> Sangat berbeda. institusi pendidikan tidak sama dg persh (product
> institusi pendidikan bukan ditentukan hanya oleh institusi tersebut).
>
> Jangan-jangan di masa mendatang, mahasiswa menganggap Uni itu hanya "persh
> penyedia ijazah" jadi mahasiswa nggak perlu capek, nggak perlu belajar,
> karena sudah membayar harus dilayani dapat ijazah ?
>
> Analogi yg terlalu berbahaya, bila menyatakan Uni itu sama dg Pabrik.

Memang betul ada perbedaan antara institusi pendidikan dan perusahaan, tapi
bayangkan kalo pengelolaan Uni dikelola seperti perusahaan, dimana titik
berat perusahaan itu adalah:

1. Efesiensi.
2. Product Quailty (first then quantity).
3. Customer Service / Care / Support
4. Quality Assurance
5. dll

Perusahaan bisa berkembang, bisa menjadi market leader karena good customer
care, good management, good organizational skill and most of all good
leadership. Banyak nilai2 positif dari cara kerja perusahaan yg dapat
diterapkan dalam instansi pendidikan.

> Sama dengan saya berkata, inti masalah pendidikan adalah tanggung jawab
> mahasiswa 8-).  Kalau si petugas loket tega dan ingin disiplin (misal
> mahasiswa yg mengumpulkan berkas tak lengkap langsung tak dilayani, tanpa
> diterangkan dan tinggal tunjuk papan ? apakah mau juga (seperti di Uni
> Jerman, kita sudah capek-capek antri, ternyata berkas kurang ya udah
> langsung disuruh keluar)
>
> Hayo apa mau disiplin keduanya ?? Jangan hanya mengharapkan si penjaga
> disiplin sedangkan si mahasiswa tidak disiplin.

Nah... ini lah yg memang harus dilakukan Pak, salah satu (mahasiswa dan
penjaga loket khususnya, kampus pd umumnya) memang harus ada yg merubah
duluan.  Jadi memang harus ada semacam "tangan besi" dari pihak kampus untuk
dapat  mencektak behaviour mahasiswanya dan juga para staf2nya.  Seperti
pengalaman Bapak di Uni Jerman, kalau hal itu diterapkan kepada mahasiswa
pasti mahasiswa juga akan sadar bahwa dia yg salah.  Tapi tentunya hal
semacam ini juga harus diterapkan kepada staff kampus, dari segi
kedisplinannya, misalnya diterapkan sistem reward and punishment.  Salah
satu contoh sistem reward and punishment itu misalnya, setiap bulannya
mahasiswa kampus memilih dosen (maybe juga loket) terbaik dan terburuk, dan
ini di umumkan di seluruh kampus.  Hal2 seperti ini lah yg dapat membentuk
behaviour2 baik mahasiswa, staf, atau pun dosen.

> Gaji bukan segalanya ...
>

Setuju sekali Pak... :)


* Gunadarma Mailing List -----------------------------------------------
* Archives     : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
* Langganan    : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Berhenti     : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Administrator: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke