OPERATOR yang harus tanggung jawab apabila ada abuse database!

---
Jakarta, Registrasi kartu prabayar perlu dicermati karena data
pelanggan rawan disalahgunakan. Kepastian hukum yang menjamin terasa
sangat diperlukan.

Pelanggan telekomunikasi seluler setidaknya pasti pernah menerima SMS
yang bernada penipuan dan ajakan judi. Panggilan telepon yang
menawarkan barang dagangan seperti kredit motor ataupun penawaran
untuk membuka rekening kartu kredit di salah satu bank juga sering
terdengar.

Ada kekhawatiran terjadinya sindikasi penjualan data pelanggan antara
pihak yang menawarkan barang dagangan dengan oknum pegawai operator
yang memiliki akses pada data tersebut.

Maryadie, 28 tahun, mengaku pada detikinet, Kamis (1/9/2005) pernah
menerima tawaran pengajuan kartu kredit dari salah satu bank di
Jakarta via ponselnya. Pria yang sehari-hari bekerja di bilangan
Pondok Indah Jakarta ini juga bercerita tentang penawaran senada yang
dialami oleh teman sekerjanya.

Yang mengejutkan, temannya yang ditawari kredit motor oleh pihak
penelpon, mengatakan data dirinya ternyata diperoleh sang penelpon
dari operator seluler langganannya.

Sebelumnya ditempat yang berbeda, pada acara diskusi publik yang
bertajuk 'Relevance of Advocacy and Agenda of Telecom Users Group
(INTUG/ID.TUG) for Corporate Users and Society in Indonesia' yang
berlangsung di Universitas Budi Luhur Gedung Wisma Nugra Santana
Jakarta, Rabu (31/8/2005), masalah registrasi juga menjadi bahan
perdebatan sengit.

Ketua Masyarakat Telematika (Mastel) Mas Wigrantoro Roes Setiyadi
mengkhawatirkan registrasi prabayar dapat berpotensi untuk
penyalahgunaan data pelanggan.

"Pelanggan mungkin tidak berkeberatan memberikan data, tapi bagaimana
kalau data tersebut jatuh ke tangan orang yang salah? Siapa yang
bertanggungjawab?" paparnya saat itu.

Kesulitan untuk mendata pelanggan prabayar yang jumlahnya sangat
banyak juga turut menjadi perhatian. Idris F. Sulaeman, Advisory Board
Member Indonesia Telecommunications Users Group (ID.TUG) yang
bertindak sebagai moderator diskusi terbuka dan anggota dewan ID.TUG
mendukung proses registrasi prabayar yang dilakukan pemerintah.

Menurutnya, registrasi sudah diterapkan di beberapa negara Asia
seperti Malaysia, Thailand dan Singapura.

"Ada indikasi dari segala sesuatu yang berhubungan dengan frekuensi,
bisa sebagai pemicu bom. Itu sebabnya di negara lain, prabayar harus
diregistrasi," ujarnya.

Kartu seluler prabayar sebelumnya sangat mudah didapat dan acap kali
disalahgunakan untuk pemerasan, penipuan, serta tindak kejahatan
lainnya yang memungkinkan.

Untuk itu, ID.TUG berniat membantu pemerintah dengan mendokumentasi
praktik bisnis di negara lain --yang tergabung di dalam organisasi
INTUG dan APICTEL-- yang sudah menerapkan registrasi prabayar.

"ID.TUG akan bantu dokumentasi workshop yang diadakan di Universitas
Nangnyang Singapura. Hal itu bisa jadi contoh perspektif dan
transparansi pada pengimplementasian registrasi prabayar," ujar Idris
pada diskusi publik kala itu.

Ernie Newman, Chairman International Telecommunication Users Group
(INTUG) mengatakan masalah registrasi prabayar bukan lagi masalah
telekomunikasi, tapi juga menyangkut human rights (HAM-red).

"Jadi keputusan yang diambil pemerintah harus digodok masak-masak,
sehingga nantinya tidak merugikan pelanggan seluler dengan
pembengkakan biaya. Yang rugi kan bukan hanya pelanggan prabayar tapi
juga pelanggan pascabayar," ujar Newman yang juga Chief Executive
Telecommunications Users Association of New Zealand Inc (TUANZ).

Sebagai informasi, INTUG merupakan organisasi nirlaba yang berinisiasi
melindungi konsumen telekomunikasi dan bersifat internasional. ID.TUG
dan TUANZ merupakan anggota dari INTUG yang lingkupnya di Indonesia.
Hingga saat ini, sekitar 15 negara sudah tergabung di dalam induk
organisasi INTUG.(rou)

________________________________________________
Website: www.m3-community.org
Milis options: http://milis.m3-community.org
Info: [EMAIL PROTECTED]
Feedback: [EMAIL PROTECTED]

---
Supported by:

INDOSAT
Matrix Portal: www.matrix-centro.com
Mentari Portal: www.klub-mentari.com
IM3 Portal: www.m3-access.com
Contact center: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]

DutaHost: www.dutahost.net

Kirim email ke