On Sun, 17 Oct 1999, BD Parmadi wrote:
> begini, saya lihat pak made termasuk orang yag paling jago dalam linux ya,
> saya lihat linux lumayan juga, kami sudah test redhat & mandrake dan
> sebentar lagi kami mau lihat susse juga start office.
Sebentar.. saya sendiri bukan yang paling jago Linux (banyak yang lebih
jago).. saya cuma tukang kompor.. karena saya melihat sisi positif lainnya
dari Linux. Lebih dari sekedar teknologi alternatif.
beberapa point menarik yang timbul dari Linux ini (dan Linux movement)
adalah
- Pemberdayaan user (empowerment, tetapi bukan dalam konteks Bill Gates
dan Steven Balmer). Artinya user mendapatkan kekuatan untuk
mengembangkan solusinya sendiri, memiliki kebebasan menentukan, lepas
dari ketergantungan.
- Menunjukkan beberapa kesalahan yang mungkin pernah kita lakukan di masa
lalu (misal kesalahan pemilihan solusi dll)
> proxy)kedalam kami punya network, sebab masih banyak yang mesti dipelajari
> dari segala sudut, (mungkin saya akan minta advise anda dalam beberapa hal).
Jangan takut.. tetapi ingat dalam mempelajari Linux visi kita apa
apakah kita cuma melihat-lihat hingga 'mature' terus kita pakai, atau kita
tidak mau karena belum mature.
Menurut saya sebaiknya yang dilihat adalah, bila belum mature (ada
kekurangan) apakah ada kemungkinan bagi kita untuk menutupi kekurangan
tsb. Dengan cara inilah orang TI kita akan makin matang sebagai developer
bukan sebagai 'sales'
> Sebagai gambaran network kami mix OS (VMS, Digital Unix, SCO Unix, NT &
> NEtware) untuk user kami pakai NT workstation, untuk promote satu system
> perlu jalan berliku dan "biasa" top management tidak mau approve sebelum
> terbukti safe dan handal serta dukungan dari banyak aplikasi (terutama saat
> crash/panic) .
He..he.eh. saya sendiri sering sedih melihat banyak Bank di Indonesia
mengandalkan ke NT workstation dan sering crash (security NT workstation
sendiri lemah sekali). Bukan apa apa, karena ini sebetulnya pembuangan
uang (rakyat,.. kalau dia BUMN).
Padahal solusi itu bisa dengan mudah ditangani oleh XTerminal... yang jauh
lebih murah.
Seperti yang saya alami sebagian besra top management.. masih sedikit
sekali menghiraukan aspek teknik.. lebih banyak bergantung pada aspek
'iklan' dan 'K'....he.he.eh. sering sekali divisi teknik telah
menyarankan suatu solusi dengan platform tertentu tetapi keputusan adalah
lain. Karena ada faktor 'X'.
Saya sendiri terkadang sering melihat institusi di Indonesia memakai
platform (mix) lebih kepada tuntutan trend... (iseng saya pernah tanya ke
suatu institusi jumlah data yang dipakai, frekuensi transkasi.. dsb..
sebetulnya.. ternyata mesin besarnya tersebut bisa di'replace' dan diganti
dg PC dg Postgress.. yang jauh amat sangat lebih murah).
> network sudah besar biasanya management nggak mau pakai barang yang
> nggak jelas support/yang bertanggun jawab dengan support (kami ikut
> kontrak service).
Ini adalah alasan yang selalu keluar... kenyataannya... we are on our
own...he.he.eh. kalau nggak jelas support dan sulit support kenapa TAB
Quensland berani pakai untuk jaringannya seluruh TAB (mesin judi pacuan
kuda...)
Mungkin kalau yang sempet ngikutin seminar saya.. pernah saya tunjukkan
gambarnya...
>
> Mungkin kami bisa pakai linux, tapi kalau nanti kalau sudah banyak aplikasi
> yang bisa jalan diatasnya.
Aplikasi apa yang anda butuhkan...?? saya rasa sudah ada semua... hanya
'kemalasan' yang kadang menghalangi. Kemalasan dalam arti mengadaptasi
sesuatu yang baru.
> oh ya satu lagi, kami sudah nggak pakai lagi 486, kami pakai min pII 333.
> untuk server kami pakai min double prosesor exclude VMS.
Maaf saya bukan tipe yang terlalu suka dg hardware besar.. saya lebih
'kagum' kepada institusi yang 'cerdik' memakai hardware.. kalau PII 333
itu cuma buat desktop buat apa (atau cuma buat create document),
Terus terang saya lebih kagum pada rekan-rekan dg hardware terbatas tapi
bisa menyediakan fasilitas komputasi yang baik (he.h.e.eh. banyak di milis
ini, koq..)..
seperti dg 486 butut jadi mail server persh, 486 butut jadi client untuk
internet akses... 486 butut jadi database server.
Kalau kita masih selalu berpendapat, solusi kurang cepat diatasi dg
prosesor lebih cepat atau mesin lebih besar.. kita akan selalu menjadi
'big spender'... bukankah yang baik.. adalah memakai perangkat yang ada
seoptimal mungkin...
(he..he.eh kalau saya punya desktop semua PII 333, udah saya pasang untuk
migrate operasi... jadi bisa dibagi ke semua desktop ketika nganggur...)
Bagi saya sendiri PII 333 itu sudah suatu 'kemewahan'
IMW
* Gunadarma Mailing List -----------------------------------------------
* Archives : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
* Langganan : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Berhenti : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Administrator: [EMAIL PROTECTED]