[EMAIL PROTECTED] wrote:
>
> Customer tidak perlu membayar yg membayar adalah M$ itu sendiri, dalam
> konsep marketing ini disebut penanaman 'brand image' hal hal yg begini akan
> membekas pada si pseserta jika kelak mereka akan menjadi pengambil
Memang secara langsung tidak.. tetapi dari sisi total, buntut-buntutnya
adalah meninggikan biaya produksi secara keseluruhan yang akhirnya
"dibebankan kepada para konsumen". (sama dengan obat yang lebih dari
60% adalah biaya marketing dan kemasan), oleh sebab itu obat GENERIC
walau kandungannya sama menjadi murah.
Nah secara global ini sebetulnya kurang menguntungkan bagi masyarakat
pengguna, karena dia harus membayar sesuatu yang "jauh" kaitannya dengna
kualitas barang yang dia terima (memang kalau diurut-urut masih ada
tetapi ada jalan lain yang lebih hemat..)
> Hal lain yang menjadi salah satu faktor pengambilan keputusan dalam bisnis
> adalah kekuatan vendor dari sisi finansial, dengan memutar film konsumen
> akan tahu bahwa vendornya adalah kredible. Karena itu banyak perusahaan
Di sini sebetulnya adalah masalah "penilaian kredbilitas" di Indonesia
kita sering menilai kredibilitas dari bentukan luar, misal persh besar
pegawai banyak gedung besar dan keren, sering bikin acara... Berbeda
dengan masyarakat yang "lebih modern dalam menilai" mereka lebih menitik
beratkan pada penilaian yang sifatnya lebih langsung (perhitungan neraca
tadi adalah salah satunya juga).. Sebagai contoh adalah persh besar
di Indoensia, ternyata kantor utamanya di sini.. kecil tidak semegah
di Indonesia...
> statistik yang mempunyai asumsi tersendiri mengenai masalah tingkat
> kebenaran angka itu sendiri, begitu kata Kwik Kian Gie ) adalah pemberian
> contoh yang tepat. Referensi yang lebih detail lagi akan sangat membantu
> dalam pengambilan keputusan pemilihan operating system sendiri.
Sayang sekali baru 1-2 media massa yang bersedia memberikan liputan
mengenai
refernsi keputusan pemilihan OS. Mungkin karena tidak disertai dengan
"press release".
Sebagai contoh berita "Windows Refund Day" yang ramai sekali di media
massa asing (dari Washington Post, hingga majalah di Malaysia), di
Indonesia
sepi-sepi sekali.
Windows refund day, meletakkan permasalahan pada "hak konsumen untuk
menentukan apa yang dibayar sesuai dengan yang dia butuhkan, bukan
yang dipaksakan"... jadi terlepas dari MS atau tidak tapi nilai
filosofi
perubahan pandangan konsumen ini lah yang seharusnya menjadi titik
pemberitaan
Atau karena MS terlalu kuat "brand image"-nya di Indonesia..??
IMW
* Gunadarma Mailing List --------------------------------------
* Archives : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
* Berhenti : 'unsubscribe' ke [EMAIL PROTECTED]
* Administrator: [EMAIL PROTECTED]