SI-POER wrote:
>
> On Mon, 8 Feb 1999, I Made Wiryana wrote:
>
> > Kalau kita cuma "menerima" dan tidak mencoba mengevaluasi ya kembali
> > ke posisi kita sebagai "cunsomer yang manis", kita harus jadi "consumer
> > yang kritis".
>
> Saya pernah merasakannya, dimana posisi kita sebagai customer sangat lemah
> sekali, artinya sekali beli ya sudah, selesai.
> Pernah ada masalah waktu ditanyakan malah dianjurkan untuk upgrade ke
> release yang lebih baru (duit lagi).
Nah kembali ke pada ke dua pernyataan dia tas (saya dan SI-POER) apakah
itu termasuk negatif karena menjelekkan tanggapan si pemberi support.
Bukankah itu salah satu cara "untuk membuka" agar orang mulai
mempertimbagnkan
itu saja hal yang wajar. Kalau kita bisa menerima dalam hal demonstrasi
dsb.. kenapa kita tidak bisa untuk hal teknis.. ? Apakah arti kritis
kita hanya terbatas... ??
> > tapi bisa dibuktikan dengan percobaan, atau tulisan ilmiah
> > (maaf saya rasa saya selalu mencoba mengacu ke tulisan ilmiah dalam
> > berargumentasi, misal dengan pola kernel paging dsb)
>
> Kalau yang ini saya belum berani, belum bisa nulis yang ilmiah sich,
> paling kalau mau bukti orientasinya ke kepuasan user...
Betul.. artinya.. user puas sesuai dengan task.. bukan user puas yang
menilai secara komentar pemasaran.
Justru itu saya penasaran melakukan analisis akseptibilitas..
> Ternyata memang benar, setelah mencoba mendalami linux, baru sadar kalau
> selama ini banyak sekali hal yang terlewatkan oleh kita..
Mungkin begitu juga dengan saya "karena tidak pernah pakai Windows" ada
yang terlewatkan oleh saya kebaikannya...atau saya terlewatkan
memperhatikan
keburukan Linux. Justru dengan "hajar-hajaran" itu kita bisa membuka
mata
I M W
* Gunadarma Mailing List --------------------------------------
* Archives : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
* Berhenti : 'unsubscribe' ke [EMAIL PROTECTED]
* Administrator: [EMAIL PROTECTED]