At 21-02-00 11:44 PM , IMW wrote:
> saya mencoba membuka mata saya.. dan pendapat saya itu kini berubah.
> Apalagi setelah melihat trend yang ada di sekolah sini...8-)
berbeda jauh dgn trend di Gunadarma yah :)
> Oh iya.. jangan khawatir pikiran ini murni dari "otak saya" tanpa ada
> tekanan ataupun pengharapan tertentu saya kepada Gunadarma. Takutnya ntar
> ada yang bilang saya "car-muk" lagi..he.he.he...
Biar "car-muk" sekalipun, yang penting solusinya berguna :)
> Menurut saya pribadi ... praktek ala Ujian Mandiri tersebut sebetulnya
> bisa memberikan kontribusi yang positif (kalau para mahasiswanya.. juga
> mau...8-), dan kalau implementasi nya baik. (Harap bedakan antara konsep
> dan implementasi). Sebab apa ? Saya akan ceritakan "sejarah perubahan
> pandangan saya ini".
-------dipotong--------
hmm..kalau berkonsep ujian online murni dan belajar mandiri saya setuju.
Namun kalau tujuannya dibuat untuk "ujian pengulangan mata kuliah yg
tidak/blom lulus", rasanya sih ini start yang buruk untuk mencapai tujuan
ujian/kuliah online.
> Di samping faktor "knowledge induction" faktor nilai yang diperoleh
> merupakan hal yang ramai diperdebatkan juga. Memang "nilai" menjadi hal
> yang diperdebatkan. Tetapi semua itu kembali lagi ke peserta proses itu.
> Apakah dia "BERTANGGUNG JAWAB" dengan nilainya atau tidak.
Bagaimana kalau pertanyaannya diubah menjadi:
Gimana solusi "pengulangan mata kuliah yang tidak/blom lulus" yang turut
mendidik mahasiswa supaya bertanggung jawab terhadap nilainya?
Sebab hadirnya UM di Gunadarma justru tepat di tengah situasi dan kondisi
dimana rata-rata mahasiswanya mencari nilai, bukan mencari ilmu.
Repotnya lagi, kok pada implementasinya Gunadarma terkesan memanfaatkan
situasi di atas untuk mencari duit menggunakan UM, sebab pembayaran
mahasiswa yang hendak meng-UM tidak menggunakan blanko pembayaran resmi.
> Tentang apakah "hasil" dari Ujian seperti ini bisa dipertanggung jawabkan.
> Saya tetap memakai jawaban standard "TERGANTUNG MAHASISWA-nya"...Bukan
> hanya Gunadarmanya. Sama saja ujian biasa pun tidak cukup untuk
> menggambarkan kemampuan mahasiswa... semua itu TETAP TERGANTUNG PADA
> MAHASISWANYA.. apakah nilai itu dianggap "BERKAH" atau dianggap "SESUATU
> YANG HARUS DIBUKTIKAN".
Berhubung situasi dan kondisi mahasiswa di Gunadarma sedemikian rupa, saya
berharap penuh bahwa pihak Kampus untuk selanjutnya bertindak lebih
strategis dalam memberikan kemudahan bagi mahasiswanya.
> Salam hangat dari Jerman... saya sedang "self learning untuk traffic
> modelling.. gara-gara belum ada yang paham di sini"... nasib...nasib
> pengen belajar malah disuruh ngajar...8-)
di sini saya mau belajar mencari ilmu, malah disodorinnya cara ndapetin
nilai mulu :D
Btw, bukankah kata Pak Made, dalam mengajar kita toh blajar juga?
Salam,
Mark.
* Gunadarma Mailing List -----------------------------------------------
* Archives : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
* Langganan : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Berhenti : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Administrator: [EMAIL PROTECTED]