In [EMAIL PROTECTED], "Diana" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: ----- Subject: [Penyair] Re: Puisi berkabung untuk Nur Khoirun Nisa
> > iba nian hatiku membaca nasibnya khaironnisa dalam puisi ini, sudahlah > papa kedana si bapa, takmudah dipercayai polisi dengan pengakuannya o > gusti, sulit, sulit sekali indonesia dalam kemiskinan yang > bertimpatimpa, satu demi satu musibahnya,sajak ini dijalin dalam > protes penyair peka, kayaknya puisi segini cepat dihayati ya, ya puisi > kontekstual ikut memberi kesan, ini yang banyak diipundaki > rendra,"puisi saya bukan propaganda melulu, saya juga ada mikirkan > estetikanya" waktu rendra membela, tapi dalam sajak ikra ini, dia tak > perlu membela, massa sudah maklum, semuanya simpatik lho, kudengar > juga suara garcia lorca di dalamnya terutama dengan teriakan oi?, oi? > yang berulang itu, okey, okeylah! > > aj > > > --- In [EMAIL PROTECTED], Ikra <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Ikranagara: > > GADIS KECIL DALAM GEROBAK KUMUH > > berkabung untuk: nur khoirun nisa & bangsaku > > > > Gerobak kumuh gerobak pemulung di bawah sorot > > Terik matahari globalisasi > > Jakarta kota metropolitan > > Perkasa dan angkuh > > Bergemuruh geram suara mesin-mesinnya > > > > Gadis kecil di dalam gerobak kumuh gerobak pemulung > > Tak lagi bisa tertawa ceria seperti dahulu ketika gerobak berlari > > Terbuncang-buncang didorong ayah dan abang tersayang > > Dengan canda ria > > Sekembalinya mereka bertiga dari nyetor kardus bekas > > Kaleng bekas kertas bekas botol bekas > > Plastik bekas telah dibayar juragan pemulung berkumis lebat > > Pipinya cekung menyedot rokok kretek > > > > Gadis kecil di dalam gerobak kumuh gerobak pemulung > > Tak lagi bisa berpegang keras-keras pada tepi gerobak kumuh > > Dengan tangannya yang mungil agar tak terjatuh ke lantai gerobak > > Seperti dahulu ketika menuju ke Puskesmas untuk berobat > > Karena ia terserang penyakit muntah-berak > > > > Gadis kecil di dalam gerobak kumuh gerobak pemulung > > Untuk penyakitnya itu hanya sekali pernah diperiksakan > > Ke dokter di Puskesmas milik pemerintah > > Kali lainnya tak mampu diulang kembali karena orang tuanya > > Tak sanggup membayar biaya kesehatan > > Untuk gadis kecilnya > > Di dalam gerobak kumuh gerobak pemulung > > > > Duit penghasilan ayah papa ayah pemulung > > Cumalah secuil saja daya beli rupiahnya > > Bahkan tak berdaya untuk membeli makan > > Dari hari ke hari esoknya > > > > Oi? gerobak kumuh gerobak pemulung di bawah sorot > > Terik matahari globalisasi > > Jakarta kota metropolitan > > Perkasa dan angkuh > > Bergemuruh geram suara mesin-mesinnya > > > > Oi? di lantaimu gadis kecil terbujur kaku > > Wajahnya basah oleh tetesan air menetes-netes > > Tapi kedua bola matanya tak lagi bercahaya > > > > Oi? Dadanya tak lagi berdegup jantung > > Dan tetes air yang menetes-netes itu > > Bukanlah gerimis > > Tetes itu airmata duka > > Bukan hanya dari mata orang tuanya saja > > Tetes itu air mata kita semua > > > > > > Bethesda, MD, 8 Juni 2005 __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com ________________________________________ Website : http://www.m3-community.org Forum : http://board.m3-community.org Milis : http://milis.m3-community.org Info : [EMAIL PROTECTED] Feedback : [EMAIL PROTECTED] Admins : [EMAIL PROTECTED] --- Supported by: Indosat : http://www.indosat.com Support : [EMAIL PROTECTED] DutaHost : http://www.dutahost.net
