Morning Semua, hmmmm....
Memang di dunia ini gak semuanya bisa punya keberuntungan seperti yang lainnya.... Sedih banget baca cerita yang dialami Pak Supriyono..... Pagi ini aku dengerin salah satu radio favoritku Mustang FM, acara pagi hari ini bertitle "Kamis Berduka".....acara ini sih maksudnya cuman buat bantu remind kita ajah kalo dalam seminggu kita harus meluangkan waktu 1 hari atau beberapa jam untuk mau tahu dan merasakan apa yang terjadi di sekitar, susah-senang, suka-duka...etc Nah kasus Pak Supriyono, hari ini jadi topik/pembahasan utama mereka...... Apapun versi ceritanya, yang jelas Pak Supriyono butuh bantuan, dan kita sebagai sesama wajib hukumnya membantu....... Karena, dibalik kesenangan kita pasti ada kesusahan orang lain yang patut kita cermati..... dibalik seluruh penghasilan dan apa yang kita punya pasti ada sedikit rejeki untuk mereka yang kurang beruntung.... Aku sih punya Ide, gimana kalo kita rembukan or patungan or apalah namanya yang bisa kita kasih buat bantu Pak Supriyono. Aku lagi usahakan untuk cari alamatnya Pak Supriyono (kalo gak salah mengaku tinggal di kolong perlintasan rel KA Cikini). Itupun kalo ada yang mau, gak ada unsur paksaan koq. Kalo memang teman2 setuju dan mau, boleh didiskusikan lagi gimana caranya...... Discussion forum was open from now on. Thanks and warm regards, Pricella PT. KUFNER INDONESIA Jl. Rasamala No. 14 Menteng Dalam Jakarta Selatan 12870 Ph : +6221 83790124/9101314 Fax : +6221 83790124 ----- Original Message ----- From: "aMRoe" <[EMAIL PROTECTED]> To: "M3-Community Mailing List" <[email protected]> Sent: Wednesday, June 08, 2005 2:46 PM Subject: Re: [M3-Community] (OOT)PEMULUNG NAIK KRL BAWA MAYAT ANAK - Anotherversion > > para LSM bisa nuntut pemda DKI dgn tuntutan telah melanggar pasal 30 UUD > 45 yg menyatakan bhw "fakir miskin dan anak2 terlantar dipelihara oleh > negara...bla..bla...bla..." kasus kayak gini bukan cuma sekali ini aja > terjadi...udah sering kita lihat...pergi kantor, pulang kantor...dan > kemana pun kita melangkahkan kaki di pelosok ibukota ini...asal aware > aja udah kelihatan betapa bobroknya kepemimpinan di indonesia khususnya > jakarta. Bayangin aja... gw baru denger berita duka pak Supriono ini, eh > ada berita pungli jalanan omzetnya 11 trilyunan pertahun...?!! lebih > parahnya ..yg makan duit pungli itu ya preman terminal sama preman > berseragam / berdasi... cuuiihhhhh... DASAR NEGRI KORUP.....DASAR > KAMPUNG PUNGLIIIIIIIII ................ > > > ATE Rani wrote: > > >Sungguh amat disayangkan yaaa... > > > >Baca cerita kehidupan seorang pemulung... Kadang kita yang bekerja dengan > >mendapatkan penghasilan berjuta2 saja kadang lupa sama yang namanya > >sedekah... > > > >Orang atas selalu menggembar-gemborkan akan memerangi kemiskinan... Mana > >coba deh? Mereka baru bersedih dan terpukul setelah ada kejadian ini... > >Dikit2 minta uang... Puskesmas kan sebagian yang mendanai adalah > >pemerintah... Dan puskesmas itu dikhususkan u/ kaum miskin. Okelah harga > >yang ditawarkan murah, tp kalo ada kasus spt ini gimana? Masa anak sakit, > >sang bapak penghasilan sangat minim sekali, terus dimintai uang lagi? > >Phew... > > > >Sedih... asli sedih... > >Semoga Bapak supriono diberi ketabahan dan kesabaran dalam menjalani > >kehidupan yang keras ini. Amin... > > > >****************************************************************** > >"Dengki itu memakan kebaikan, sebagaimana api membakar kayu. Sedangkan > >sedekah itu menghapus