At 11:11 AM 6/1/99 +0700, = - ADI - = wrote:

>Dengan hormat,
>Ingin berbagi kata tentang SPAM
>Saya bukan seorang newbie, bukan hacker, bukan pakar, bukan ahli, juga bukan 
>pemula, saya masih di bawah tingkat pemula.......harap maklum
>Mengapa orang sangat benci dengan SPAM ?

Apakah anda seorang spammer? Ditilik dari pembelaan anda tentang masalah
spam, tampaknya anda memang seorang spammer ya?
 
>Salah satu strategi pemasaran produk MLM apalagi yang gratisan di Internet 
>kan melalui SPAM (terutama bagi yang belum AHLI).....

Ada gitu selain spam? Banner, atau bikin website?

>diharapkan dari semua orang yang dikirim itu, sekian persen mengikutinya....
>Sebenarnya cara ini tidak bisa dibilang SPAM murni, sebab alamatnya kan 
>sudah diketahui dan setidaknya dikenal (walaupun namanya saja)........

Sebuah alamat e-mail harus dianggap sebagai sesuatu yang pribadi, bukan
milik umum. Analoginya begini, anda baru kenal seseorang punya rumah di
jalan ABC nomer 5, apakah itu membenarkan anda mendatangi rumah tersebut
lalu menumpang menggunakan WC di rumah itu?

>Nah mengapa orang-orang, terutama YANG MENGANGGAP PAKAR DALAM 
>PENGINTERNETAN.....AHLI.......sangat tidak senang dengan kelakuan ini ?

Ini lucu juga nih, "menganggap pakar dalam penginternetan", jagoan amat tuh
orang. Saya sendiri nggak berani bilang saya ini "pakar" dalam internet,
tapi saya termasuk yang benci spam, hehe.

>Padahal kalau kita tilik, ukuran email-email tersebut sangatlah kecil, serta 
>paling yang menge-SPAM itu mengirimkan email kurang dari 10 buah, paling 
>banter 1-2 email.................

Betul, 1 - 2 e-mail, dari SATU orang. 
Memangnya spammer di dunia ini cuma anda seorang?
Di akhir tahun 1998 ada 179 juta orang pengguna internet. 
80% menggunakan e-mail.
Coba, 1% saja pengguna e-mail merupakan spammer, ada 1.4 juta spammer. 
Sudah terbayang banyaknya spam mail yang kira2 akan diterima oleh "korban"?

>Apalah salahnya menerima 1-2 email tambahan (lagian sizenya 
>kecil).......kalau mailboxnya kosong, itung-itung ngisi 
>mailboxnya..........terus kalau mailboxnya penuh, apalah artinya nambah 1 
>email lagi..........terus kalau dilihat dari segi positifnya, dengan SPAM 
>duit ini, kan jadi menambah pengetahuan tentang site-site yang menawarkan uang
>Selama SPAM ini bukan BOMB tidak begitu menganggu bukan ?

Begini. Apa anda membayar pulsa telepon saya? Apa anda membayar tagihan
account internet saya? Kalau jawabannya YA, silakan anda kirim spam sepuas
hati anda, karena saya tidak keluar uang sepeser pun, tapi kalau TIDAK, GET
THE HELL OUTTA MY MAILBOX!
 
>SIAPA YANG TIDAK SENANG DENGAN SPAM ?
>Umumnya dari pengalaman, yang sangat tidak senang dengan SPAM itu adalah 
>orang yang mengaku AHLI dalam penginternetan, mereka langsung melaporkan 
>kepada pihak yang berwenang (site yang menawarkan uang tersebut, dan 
>pengelola email tersebut, misalnya dia menggunakan email forwaded, maka dia 
>melaporkan juga kepada pengusaha email forwaded tersebut)........

Forwarder.
Sekali lagi, saya tidak mengaku sebagai "ahli" dalam penginternetan. Tapi
saya termasuk yang melaporkan ke pihak yang berwenang, kalau mendapat spam
dari orang yang saya tidak kenal.

>Padahal kan seharusnya, cukup dengan diberikana peringatan saja, kalau 
>sekali/2 kali menurut saya sah-sah saja......kalau sudah sampai 5 kali 
>(sudah master SPAM)........baru harus dilaporkan.

Mas yang baik, memberi peringatannya ke mana ya? Ke anda? Sayang kami tidak
akan melakukan hal tersebut, karena ini merupakan salah satu trik mail
probing, kalau ada yang reply mail spam, itu mengisyaratkan bahwa address
tersebut valid, sehingga bukannya lepas dari spam, malah arus spamming akan
meningkat.

Jadi satu2 cara adalah dengan melaporkan usaha spamming tersebut, agar
spammer tersebut minimal diberi peringatan. Andai kebijakan yang menerima
laporan itu lain, ya sudah nasib.

>Nah dengan kata lain, dia berusaha untuk baik secara langsung maupun tidak 
>langsung untuk menghancurkan si pengirim, dan perusahaan penyedia jasa 
>tersebut........apakah ada yang mau usahanya dihancurkan ????

Lho, salah sendiri kalau anda percaya internet itu isinya orang baik2
semua. Be paranoid! Makanya, jangan sebar mail spam kalau tidak ingin
dilaporkan, aturannya cuma sesimpel itu.

>Dan dari penelitian saya, biasanya orang yang tidak senang itu, dikarenakan :
>1. Dia sudah pernah mengikuti program (site tersebut)

Saya tidak pernah (penganut prinsip no such thing as a free lunch).

>2. Dia iri

Iri? Mungkin ya. Iri karena anda melakukan spam, sementara saya tidak? NOT!

>3. Merasa AHLI

Saya bukan ahli.

>4. dll (belum ketemu sih) nggak tau positifnya apa

Mungkin karena dia bayar sendiri pulsa telepon + tagihan ISP, sehingga
kesal melihat mailbox-nya dipenuhi spam?
 
>AKHIR KATA
>Saya menulis kata-kata ini yang mungkin tidak enak dilihat (bukan penulis 
>sih).......dan tidak enak dibaca........dikarenakan oleh banyak orang AHLI 
>yang merasa terganggu oleh SPAM (yang kemudian mengakibatkan terganggunya 
>saya) yang dilakukan dari email account saya......Sebelumnya saya meminta 

Itu namanya hukum sebab akibat kawan. You fuck with my mailbox, I'll fuck
yours, as simple as that.

>maaf yang sebesar-besarnya jika ada yang merasa terganggu.......Dan perlu 
>saudara ketahui pengguna email account saya adalah banyak orang. Ini bukan 
>email account pribadi........tapi milik bersama. Jadi jika anda mendapatkan 
>email dari alamat saya, jangan berfikiran negatif dulu.

Apalagi pakai alamat milik bersama... besar nian risikonya man, hehe.
 
>SEPERTI PADI........SEMAKIN BERISI SEMAKIN MERUNDUK

Betul... but I don't see you bowing down?


I want to live for love,
not to die for love - CiTyHuNTeR


 
[ baru di onshop -> stampede linux, turbo linux 3.0.1, mandrake 5.3, ]
[ freebsd 3.1 , cheapbytes linux archives, cheapbytes rpm galore's ]
====================================================================== 
 berhenti  dari milis hackerlink : [EMAIL PROTECTED] 
 peraturan pada milis hackerlink :         [EMAIL PROTECTED]
 arsip milis ini : http://www.mail-archive.com/[email protected]    

Kirim email ke