Responding to CiTyHuNTeR's mail at 12:15 6/1/99 :
Dengan hormat juga; sebenarnya saya ingin mereply e-mail aslinya... tapi
ntah hilang kemana email tsb. Jadi nebeng mas CH deh respon dari saya...
Sori kalo kepanjangan, tapi saya rasa perlu ada pelurusan persepsi disini...
#>>Ingin berbagi kata tentang SPAM
#>>Saya bukan seorang newbie, bukan hacker, bukan pakar, bukan ahli, juga
bukan
#>>pemula, saya masih di bawah tingkat pemula.......harap maklum
#>>Mengapa orang sangat benci dengan SPAM ?
#>
#>Apakah anda seorang spammer? Ditilik dari pembelaan anda tentang masalah
#>spam, tampaknya anda memang seorang spammer ya?
Benci dengan SPAM? Hmm... ada referensi menarik di
http://spam.abuse.net/spambad.html (ayo mas Admin, biasanya hobi nih
nerjemahin yang beginian...=P), saya coba ambil satu contoh deh dengan
ngambil kasus yang relevan dengan kondisi negara kita...
@@@ Pengirim spam cukup sekali klik ke beberapa mail/milis... seorang yang
berlangganan banyak milis akan menerima mail yang sama tersebut dalam
jumlah yang lebih dari satu (anda bisa bilang: salah sendiri langganan
banyak milis... he he he, berarti anda tidak menghargai pentingnya
informasi). Berarti penerima spam akan keluar biaya lebih besar dari
pengirim spam... @@@
Sisanya? baca sendiri di situs tsb...
#>>Salah satu strategi pemasaran produk MLM apalagi yang gratisan di Internet
#>>kan melalui SPAM (terutama bagi yang belum AHLI).....
Hmm.. interesting... ngambil juga dari situs diatas:
"The spam messages I've seen have almost without exception advertised stuff
that's worthless, deceptive, and partly or entirely fraudulent. (I include
the many MLMs in here,
even though the MLM-ers RARELY understand why there's NO SUCH THING as a
good MLM.)
#>>diharapkan dari semua orang yang dikirim itu, sekian persen mengikutinya....
#>>Sebenarnya cara ini tidak bisa dibilang SPAM murni, sebab alamatnya kan
#>>sudah diketahui dan setidaknya dikenal (walaupun namanya saja)........
#>
#>Sebuah alamat e-mail harus dianggap sebagai sesuatu yang pribadi, bukan
#>milik umum. Analoginya begini, anda baru kenal seseorang punya rumah di
#>jalan ABC nomer 5, apakah itu membenarkan anda mendatangi rumah tersebut
#>lalu menumpang menggunakan WC di rumah itu?
Sebagai referensi, daripada spamming mendingan browsing ke
http://spam.abuse.net/faqspam.html
Ada tuh, pernyataan2 yang memirip-miripkan spam dengan advertising umum
beserta bantahannya.
Salah satunya:
@@@ Q. Isn't spam just the same as traditional paper advertising (third
class or "junk" mail)?
No. Third-class mailers pay a fee to distribute their materials. Spam is
the equivalent of third-class mail that arrives postage-due. Real people
pay real money, in the form of disk space charges, connect time, or even
long-distance net connections, to transmit and receive junk e-mail and
newsgroup postings. Unless we utterly overhaul the Internet's mail and news
software to charge a mailing fee, spam is taking advantage of the
cooperative nature of the Net.
Indeed, spam is most like junk FAXes, which are sent at the convenience of
the sender and the expense of the recipient. With third class mail, if you
don't want it, you throw it out, and it takes very little time. If you are
interested, you open it. Spam email costs you and your provider money to
receive whether you ever read it or not. @@@
#>>Nah mengapa orang-orang, terutama YANG MENGANGGAP PAKAR DALAM
#>>PENGINTERNETAN.....AHLI.......sangat tidak senang dengan kelakuan ini ?
#>
#>Ini lucu juga nih, "menganggap pakar dalam penginternetan", jagoan amat tuh
#>orang. Saya sendiri nggak berani bilang saya ini "pakar" dalam internet,
#>tapi saya termasuk yang benci spam, hehe.
Hehehe... saya kok malah cenderung membacanya seperti ini: "Seorang Petani
yang berpengalaman 10 tahun dalam pertanian sangatlah tidak senang melihat
seorang anak kecil yang belum tahu apa2 seenaknya mencabuti padi yang masih
hijau"...
