On Fri, 17 May 2002, Mashendri wrote: > Tapi tetep ngak ada salahnya apabila gundar membentuk lembaga di luar kampus > yg memberi kemudahan unt mahasiswanya ambil sertifikat2 yg lagi trend. Dan > itu ngak ada hubungannya dengan transkrip nilai. Hanya unt membantu > mahasiswanya yg kurang mampu.
Menurut saya ya salah 8-) kalau Uni melakukan hal ini. Akan berbeda kalau yg melakukan adalah suatu "badan usaha" yg sahamnya dimiliki oleh Uni. Jadi entiti yg terpisah. ini bukan pat gulipat, tapi merapihkan dan meletakkan sesuatu pada proposin lainnya. > kita di ajarin sesuai kondisi. Bikin PDC itu gimana... ngeset proxy buat > warnet itu gimana, pasang kabel UTP itu gimana. Kalau win9x crash gimana > triknya supaya ngak format ulang... > Emang sih di luaran banyak buku2 tentang ini. Tapi kalau senior2 yg pinter2 > mau membantu adik2nya dan diorganisasikan kan ngak ada salahnya..?? Kenapa harus di bangku sekolah ?, kenapa nggak mahasiswa membentu kelompok belajar mandiri untuk ketrampilan praktis. Di Jerman, tidak pernah di tingkat UNIVERSITAS diberikan ketrampilan seperti ini, karena dianggap mahasiswa akan SADAR dan MANDIRI mengisi ketrampilan ini, baik melalui trainning di luar Uni, ataupun dengan cara belajar bersama. Win 95, crash.. emagn kenapa ? lha nggak tahu source code..he.he. Cara lain, kenapa nggak alumni bikin trainning center di dekat kampus... menurut saya malah nggak setuju Gunadarma nggak buka macam "Cisco Academy atau Oracle Academy dll" (karena saya tahu idea sebetulnya apa sih sertifikasi model in). Nggak perlu kita ikut-ikutan Uni lain yg terjebak pasar. Saya sendiri lebih setuju ktia mengambil posisi dalam rangka "menyiapkan mahasiswa untuk industri" bukan dalam kaca mata, mahasiswa siap menjadi pekerja di industri, tetapi dalam "mahaisswa siap membuat dan berperan aktif menciptakan industri (TI) dalam hal ini. Saya fikir malah Gunadarma yang nggak mau serakah karena nggak bukan trainning center seperti Cisco, dan Oracle.. dll (udah bikin Uni, bikin trainning center tapi malah membuka kesempatan pihak lain untuk mendirikan ini). Memang kadang di Indonesia kita mau nggak serakah malah dianggap salah 8-). Benar salah menjadi makin tidak jelas... Menurut saya pribadi, kekurangan kualitas lulusan Indonesia termasuk Gunadarma bukanlah ketrampilan seperti di atas (kabel UTP, Oracle databse dll), tetapi kekurangan pengetahuan teori. Kekurangan pengetahuan teori ini SANGAT SULIT dan BUTUH WAKTU LAMA untuk ditutupi. BTW udah baca tulisan http://wiryana.dhs.org/Editorial/read.php?id=compiler.html Mungkin seperti itulah kekurangan yg seharusnya ditambal oleh institusi pendidikan yang bernama UNIVESITAS. Lulusan kita lemah sekali di pengetahuan seperti Formal Language, Compiler Technique, Network Analyzis Ada yg pernah tahu SDL, MCS, Z, VDM ???? IMW * Gunadarma Mailing List ----------------------------------------------- * Archives : http://milis-archives.gunadarma.ac.id * Langganan : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED] * Berhenti : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED] * Administrator: [EMAIL PROTECTED]
