http://iqraku.blogspot.com/2008/08/fiqih-syaum.html
1.A. Fiqih Shaum
· Pengertian puasa dalam Islam, puasa ialah suatu bentuk ibadah dengan
menahan diri dari makan, minum, jima dan hal-hal lain yang searti dengan
itu, dari sejak fajar sampai maghrib, dengan niat mencari ridha Allah SWT.
· Macam-macam puasa :
==> Puasa wajib, yaitu :
a. Puasa bulan Ramadhan (al-Baqarah:185)
b. Puasa Qadha (mengganti puasa Ramadhan) (Al-Baqarah:184)
c. Puasa nadzar (janji untuk berpuasa)
d. Puasa kifarat (denda karena suatu pelanggaran)
==> Puasa haram, yaitu :
a. Puasa pada hari-hari yang diharamkan berpuasa, yaitu pada dua hari raya
Idul Fithri, Idul Adha, dan hari Tasyriq yaitu tanggal 11, 12 dan 13 bulan
Haji.
b. Puasa terus menerus
c. Puasa wanita yang sedang haidh atau nifas
d. Puasa yang pasti mengakibatkan bahaya bagi yang melaksanakannya (al
Baqarah 195)
e. Puasa wanita (puasa sunnat) yang berada bersama suaminya, dengan tanpa
izin suaminya
==> Puasa makruh, kecuali untuk melaksanakan puasa wajib, yaitu :
a. Puasa hanya Jumat saja atau Sabtu saja
b. Puasa orang yang dalam perjalanan atau sakit dengan susah payah
(istihsan)
· Orang-orang yang diwajibkan puasa Ramadhan:
a. Beragama Islam
b. Sehat akal dan sehat badan
c. Baligh/dewasa
d. Tidak haidh dan tidak nifas
e. Tidak dalam perjalanan
f. Kuat menjalankan puasa
____Bagi mereka yang tidak memenuhi syarat di atas, diatur sebagai berikut :
1. Tidak wajib sama sekali, dan tidak wajib menggantinya. Yaitu bagi yang
belum Islam, belum dewasa, dan orang gila
2. Haram puasa tapi wajib menggantinya (dengan puasa lagi). Yaitu bagi
wanita yang sedang haidh atau nifas
3. Boleh berbuka dan wajib menggantinya pada hari-hari lain. Yaitu bagi
orang yang sakit atau dalam perjalanan (al-Baqarah:184)
4. Boleh berbuka, tapi wajib bayar fidyah berupa memberi makan fakir miskin
tiap satu hari satu orang, dengan kualitas makan yang biasa dimakan selama
satu hari. Yaitu bagi mereka yang tidak kuat sama sekali berpuasa, seperti
karena terlalu lanjut usia: al Baqarah 184
5. Boleh berbuka dengan kewajiban mengqadha atau fidyah. Yaitu bagi wanita
yang sedang hamil atau menyusukan anak: al Baqarah 184
· Perbuatan-perbuatan yang menyempurnakan ibadah puasa Ramadhan
a. Melaksanakan makan sahur
Bersahurlah kamu karena makan sahur itu ada berkahnya (HR. Bukhari
Muslim).
Makan sahur yang paling baik ialah yang hampir mendekati waktu shubuh
b. Mempercepat berbuka apabila telah tiba waktunya
Manusia senantiasa dalam kebaikan, selama mereka cepat-cepat berbuka
puasa. (HR. Bukhari dan Muslim)
Berbuka yang lebih baik ialah berbuka dengan makan buah-buahan manis. Pada
waktu berbuka dianjurkan untuk membaca doa.
c. Memperbanyak membaca al-Quran
Orang-orang yang berkumpul di masjid dan membaca al-Quran (dan
mempelajari), maka kepada mereka akan diturunkan Tuhan ketenangan bathin,
dilimpahi dengan rahmat. (HR. Muslim)
d. Memperbanyak shadaqah
Shadaqah yang paling utama ialah shadaqah pada bulan Ramadhan. Nabi
termasuk orang yang banyak memberi dan menolong, lebih-lebih pada bulan
Ramadhan.
e. Shalatullail/tahajjud/tarawikh
Bisa dilakukan dengan berjamaah atau sendiri-sendiri, boleh di masjid dan
boleh di rumah atau di tempat-tempat lain. Waktunya sesudah shalat Isa
sebelum waktu shubuh. Semua bacaan-bacaannya sama dengan shalat fardhu.
Barang siapa melakukan shalat malam pada bulan Ramadhan, dengan iman kepada
Allah dan mengharapkan pahalanya, maka akan diampuni dosanya (HR. Muslim)
f. Itikaf
Yaitu berdiam di masjid, dengan melakukan ibadah terutama pada malam 20
sampai akhir Ramadhan.
