> Itu dia yang susahnya kalau di Indonesia, dosen digaji kecil, jadi musti
> cari kerjaan tambahan, jadilah akhirnya soal ngajar jadi nomor 2.
> Kalau di amerika, kebalikannya yah ?
> PS: kalau di Jerman bagaimana ?

Wah entah kalo Pak Made atau yang lain gimana tuh professornya...
Tapi kalo saya lihat, professor saya di PB dan juga profesor tetangga saya
(ruangannya deket tuh di sebelah) Mereka juga 'ngobyek' (tau ini istilah
darimana ?) alias mroyek juga. Mereka sering kali dibayar sama perusahaan
untuk jadi expert atau sekedar konsultan. Bahkan terkadang mereka
ngusahain bisa dapet proyek besar dari Goverment atau dari Industri
raksasa yang kemudian dikerjakan oleh si Professor dengan
rekannya tentunya juga dengan mahasiswa nya. Itulah kenapa seringkali
disertasi ada catatan nya.... dikerjakan sebagai riset dalam proyek apa
gitu. 
Emang sih gaji mereka juga cukup gede sebagai professor dikampus, tapi
bukan berarti mereka cuma makan gaji itu aja.... 
Mungkin sih bukan gaji yang mereka kejar di luar ... tapi gimana supaya
keahliannya bisa kepake, mahasiswa nya bisa ngerti dunia kerja, kampusnya
bisa deket sama industri dan tentu juga nama si professor bisa dikenal.
Terkadang kalo si professor duduk di komisi pentingnya Uni... wah mereka
justru nyari proyek atau mungkin itu adalah sebagian dari tugasnya sebagai
pejabat di Uni.... supaya dunia industri bisa bantu kampus untuk jadi
sponsor Uni atau Fach tertentu.
emang itu baru selintas pandang saya sebagai mahasiswa, tapi mungkin bisa
jadi bahan perbandingan.
Gimana ? Mungkin yang lain ada cerita lain
Kali aja ntar dosen di Indo bisa lebih agresif dan kreatif tapi tetap
bertanggung jawab ;-)

Anthi
    


* Gunadarma Mailing List -----------------------------------------------
* Archives     : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
* Langganan    : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Berhenti     : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Administrator: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke