sapa bilang? sering2 baca berita atau nonton tv, coba baca berita sejak jaman tsunami sampe banjir, beritanya selalu pemerintah lambat menangani bencana, pemerintah terlambat mengirim bantuan dll, belum lg berita dana bantuan di korupsi ? malah yg duluan datang bantuan dari swasta kebanyakan dari media masa dan dari luar negri. pembalakan hutan boleh jd orang swasta tapi diliat dulu siapa yang jadi backingnya emang bisa seenaknya nebang hutan tanpa ada backing dari oknum pemerintah ? ya gak? lebih busuk mana yg jadi backing ama yg membalak hutan? sama2 busuk , ya diliat fakta dulu dong baru bisa ngejudge,
dan ati2 menulis -> "bukannya hutan itu dibabat habis oleh orang swasta? " tambahin dengan perusahaan swasta yang bergerak dibidang industri perkayuan. kantorku swasta bidangnya IT gak nebang kayu :) On Jan 5, 2008 10:44 AM, M4570KO <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Ternyata orang-orang yang sudah merantau tidak lagi mengingat > saudara-saudaranya di daerah yang terkena bencana banjir, tanah longsor dll. > apakah mereka sudah capek kerja dari pagi hingga sore, malamnya kecapekan > lantas tidur. > hingga hatinya sudah tidak sempat lagi merasakan apalagi mikir > saudara-saudara mereka di ngawi, bojonegoro, lamongan, tuban dll ???? > tampaknya pekerjaan dan kemacetan bener-bener menutup hati mereka. > gimana mereka bisa ngomong soal korupsi, kkn atau hal-hal buruk tentang > pns...? > berkaca diri sebelum menilai orang..? > aku mengalami sendiri, pertolongan pertama dan benar-benar membantu > mengurangi penderitaan justru datang dari orang-orang pemerintah bukan dari > orang-orang yang sibuk memperkaya diri. > bukannya hutan itu dibabat habis oleh orang swasta? > hingga mengakibatkan semua bencana ini? > mana hati nurani mereka????? > maaf aku menulis dalam kesedihan dengan HILANGNYA HATI NURANI KALIAN > SEMUA. > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > -- Octopus East Java Baker [Non-text portions of this message have been removed]
