I Made Wiryana wrote:
>
> On Mon, 13 Mar 2000 [EMAIL PROTECTED] wrote:
>
> > gimana nih saya mau bisa dikenal .....lah saya sendiri belum bisa atau
> > banyak nyoba linux, sementara pasaran diluar dan mata kuliah most all on
> > windows........mau ke perusahan on windows.........nah sementara yang
> > pakai linus sedikit, sedang kalau kita belajar banyak tentang linux, apa
>
> Lho kalau dibalik.. gimana sekarang ini malah banyak persh yang cari
> tenaga Linux...8-),
>
> - Memang tidak ada kebutuhan tenaga Linux
> - Kita tidak tahu adanya kebutuhan tenaga Linux.
>
> Bukannya malah ini kesempatan atau "Future" kalau kita belajar Linux...
>
Saya mau mengomentari sedikit ttg linux/unix ( di mata saya dari
teknologi relatif sama, kecuali source code yg membedakan,walaupun linux
sendiri codingnya sama sekali nggak mengambil dari unix ). Saya
kemukakan lagi 3 kategori penggunaan komputer & softwarenya. yg sekali
lagi saya kemukakan batasan ini makin kabur dan tumpang tindih karena
perkembangan teknologi
1. mainframe
2. Mini
3. PC
Dulu waktu linux belum populer atau unix masih jarang digunakan di
indonesia (walaupun unix sudah ada dari sejak saya belum lahir eheheh )
yg banyak dipakai adalah Mini kategori AS400, Mainframe dan PC. Kelompok
mainframe dan mini yg didominasi biasanya di pakai pleh perusahaan yg
sudah melakukan komputerisasi dari jaman tahun kuda dan mempunyai
kemampuan finansial yg kuat.
Sedangkan kelompok PC banyak memakai Novell Netware dengan DOS. Profil
perusahaannya pun bisanya tidak terlalu besar dari segi asset dan omset.
Nah dengan kata lain kemampuan menggaji pun lebih kecil dibanding
perusahaan yg memakai mini dan mainframe. Beberapa perusahaan besar
menggabungkan pc -pc dan main frame.
Dengan sadar akan biaya, terjadilah downsizing dari main frame dan
kelompok IBM as400 ( dan komputer yg harganya sekelas ), ke bawah unix
adalah pilihan yg lebih murah disamping performance-nya tetap tinggi.
Pada saat yg bersamaan dari ada pergeseran dari novell netware ke
windows NT karena 'kemudahan' mengoperasikan, dan beberapa perusahaan
juga migrate menggunakan UNIX untuk PC seperti misalnya SCO, Unixware.
Dari pengamatan saya kelompok yg memakai unix ini adalah perusahaan yg
kemampuan dan kemauan menggaji karywannya cukup tingi. Nah berdasar
pengalaman ( yg saya sendiri mengalami ), kalo kita bilang ngerti unix (
dalam skala kemampuan yg sama dibanding dgn Windows NT ), saya lihat
penghargaan dari perusahaan akan lebih tinggi. jadi kalau belajar linux
yg apalagi open source jadi lebih ngerti, saya pikir akan mendapat
reward yg lebih tinggi kalau sudah bekerja. Pengamatan saya ini memang
tidak berdasarkan data yg akurat dan ini hanya pengamatan pribadi saja.
Kalau pak Made ingat, saya pernah tanya ada nggak survery penggunaan
software di Indonesia. Kalo nggak salah waktu di jawabbelum ada. Saya
menanyakan karena saya pernah bekerja di konsultan yg merangkap 'semi
sales & marketing' yg dari yg saya amati, pembeli software dgn platform
unix, adalah perusahaan yg mempunyai kemampuan finansial sangat tinggi.
Jadi kalo linux belum dipakai, itu bisa menjadi sarana untuk menguasai
unix. Jadi toh tetap sama2 mendapatkan kemampuan.
Dan sekali lagi ini adalah yg terjadi di Indonesia, di Australia sendiri
NT sangat populer..ini menurut pengakuan trainer dari australia. Dan
dari cara mengajarnya lebih di posisikan agar pemakai novell migrate ke
windows NT. Saya sendiri tidak tahu di negara2 lain, karena saya cuma
mengamati sekilas saja.
Tapi dengan diakuinya org IT menjadi bagian dari manajemen yg akan
menjadi enabler bisnis, dan bisnis itu sendiri akan drive IT. Maka
kemampuan memberikan solusi yg murah dan handal menjadi sangat penting.
Ade
<deleted>
> Hanya..masalah visi saja koq..
>
> IMW
>
* Gunadarma Mailing List -----------------------------------------------
* Archives : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
* Langganan : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Berhenti : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Administrator: [EMAIL PROTECTED]