----- Original Message ----- From: "Kristy Whanarahardja" <[EMAIL PROTECTED]> To: "itcenter" <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Tuesday, November 14, 2000 4:51 PM Subject: [itcenter] [Fwd: Apa Yang Semestinya Diajarkan di Jurusan Informatika (2)] > 1. Gaya Pemrograman (Penulisan Program) > Sesuatu yang bermanfaat untuk mempermudah pembacaan atau pemahaman > program > orang lain, yang mutlak perlu dalam kelompok. > > Saat ini banyak orang tidak memakai suatu gaya tertentu, atau memakai > gaya > pemrograman tanpa berpikir kritis. Gaya Hungarian (yang dominan saat > ini) > memiliki banyak kekurangan. > > Di sisi basisdata, ada gaya 'gila' yang menambahkan nama tabel untuk > semua > nama field - tanpa kecuali, menyiksa pemrogram dengan nama yang terlalu > panjang. > > Ajaklah mahasiswa mengkritisi gaya-gaya pemrograman ini. Dorong mereka > bersaing menemukan gaya pemrograman sendiri. Pilih gaya yang bagus dan > promosikanlah untuk dipakai di tahun-tahun selajutnya. > > Mahasiswa bisa mendapatkan bahwa gaya yang dominan belum tentu bagus, > dan > mereka akan mendapat manfaatnya di pekerjaan saat bekerja dalam > kelompok. > > 2. Evaluasi teori dari source code > Kecenderungan dosen sampai saat ini adalah menyuruh membuat program, > tanpa > melihat program yang sudah pernah dibuat orang lain. > > Cara yang lebih efektif adalah belajar dari program yang sudah pernah > dibuat > orang lain, agar mampu belajar dari kekurangan yang ada, dan membuat > program > yang lebh baik di kemudian hari. Ada beberapa manfaat spesifik yang bisa > didapat. > > Pertama, mahasiswa berkesempatan melihat apakah benar source codes > mencerminkan blok-blok diagram. Misalnya, apakah benar source code > sebuah > program YACC (Yet Another Compiler-Compiler) mencerminkan pemisahan > tahap > analisis leksikal, analisis sintaks, dan pembangkitan kode. > > Menarik untuk diketahui bahwa ada sebuah source code YACC yang > pembangkit > kodenya 'tercecer' di mana-mana. Kasus lain dapat diambil; misalnya: > source > code subsistem jaringan pada sebuah sistem operasi. Lihatlah apakah > benar > (dan seberapa jauh) OSI 7 layer tercermin di source code tersebut. > > Kedua, mahasiswa berkesempatan untuk mengasah kemampuan menstrukturisasi > program berskala menengah dan besar. Pada kasus seperti YACC di atas, > tantanglah mahasiswa untuk menata ulang program sehingga susunannya > lebih > baik. > > Hal ketiga yang bisa dipelajari dari evaluasi source code, adalah apakah > benar pemrogram-pemrogram AS dan Eropa mematuhi teori-teori yang > 'bagus'. > Contoh yang gamblang adalah penamaan variabel dan fungsi. > > Hal keempat adalah verifikasi teori dan kontroversi, misalkan tentang > goto. > Goto adalah hal yang sangat hangat diperdebatkan pada tahun 1970an, dan > sampai sekarang masih menjadi kontroversi. > > Ajaklah mahasiswa untuk melihat bahwa (hampir) semua source code YACC > dan > kompailer memakai goto untuk proses parsing. Penelitian untuk > menyimpulkan > mengapa dalam kasus itu goto biasanya dipakai. > > Apakah mungkin goto tidak dipakai (dan mengapa) bisa menjadi topik > penelitian S2 yang menarik. Disertasi S3 yang menunjukkan source code > YACC > tanpa goto (bila mungkin) juga akan menarik. > > D3 / S1 Berorientasi sertifikat, kerjasama dengan industri, > kurikulum pendidikan seharusnya dibuat agar lulusan memiliki kualifikasi > yang sama, atau lebih baik dengan lulusan yang mengambil kursus > bersertifikat. Materi ujian juga dapat dibuat sedemikian. Lebih baik > lagi > jika dapat bekerjasama dengan lembaga-lembaga industri. > > 3. Membaca Esei > Mahasiswa komputer Indonesia sangat kurang membaca esei-esei klasik ilmu > komputer seperti Mythical Man-month, Programming Pearl, dan banyak lagi. > > Esei-esei ini sangat bermanfaat untuk mengasah pikiran, belajar dari > sejarah > (dunia komputer), belajar untuk tidak mudah terlalu excited terhadap > hal-hal > yang dipropagandakan sebagai sesuatu yang 'baru'. > > 4. Mengetahui standar dan proses standardisasi > Banyak sekali mahasiswa tidak mengetahui standar bahasa Java, C, C++, > SQL, > dan HTML. Selain tak mengetahui bagaimana proses standardisasi, berbagai > intrik politik dan uang yang terkait di dalamnya. > > Jika hal ini diajarkan, adalah mungkin untuk suatu saat ada orang > Indonesia > yang berperan dalam standardisasi bahasa dan yang lainnya.(Berna Ridho). > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > Indo IT Center - Indonesian IT community, professionals, solutions, and jobs > Subscribe : [EMAIL PROTECTED] > Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] > Website : http://www.IndoIT.net <-- Email @IndoIT.net GRATIS! > IndoIT Chat : DALnet #it-center (dapat diakses lewat website) > * Gunadarma Mailing List ----------------------------------------------- * Archives : http://milis-archives.gunadarma.ac.id * Langganan : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED] * Berhenti : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED] * Administrator: [EMAIL PROTECTED]
