Alasan lain yang menyebabkan pihak Telkom menaikkan tarip mereka, mungkin
disebabkan oleh karena mereka harus memenuhi target pendapatan maupun
membayar hutang2 mereka dalam dollar yang sudah menumpuk.
Sedangkan hutang yang mereka dapatkan itu, tidak mereka investasikan dengan
benar. Artinya salah investasi untuk hal-hal yang sebenarnya tidak perlu.
Misalnya di satu wilayah, untuk mencapai target 1 sambungan per 10 orang,
mereka membangun misalkan 10 000 sst. Namun kenyataannya yang digunakan
misalkan hanya 1 sambungan per 100 orang. Nah akibatnya 9000 sst yang
nganggur. Mungkin kalau dikumpulkan bisa2 satu STO sendiri nganggur.
Padahal investasi disitu mencapai jutaan dollar.
Belum lagi karyawan2 nya yang nggak punya kerjaan tapi tetep digaji. Kalo
karyawan rendahan sih nggak masalah. Cuma kalo petingginya yang nggak
punya kerjaan tapi tetep digaji? Mana gajinya gede lagi. Mampus kan kita
kalo nanggung gaji mereka. Padahal mereka2 ini nggak peduli sama sekali
dengan penderitaan kita. Wong make telponnya gratis kok. Mo naek sejuta
permenit juga sebodo amat mah buat mereka ini.
Udah deh mendingan kita pake telpon angin aja deh murah. Cuma perlu tali
sama kaleng doang.
hehehe...
DoWeR
At 07:59 AM 2/9/99 +0700, you wrote:
>
>
>admin wrote:
>
>> Rekan - rekan Hackerlink yang terhormat,
>>
>> ----<<Deleted>>---
>> Dari informasi yang saya dapatkan, dikatakan bahwa hal ini harus dilakukan
>oleh
>> pihak telkom untuk menjaga agar perusahaan tersebut mendapatkan laba terus -
>> menerus, dan dari laba ini nantinya akan diberikan kepada pihak pemerintah.
>
>yang saya dengar malah telkom tetap hendak menaikan harga tarif telpon untuk
>bisa
>menyumbang pajak terbesar diantara bumn. apa alasan itu bisa diterima? karena
>bagaimana dia bisa menyumbang pajak terbesar kalau hasilnya itu didapat dari
>rakyat golongan menengah kebawah sebagai pengguna telpon terbesar walaupun
>biaya
>yang dikeluarkan lebih kecil dari golongan atas.
>..........
http://www.hackerlink.or.id - question reality - be paranoid (?)
======================================================================
berhenti dari milis hackerlink : [EMAIL PROTECTED]
peraturan pada milis hackerlink : [EMAIL PROTECTED]
arsip milis ini : http://www.mail-archive.com/[email protected]