On Thu, 23 Mar 2000, Arlis wrote:
> Tapi sayang sekali.... ASP bisa diasumsikan sebagai sebuah interpreter.
> seperti juga perl...
> misal di perl ada fungsi -> print "contoh perl dan <tag>";
> apakah di perl ada validasi string yang akan di print???
Nah justru itu.. seharusnya kalau "interpreter" yang baik (apalagi khan
dalam disainnya interpreter ini ditujukan untuk client HTML) tentunya akan
diberikan validasi output yang sesuai dg HTML standard.
Bukan berarti kesalahan ini hanya ada pada ASP juga bisa timbul di PHP.
Yang jadi masalah adalah "bagaimana menambalnya".
> masa sih... saya mau cetak kata tertentu ngga boleh???
> ngga merdeka dong....
> jadi yang menjaga validasi tag seharusnyalah authoring tool
> bukan interpreternya.
"kata-kata" itu saya anggap sebagai contoh... karakter, tag lebih
tepatnya kalau ingin contoh yang "jelas"..
Kembali ke kasus "ASP, PHP, dan any component" pada Web infrastruktur.
Pada dasarnya setiap penambahan komponen akan "mengekang kemerdekaan"
(contoh compiler, shell).. Tapi khan tujuan penambahan komponen itu agar
"sistem secara total" bekerja lebih baik (dalam hal ini Web Server --
Middel-- Client-- User)
Mungkin kita bisa bandingkan antara 2 tool yaitu "word processing" dan
"text processing".. Sebagai contoh kalau kita lihat pembuatan dokumen ala
Lyx.
User ---> Lyx ---> LaTEX ---> dvi ---> ps atau whatever
Nah waktu user mengetik di Lyx, dia mengalami "keterbatasan" dibandingkan
dia mengetik langsung via noteditor (di Xemacs pun bisa kita beri batasan
untuk modus LaTEX khusus).
Misal kalau di Lyx, kita tidak bisa meletakkan Title di bawah Sub Section.
Begitu jug hasil dari Lyx akan diberikan LaTEX dan mengalami pembatasan
(seperti kompilasi) dan outpunya ke dvi. dari dvi ke output lainnya juga
mengalami "pembatasan" tergantung dari divais outpunya.
Nah seharusnya kalau kita ingin menerapkan model ini dalam Web
ASP code ----> interpereter ASP --- > Server ----> HTML
Di sini interpreter ASP tidak "menjaga" pembatasan (ini juga bisa terjadi
pada PHP), yang membedakan adalah KEMUNGKINAN KITA MENAMBAL permasalahan
ini.
Nah semua pembatasan ini bertujuan agar "seluruh sistem" bekerja secara
lebih terjamin. (Semua client dapat membaca apa yang diinginkan dibaca
oleh client).
Beberapa paper yang menarik :
- Hakon Wium Lie and Janne Saarela (1999). Multipurpose Web Publishing
using HTML, XML and CSS. Communitation of ACM, October 1999 vol 42 (10).
- Jim Conallen (1999). Modelling Web Application Architectures with UML.
Communication of ACM, sama dg diatas.. nomornya
Terus terang saat ini banyak pakar GUI yang masih "keberatan" atau belum
puas dg pola "authoring tool" dan "web production" yang ada.
Jadi sebetulnya apa yang saya pertanyakan itu "sudah jadi pertanyaan
standard" saat ini. Yaitu Authoring Tool, dan Web Tool belum begitu
memadai untuk membantu "Content Management System" terutama kalau kita
menginjak ke model client yang beragam.
> belum pernah saya nemuin yang namanya interpreter ataupun compiler
> sekalipun yang dari bahasa tingkat tinggi sampai yang rendah,
> tidak ada tuh yang membatasi apa yang mau dicetak...
Tunggu dulu. coba anda perintahkan PERL nyetak karakter tertentu
dia sudah membatasi keinginan kita... kalau karakter tertentu harus pakai
\". Begitu juga ASP pun sudah memberikan beberapa batasan juga
sebetulnya.
Apakah ini bukan suatu bentuk "tidak bebas"...?
Begitu juga bahasa pemrograman PASCAL yang strong type, dia juga membatasi
pemakaian variabel... (jaman FORTRAN dulu malah nama variabel juga
dibatasi).
Atau kalau kita main assembly bisa "akses" ke mana-mana. Setelah
menuliskan program dalam "higher level language" tentunya timbul
"keterbatasan" yang gunanya untuk menjaga sehingga kita tetap berjalan
dalam "guideline"
Disain GUI pun lazim memakai "User Guideline" untuk membatasi kebebasan
disainer tapi dengan tujuan sistem menjadi lebih baik. Kalau mau lebih
detail silahkan diikuti contoh "pembatasan ini"
http://nakula.rvs.uni-bielefeld.de/made/usable.html
Nah yang kurang dari Web Authoring tool atau Web Development system saat
ini adalah suatu tool yang bersifat "Constraint Based Tool". Kalau anda
buka-buka buku GUI terutama di UIMS sering ketemu istilah ini.
> misal IE3 mengacu pada HTML 3.2
> IE4 mengacu pada HTML 4.0
> NN/ NC 4.x ke atas mengacu pada HTML 4.0
Standard memang berubah.. tapi cara mengubah standard ini ada caranya...
dan tidak bisa semena-mena.. (pada ISO pun didefinisikan bagaimana cara
suatu persh mengubah mekanisme kerja.. ada mekanisme untuk mengubah
mekanisme.. sama halnya ada pasal tertentu di UU untuk mengubah UU
tersebut)
Jadi walaupun standard HTML--> bergerak tetap tidak ada masalah selama
pola pergerakannya mengikuti "standard" (yaitu mekanisme perubahan
mekanisme). (sama halnya TCP/IP dg RFC-RFC nya..)
Kesuskesan Internet dan WWW ini karena adanya standard terbuka dan diikuti
oleh para "playernya" (walau ada yang coba-coba memasukkan proprietary
component). Kegagalan EDI karena non standard (walaupun berusaha
seragam).
Cerita tentang bagaimana persh mencoba bermain dg standard ini bisa dibaca
dari The Industry Standard (termasuk bagaimana persh seperti MS mencoba
merusak standard ini dengan tujuan monopoli).
http://www.thestandard.com/article/display/0,1151,9669,00.html
IMW
===========================================================================
I Made Wiryana (0521-106 5328) Universitas Gunadarma - Indonesia
Rechnernetze und Verteilte Systeme http://nakula.rvs.uni-bielefeld.de/made
Universitaet Bielelfeld Check my e-zine :
[EMAIL PROTECTED] http://nakula.rvs.uni-bielefeld.de/majalah
Pendukung Open Source Campus Agreement - legal, cerdik, mandiri dan hemat
===========================================================================
* Gunadarma Mailing List -----------------------------------------------
* Archives : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
* Langganan : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Berhenti : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Administrator: [EMAIL PROTECTED]