FYI,

Kalau melakukan transaksi di teller lakukanlah transaksi penuh, jadi seharusnya
transaksi penarikan (pembeli mobil) dan transaksi setoran (penjual mobil),
sehingga bisa dipastikan bahwa pihak pembayar mempunyai dana yg cukup. Dan
transaksi itu diperlakukan setoran dan penarikan tunai. Ada beberapa bank yg
menyediakan transaksi pindah buku ( setahu saya dulu BCA tidak ada , mungkin itu
agak baru ) kalau tidak langsung di posting, berarti transaksi tidak akan
efektive dibukunan pada rekening penerima dimana transaksi dianggap seperti
penyetoran cek/giro sehingga pada saat credit note-nya diterbitkan ternyata dana
tidak cukup, maka transaksi akan di tolak.

Saya sendiri pernah mengalami transfer giro ke rekening saya di BCA di tolak
karena kurang tanda tangan, tapi tinggal di kliring ulang, maka dana masuk

Sedang pada saat buku di cetak, dan dana belum efektive masuk, maka di atm tidak
terlihat. Dan pada saat dana ditolak akan terlihat di buku tabungan. Karena itu
sebaiknya gunakan transaksi setoran tunai ke penjual mobil yg didahului oleh
penarikan dana oleh pembeli mobil. Mudah2an membantu

Ade


Rivian wrote:

> ----- Original Message -----
> > > ----- Original Message -----
> > > > buat yang punya akses ke BCA mungkin perlu di pertanyakan, sebab jika
> > > > hal
> > > > ini memang sering terjadi di BCA, wah sangat mengerikan.....
> > > > selama ini saya berasumsi, transaksi di teller lebih safe daripada via
> > > > ATM,
> > > > eh sekarang malah jadi aneh seperti ini? apa mungkin kita perlu
> meminta
> > > > fotocopy KTP dan surat pernyataan dari si Teller setiap kita mau
> > > > transaksi?
> > > > untuk menjamin bahwa BCA akan mengakui transaksi kita nanti?
> > > >
> > > >


* Gunadarma Mailing List -----------------------------------------------
* Archives     : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
* Langganan    : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Berhenti     : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Administrator: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke