wow...nice tapi tapi pasti worthed donggg. soalnya di singapura aja gaji dosen
juga tinggi, jauh diatas gaji profesional. sangat bertolak belakang dengan di
indonesia. Tapi mungkin dengan imbalan yg sepadan itulah bisa dapt yg
berkualitas. Saya sendiri termasuk setuju, tapi ada beberapa dosen yg mau juga
ketemu mahasiswa malam walaupun gajinya mungkin nggak terlalu tinggi. Atau
memang uang bukan masalah, artinnya beliau ini sudah berkecukupan dari kecil .
Saya masih inget waktu bikin pi, ketemu dosen pembimbing jam 11 malam!! abis
itu juga masih ada mahasiswa yg antri, terakhir saya cek ke teman, ternyata
sampai jam 2 lebih! salut...

I Made Wiryana wrote:

> On Sat, 25 Dec 1999, Irwan Hadi wrote:
> > PS: kalau di Jerman bagaimana ?
>
> Di Jerman... untuk jadi dosen saratnya cukup berat.. jadi kalau kita lihat
> gaji doang sih sepertinya memang enak.. tapi diliat
> kewajibannya juga lebih berat...8-(  (dibandingkan kuajiban dosen di
> Indonesia..he.he.h.e ).
> Lulus Doktor harus ambil Habil (harus rutin nulis 5 tahun dulu)..baru bisa
> jadi dosen tetap... 8-(
> IMW
>



* Gunadarma Mailing List -----------------------------------------------
* Archives     : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
* Langganan    : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Berhenti     : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Administrator: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke