Ini cerita dari seorang teman, Semoga bermanfaat


Awas, Sindikat Uang Palsu Satroni Nasabah di ATM

Suatu ketika Anda tengah bertransaksi di mesin anjungan tunai mandiri
(ATM) suatu bank.
Tiba-tiba ada orang minta tolong kepada Anda agar mentransfer sejumlah
dana ke sebuah rekening dengan alasan macam-macam.Orang itu lalu
mengganti dana yang Anda transfer dengan uang tunai.Jika Anda
menemukan orang semacam itu, jangan segera Anda layani.Sebaiknya Anda
tolak dengan halus, dengan aneka alasan yang masuk akal.
Pasalnya, hal seperti itu kini menjadi modus penipuan sindikat uang
palsu alias upal.

Sudah bukan rahasia lagi, sindikat upal tengah rajin
gentayangan.Polisi saat ini juga disibukkan menangani kasus upal yang
menghebohkan, Dalam berbagai mailing list (milis) di internet, santer
beredar cerita tentang penipuan penyebaran uang palsu dengan modus di
atas. Salah satu cerita yang muncul sbb:

Pada suatu  sore seorang teman  sedang berada di ATM BCA,untuk
melakukan transaksi banking.
Tiba-tiba saja ada seseorang yang perlahan mendekati dengan sopan
menegur teman saya.
Bapak bisa tolong saya transferkan uang sejumlah Rp 1,5 juta ke
rekening ini,  saya akan ganti cash.
(sambil mengeluarkan uang sejumlah yang sama).

Dan teman itu dengan senang hati mau membantu Pada hari berikutnya
pada saat disetor ke bank,petugas bank memberitahu bahwa uang  itu
semuanya palsu
Menurut bank tersebut, kejadian ini sudah yang kesekian kali.


Anggota milis lainnya punya cerita juga, sbb:
Saya juga pernah mengalami, tapi belum sampai kena. Awalnya ada
sepasang suami istri menemui saya pas saya sedang
transfer uang di ATM BCA. Dia membawa uang cash Rp 1 juta.Dia bilang
urgent sekali (karena memang waktu itu malam hari).Karena saya curiga
kalau uang itu palsu, ya saya tega-tegain saja menolak. Saya bilang
nggak ada uang sebesar itu di rekening saya.

Seorang wanita karier yang tinggal di Pondok Gede Jaktim, bernama Ny
Ria, pada detikcom, Sabtu (29/1/2005) juga pernah dimintai tolong
orang dengan modus serupa.
"Orang itu minta transfernya tidak banyak, cuma Rp 100 ribu. Tapi saya
sudah curiga saja, jangan-jangan ada apa-apa.
Jadi saya bilang saja kalau di rekening saya tidak ada uang sebanyak
itu," kata ibu beranak dua ini.

Jadi, hati-hatilah!
Jangan sampai kebaikan hati Anda dibalas air tuba.

Kirim email ke