Kenapa mereka dianggap PAKAR? Karena mereka memang TAHU dan MENGERTI...
wajar kan kalau mereka tidak senang dengan kelakuan yang mereka TAHU dan
MENGERTI berefek buruk???
Anda sama saja mengatakan "DOSEN SAYA YANG PROFESOR MATEMATIKA SENIOR
MENGATAKAN SAYA BODOH KETIKA SAYA BILANG 2+2=5"... well, you get the point...
#>>Padahal kalau kita tilik, ukuran email-email tersebut sangatlah kecil,
serta
#>>paling yang menge-SPAM itu mengirimkan email kurang dari 10 buah, paling
#>>banter 1-2 email.................
#>
#>Betul, 1 - 2 e-mail, dari SATU orang.
#>Memangnya spammer di dunia ini cuma anda seorang?
#>Di akhir tahun 1998 ada 179 juta orang pengguna internet.
#>80% menggunakan e-mail.
#>Coba, 1% saja pengguna e-mail merupakan spammer, ada 1.4 juta spammer.
#>Sudah terbayang banyaknya spam mail yang kira2 akan diterima oleh "korban"?
Hehehe... begini nih pemikiran kerucut terbalik...
ukurannya kecil sih kecil... ambillah dari statistik mas CH 1.4 juta
spammer x 2kb ukuran mail... (sori kalo salah itung... cuman kira2 sih...)
Jadinya ada 2.8 juta kb...
Taruhlah anda mengambil email anda dengan kecepatan 33.6kb/s... maka anda
menghabiskan waktu 83.333,3333 detik -> 23,148 jam...~ 24 jam
Sekarang ambil tarif ISP termurah... 2500/jam maka... 24 jam x 2500 = 60.000...
nah, itu belum dihitung berapa satuan waktu... taruhlah 60.000 sebulan
terbuang percuma untuk mend/l spam.... mendingan untuk biaya GNOTA ya kan
mas Admin?
#>>Apalah salahnya menerima 1-2 email tambahan (lagian sizenya
#>>kecil).......kalau mailboxnya kosong, itung-itung ngisi
#>>mailboxnya..........terus kalau mailboxnya penuh, apalah artinya nambah 1
#>>email lagi..........terus kalau dilihat dari segi positifnya, dengan SPAM
#>>duit ini, kan jadi menambah pengetahuan tentang site-site yang
menawarkan uang
#>>Selama SPAM ini bukan BOMB tidak begitu menganggu bukan ?
#>
#>Begini. Apa anda membayar pulsa telepon saya? Apa anda membayar tagihan
#>account internet saya? Kalau jawabannya YA, silakan anda kirim spam sepuas
#>hati anda, karena saya tidak keluar uang sepeser pun, tapi kalau TIDAK, GET
#>THE HELL OUTTA MY MAILBOX!
Saya kira hitung-hitungan saya yang sederhana diatas bisa menjawabnya...
#>>SIAPA YANG TIDAK SENANG DENGAN SPAM ?
#>>Umumnya dari pengalaman, yang sangat tidak senang dengan SPAM itu adalah
#>>orang yang mengaku AHLI dalam penginternetan, mereka langsung melaporkan
#>>kepada pihak yang berwenang (site yang menawarkan uang tersebut, dan
#>>pengelola email tersebut, misalnya dia menggunakan email forwaded, maka dia
#>>melaporkan juga kepada pengusaha email forwaded tersebut)........
#>
#>Forwarder.
#>Sekali lagi, saya tidak mengaku sebagai "ahli" dalam penginternetan. Tapi
#>saya termasuk yang melaporkan ke pihak yang berwenang, kalau mendapat spam
#>dari orang yang saya tidak kenal.
Ya, karena mereka AHLI mas... anda ini gimana sih? Jelas karena mereka AHLI
mereka tahu yang anda TIDAK TAHU...
#>>Padahal kan seharusnya, cukup dengan diberikana peringatan saja, kalau
#>>sekali/2 kali menurut saya sah-sah saja......kalau sudah sampai 5 kali
#>>(sudah master SPAM)........baru harus dilaporkan.
#>
#>Mas yang baik, memberi peringatannya ke mana ya? Ke anda? Sayang kami tidak
#>akan melakukan hal tersebut, karena ini merupakan salah satu trik mail
#>probing, kalau ada yang reply mail spam, itu mengisyaratkan bahwa address
#>tersebut valid, sehingga bukannya lepas dari spam, malah arus spamming akan
#>meningkat.
Ada di situs yang urlnya tadi saya kasih... strategi spammer...
