Quoting cbug [bacanya: sibuk ?] at 02:03 AM 2/17/99 +0000 :
//Aih ... jaringan transpor! ... ikan besar nih :P ... bisa tambahin ilmu
//kita2 disini? ... semacam e-zine mungkin?
Maunya sih mo bikin semacam site yang ngebahas ini. Tapi waktunya
euh. Kali-kali ada yang mau ngajak bikin koalisi.
//Mungkin kita2 disini diberi gambaran sedikit ttg komunikasi antar trunk?
//atau mungkin yg lebih besar dari itu? (I wonder ... system yg dipake oleh
//Telkom seluruh Endonesia apa sih? ... yg ini bisa dijawab kan?)
Mulai di bawah dulu yah. Pertama, titik switching: sentral. Ada tiga
tipe perangkat yang dinamai 'sentral' : Host, Remote Switching (RSM), dan
Remote Line Unit (RLU). RSM itu anak dari host, dan RLU itu anak dari
RSM atau host. Komunikasi antar host, RSM, dan RLU menggunakan link
2 Mbps, dan dinamakan 'tali pusar' [umbilical]. Kenapa 2 Mbps ? Soalnya
tributer transmisi yang kita pakai menggunakan standar eropa (ETSI).
Host, RSM, dan RLU bisa punya sambungan langsung ke jaringan akses.
Sambungan akses analog dihubungkan pada line unit di host, RSM, atau
RLU, pada 64 kbps. Kadang, pelanggan bisa juga langsung dihubungkan dengan
jaringan digital 2 Mbps, misalnya ke PBX. Ini dinamai DID [direct inward
dialing]. DID hanya bisa dihubungkan ke host atau RSM, nggak bisa ke RLU.
Host dan RSM bisa memiliki trunk ['belalai'], yaitu jaringan transmisi
antar sentral dengan link 2 Mbps. Kota kayak Jakarta, Bandung, punya
network dalam kota tersendiri, di luar hirarki jaringan nasional. Aku
makanannya di network kota Bandung [jadi nggak mainan network antar
kota].
Trunk dan umbilical disalurkan melalui jaringan transmisi berhirarki.
Ada dua macam hirarki yang dipakai TELKOM, yaitu PDH [hirarki digital
pleisinkron] dan SDH [hirarki digital sinkron]. PDH itu hirarki asinkron
dengan rate 2 M, 8 M, 43 M, 144 M. Di atas itu kita harus pakai SDH.
SDH bentuknya bukan hirarkial mirip PDH, tetapi dengan virtual-container
dan header-header yang memungkinkan pemaketan dengan rate yang lebih
tinggi. Versi US-nya namanya SONET. Baik PDH maupun SDH umumnya menggunakan
link serat optik, dengan backup link radio, dan satelit. Bedanya, SDH
bisa berpindah ke link cadangan tanpa memutus hubungan yang sedang
jalan.
Udah ah, bersambung dulu. Ntar OOT lagi. Ini pan bukan phreaking.
//Alaahhh ... dibaca kan? ... gak di 'lakuin'? ... heheheh.
Enak aja. Ntar aku terbawa 'arus' dong. Itu sumpah malah diprin dan
ditempel di agenda. Gunanya, kalo ada bos yang minta yang enggak-enggak,
itu teks bisa dipamerin, plus bilang bahwa berdasar sumpah itu, perintah
bos nggak bisa dilaksanakan. Untungnya bos-bos di sini nggak ada yang
nekat kayak bosnya Dilbert :) yang pointy-haired itu. Kalo culunnya sih
mirip. Nggak tahu ding kalo di Div-Risti :) :). Canggih-canggih kali
yah.
OK, rakyat lapar. Mau cari sarapan dulu. Salam :),
Kuncoro Wastuwibowo
-------------------
[ [EMAIL PROTECTED] | http://kuncoro.citeweb.net/ ]
[ my other email is [EMAIL PROTECTED] ]
http://www.hackerlink.or.id - question reality - be paranoid (?)
======================================================================
berhenti dari milis hackerlink : [EMAIL PROTECTED]
peraturan pada milis hackerlink : [EMAIL PROTECTED]
arsip milis ini : http://www.mail-archive.com/[email protected]