kesalahan, sebagaimana air memadamkan api" > >(Hadist Riwayat Ibnu Majah) > >****************************************************************** > > > >----- Original Message ----- > >From: "nyeTRUM" <[EMAIL PROTECTED]> > > > > > > > >>PEJABAT Jakarta seperti ditampar. Seorang warganya > >>harus menggendong mayat anaknya karena tak mampu sewa mobil jenazah. > >>Penumpang kereta rel listrik (KRL) jurusan Jakarta-Bogor pun geger Minggu > >> > >> > >(5/6). Sebab, mereka tahu bahwa seorang pemulung bernama Supriono(38 thn) > >tengah menggendong mayat anak, Khaerunisa (3 thn). Supriono akan memakamkan > >si kecil di Kampung Kramat, Bogor dengan menggunakan jasa KRL. Tapi di > >Stasiun Tebet, Supriono dipaksa turun dari kereta,lantas dibawa ke kantor > >polisi karena dicurigai si anak adalah korban kejahatan. Tapi di kantor > >polisi, Supriono mengatakan si anak tewas karena penyakit muntaber. Polisi > >belum langsung percaya dan memaksa Supriono membawa jenazah itu ke RSCM > >untuk diautopsi. > > > > > >>Di RSCM, Supriono menjelaskan bahwa Khaerunisa sudah empat hari terserang > >> > >> > >muntaber. Dia sudah membawa Khaerunisa untuk berobat ke Puskesmas Kecamatan > >Setiabudi. "Saya hanya sekali bawa Khaerunisa ke puskesmas, saya tidak punya > >uang untuk membawanya lagi ke puskesmas, meski biaya hanya Rp 4.000,- saya > >hanya pemulung kardus, gelas dan botol plastik yang penghasilannya hanya Rp > >10.000,- per hari". Ujar bapak 2 anak yang mengaku tinggal di kolong > >perlintasan rel KA Cikini. > > > > > >>Supriono hanya bisa berharap Khaerunisa sembuh dengan sendirinya. Selama > >> > >> > >sakit Khaerunisa terkadang masih mengikuti ayah dan kakaknya, Muriski Saleh > >(6 thn), untuk memulung kardus di Manggarai hingga Salemba, meski hanya > >terbaring digerobak ayahnya. > > > > > >>Karena tidak kuasa melawan penyakitnya, akhirnya Khaerunisa menghembuskan > >> > >> > >nafas terakhirnya pada Minggu (5/6)pukul 07.00. Khaerunisa meninggal di > >depan sang ayah, dengan terbaring di dalam gerobak yang kotor itu, di > >sela-sela kardus yang bau. Tak ada siapa-siapa, kecuali sang bapak dan > >kakaknya. Supriono dan Muriski termangu. Uang di saku tinggal Rp 6.000,- tak > >mungkin cukup beli kain kafan untuk membungkus mayat si kecil dengan > >layak,apalagi sampai harus menyewa ambulans. > > > > > >>Khaerunisa masih terbaring di gerobak. Supriono mengajak Musriki berjalan > >> > >> > >menyorong gerobak berisikan mayat itu dari > > > > > >>Manggarai hingga ke Stasiun Tebet, Supriono berniat menguburkan anaknya di > >> > >> > >kampong pemulung di Kramat, Bogor. Ia berharap di sana mendapatkan bantuan > >dari sesama pemulung. > > > > > >>Pukul 10.00 yang mulai terik, gerobak mayat itu tiba di Stasiun Tebet. > >> > >> > >Yang tersisa hanyalah sarung kucel yang kemudian dipakai membungkus jenazah > >si kecil. Kepala mayat anak yang dicinta itu dibiarkan terbuka, biar orang > >tak tahu kalau Khaerunisa sudah menghadap Sang Khalik. Dengan menggandeng si > >sulung yang berusia 6 thn, Supriono menggendong Khaerunisa menuju stasiun. > >Ketika KRL jurusan Bogor datang, tiba-tiba seorang pedagang menghampiri > >Supriono dan menanyakan anaknya. > > > > > >>Lalu dijelaskan oleh Supriono bahwa anaknya telah meninggal dan akan > >> > >> > >dibawa ke Bogor spontan penumpang KRL yang mendengar penjelasan Supriono di > >kantor polisi Tebet. Polisi menyuruh agar Supriono membawa anaknya ke RSCM > >dengan menumpang ambulans hitam. > > > > > >>Supriono ngotot meminta