslim.com/oase-iman/setta-ss-kenapa-rokok-tidak-haram.htm

Allahu a’lam bish-shawab.

Yogyakarta, 24 September 2o1o 11:44 p.m.
Sebuah upaya menghindari jadi perokok pasif dari seorang yang anti rokok dari 
sudut pandang seorang muslim. 

-- 
Anda menerima E-Mail ini karena Anda tergabung dalam Google Groups yaitu "Media 
Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan 
lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com


      

-- 
Anda menerima E-Mail ini karena Anda tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs  http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan 
lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com

Kirim email ke