#>>Nah dengan kata lain, dia berusaha untuk baik secara langsung maupun tidak
#>>langsung untuk menghancurkan si pengirim, dan perusahaan penyedia jasa
#>>tersebut........apakah ada yang mau usahanya dihancurkan ????
#>
#>Lho, salah sendiri kalau anda percaya internet itu isinya orang baik2
#>semua. Be paranoid! Makanya, jangan sebar mail spam kalau tidak ingin
#>dilaporkan, aturannya cuma sesimpel itu.
Ehek.. kesimpulan dari mana sih itu (menghancurkan.. bukannya internet
isinya orang baik semua loh)..
Si spammer sudah me'rampok' sejumlah waktu dan biaya si penerima spam...
trus si spammer nggak terima kalau dia dituduh 'rampok'? wah... anarkis
sekali pola pikir anda... =(
#>>Dan dari penelitian saya, biasanya orang yang tidak senang itu,
dikarenakan :
Mein Got... penelitian... =)
Bisa tau, data anda? analisa anda? fakta anda? prinsip ilmiah mana yang
anda pilih? survei metoda sampling mana yang anda ambil? Tolong dong, saya
kan juga ingin tahu bentuk penelitian seperti apa yang telah anda terapkan,
itung2 nambah ilmu saya...
#>>1. Dia sudah pernah mengikuti program (site tersebut)
#>Saya tidak pernah (penganut prinsip no such thing as a free lunch).
Trus? Dia sudah pernah dan....
Kok kayaknya ada yang kurang yach... =)
#>>2. Dia iri
#>Iri? Mungkin ya. Iri karena anda melakukan spam, sementara saya tidak? NOT!
Iri? Karena si spammer bisa me'rampok'nya sedangkan dia tidak... bisa jadi
loh... =)
#>>3. Merasa AHLI
#>Saya bukan ahli.
Ya, seperti tadi saya bilang... karena ahli lah mereka seperti itu...
#>>4. dll (belum ketemu sih) nggak tau positifnya apa
#>Mungkin karena dia bayar sendiri pulsa telepon + tagihan ISP, sehingga
#>kesal melihat mailbox-nya dipenuhi spam?
He he he... begitulah nasib anak kost yach mas CH... =)))
#>>AKHIR KATA
#>>Saya menulis kata-kata ini yang mungkin tidak enak dilihat (bukan penulis
#>>sih).......dan tidak enak dibaca........dikarenakan oleh banyak orang AHLI
#>>yang merasa terganggu oleh SPAM (yang kemudian mengakibatkan terganggunya
#>>saya) yang dilakukan dari email account saya......Sebelumnya saya meminta
---kalimat mas CH disensor, ada yang jorok2... =P---
Well, kalau memang anda terganggu, cobalah anda kritik situs anti-spam yang
tersebar dimana-mana... atau menurut anda mereka hanya MERASA ahli? Wah,
kalau begitu bukankah makanan empuk sekali... bisa ditaklukkan dengan mudah
orang2 seperti itu... cobalah mas, anda kritik gerakan anti-spam (yang
sifatnya sudah mendunia...)
#>>maaf yang sebesar-besarnya jika ada yang merasa terganggu.......Dan perlu
#>>saudara ketahui pengguna email account saya adalah banyak orang. Ini bukan
#>>email account pribadi........tapi milik bersama. Jadi jika anda mendapatkan
#>>email dari alamat saya, jangan berfikiran negatif dulu.
Well, saya nggak pernah berpikiran negatif ttg seseorang kok...
Mungkin dia nggak tahu, tapi kalau sudah tahu dan masih 'ngeyel'... well,
sometime the digital data can be as dangerous as the Scud Missile...
#>>SEPERTI PADI........SEMAKIN BERISI SEMAKIN MERUNDUK
He he he... betul mas, tapi jangan lupa semakin ahli seseorang semakin
berani juga mereka menyatakan ketidaksetujuannya... karena mereka tau
dasarnya...
Wassalam,
B. 'Avatar' Avianto
[EMAIL PROTECTED] - http://www.avianto.com
--- Quote of The Day ---
Disinformation is not as good as datinformation.
[ baru di onshop -> stampede linux, turbo linux 3.0.1, mandrake 5.3, ]
[ freebsd 3.1 , cheapbytes linux archives, cheapbytes rpm galore's ]
======================================================================
berhenti dari milis hackerlink : [EMAIL PROTECTED]
peraturan pada milis hackerlink : [EMAIL PROTECTED]
arsip milis ini : http://www.mail-archive.com/[email protected]