agar mayat anaknya bisa segera dimakamkan. Tapi > >> > >> > >dia hanya bisa tersandar di tembok ketika menantikan surat permintaan pulang > >dari RSCM. Sambil memandangi mayat Khaerunisa yang terbujur kaku. > > > > > >>Hingga saat itu Muriski sang kakak yang belum mengerti kalau adiknya telah > >> > >> > >meninggal masih terus bermain sambil sesekali memegang tubuh adiknya. Pukul > >16.00, akhirnya petugas RSCM mengeluarkan surat tersebut, lagi-lagi Karena > >tidak punya uang untuk menyewa ambulans, Supriono harus berjalan kaki > >menggendong mayat Khaerunisa dengan kain sarung sambil mengandeng Muriski > > > > > >>Orang orang yang melihat memberikan uang sekadarnya untuk ongkos > >> > >> > >perjalanan ke Bogor. Para pedagang di RSCM juga memberikan air minum kemasan > >untuk bekal Supriono dan Muriski di perjalanan. > > > > > >>Psikolog Sartono Mukadis menangis mendengar cerita ini dan mengaku > >> > >> > >benar-benar terpukul dengan peristiwa yang sangat tragis tersebut karena > >masyarakat dan aparat pemerintah saat ini sudah tidak lagi perduli terhadap > >sesama. "Peristiwa itu adalah dosa masyarakat yang seharusnya kita > >bertanggung jawab untuk mengurus jenazah Khaerunisa. Jangan bilang keluarga > >Supriono tidak memiliki KTP atau KK atau bahkan tempat tinggal dan alamat > >tetap. Ini merupakan tamparan untuk bangsa Indonesia",ujarnya. > > > > > >>Koordinator Urban Poor Consortium, Wardah Hafidz,mengatakan peristiwa itu > >> > >> > >seharusnya tidak terjadi jika pemerintah memberikan pelayanan kesehatan bagi > >orang yang tidak mampu. Yang terjadi selama ini, pemerintah hanya memerangi > >kemiskinan, tidak mengurusi orang miskin kata Wardah. > > > > > > > > > > > >------------------------------------------------------------------------ > > > >The information contained in or attached to this email is intended only > >for the use of the individual or entity to which it is addressed. If you > >are not the intended recipient, you are not authorised to and must not > >disclose, copy, distribute, or retain this message or any part of it. > >If you have received this email in error please notify us immediately > >by Sending email to : [EMAIL PROTECTED] > > > > > >________________________________________ > >Website : http://www.m3-community.org > >Forum : http://board.m3-community.org > >Milis : http://milis.m3-community.org > >Info : [EMAIL PROTECTED] > >Feedback : [EMAIL PROTECTED] > >Admins : [EMAIL PROTECTED] > > > >--- > >Supported by: > >Indosat : http://www.indosat.com > >Support : [EMAIL PROTECTED] > > > >DutaHost : http://www.dutahost.net > > > >--- Message has been scanned by Telkomsel Antivirus System --- > > > > > > > > > > > > --- Message has been scanned by Telkomsel Antivirus System --- > > ________________________________________ > Website : http://www.m3-community.org > Forum : http://board.m3-community.org > Milis : http://milis.m3-community.org > Info : [EMAIL PROTECTED] > Feedback : [EMAIL PROTECTED] > Admins : [EMAIL PROTECTED] > > --- > Supported by: > Indosat : http://www.indosat.com > Support : [EMAIL PROTECTED] > > DutaHost : http://www.dutahost.net > ________________________________________ Website : http://www.m3-community.org Forum : http://board.m3-community.org Milis : http://milis.m3-community.org Info : [EMAIL PROTECTED] Feedback : [EMAIL PROTECTED] Admins : [EMAIL PROTECTED] --- Supported by: Indosat : http://www.indosat.com Support : [EMAIL PROTECTED] DutaHost : http://www.dutahost.net