Rasulullah saw selalu mengerjakan itikaf pada sepuluh hari yang terakhir
Ramadhan, sampai saat beliau wafat (HR. Bukhari, Muslim)
Pelaksanaannya ialah pertama-tama masuk masjid dengan shalat tahiyyatul
masjid, kemudian melaksanakan ibadah di dalamnya.
g. Meningkatkan ibadah terutama pada malam 20 Ramadhan ke atas.
Apabila sudah masuk sepuluh malam yang terakhir Ramadhan, maka Rasulullah
sangat bersungguh-sungguh ibadah dan sepanjang malam beliau beramal serta
membangunkan keluarga (HR. Bukhari dan Muslim)
h. Banyak menjauhkan diri dari perbuatan dosa dan yang mengurangi nilai dan
hikmat puasa.
Banyak di antara yang berpuasa, tapi hasilnya hanya lapar dan dahaga (HR.
Ibnu Huzaimah)
· Hikmah puasa
a. Manifestasi dari pernyataan iman
b. Menguasai nafsu
c. Latihan disiplin
d. Latihan ketabahan dan kesabaran
e. Perisai dari godaan-godaan hidup
f. Menanamkan perasaan kekeluargaan dan persaudaraan
g. Menanamkan perasaan kasih sayang kepada fakir miskin
h. Kesehatan, dll
1.B. Fadhail Shaum
Rasulullah saw. bersabda : Allah telah berfirman: Semua amal kelakuan anak
Adam dapat dicampuri kepentingan hawa nafsu, kecuali puasa, maka itu melulu
untuk-Ku, dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Dan puasa itu sebagai
perisai, maka jika seorang sedang puasa, janganlah berkata keji atau
ribut-ribut, dan kalau seorang mencaci maki padanya, atau mengajak berkelahi
maka hendaknya dikatakan padanya : Aku berpuasa. Demi Allah yang jiwaku ada
di tangan-Nya, bau mulut orang yang puasa bagi Allah lebih harum dari bau
misik (kasturi). Dan untuk orang puasa dua masa gembira, yaitu ketika akan
berbuka puasa dan ketika ia menghadap kepada Tuhan akan gembira benar,
menerima pahala puasa. (Bukhari, Muslim)
Rasulullah saw. bersabda : Tiada seorang yang berpuasa sehari saja karena
Allah melainkan Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka jarak tujuh
puluh tahun. (Bukhari, Muslim)
Rasulullah saw. bersabda : Jika tiba bulan Ramadhan, maka dibuka pintu-pintu
sorga dan ditutup pintu-pintu neraka, dan dibelenggu (dirantai) semua
syaithan. (Bukhari, Muslim)
1.C. Sukses Meraih Keutamaan Ramadhan
Berapa banyak orang yang berpuasa namun ia tidak mendapatkan apa-apa dari
puasanya kecuali lapar dan dahaga
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits Rasulullah tersebut harusnya dapat membangkitkan kewaspadaan kita
untuk tidak terjerumus didalamnya. Berikut ini adalah uraian yang patut
direnungkan agar kita tidak termasuk orang-orang yang disinggung dalam
hadits Rasulullah tersebut.
. Sepuluh indikasi sukses meraih keutamaan Ramadhan :
1. Memperbanyak ibadah di bulan Syaban
Ibadah sunnah di bulan Syaban berfungsi pemanasan bagi ruhani dan fisik
untuk memasuki bulan Ramadhan. Berpuasa sunnah, memperba-nyak ibadah shalat,
tilawatul Quran sebelum Ramadhan, akan menja-dikan suasana hati dan tubuh
kondusif untuk pelaksanaan ibadah di bulan puasa.
Itulah hikmahnya kenapa Rasulullah saw. dalam hadits riwayat Aisyah,
disebutkan paling banyak melakukan puasa di bulan Syaban.
2. Memenuhi target pembacaan Al-Quran
Orang yang berpuasa di bulan ini, sangat dianjurkan memiliki wirid al-Quran
yang lebih baik dari bulan-bulan selainnya. Minimal harus dapat
mengkhatamkan satu kali sepanjang bukan ini karena memang itulah target
minimal pembacaan al-Quran yang diajarkan oleh Rasulullah saw.
3. Memelihara lidah
Bila salah seorang dari kalian berpuasa maka hendaknya ia tidak berbicara
buruk dan aib. Dan jangan berbicara yang tiada manfaatnya dan bila dimaki
sese-orang maka berkatalah, Aku berpuasa. (HR. Bukhari)
4. Menjaga pandangan dari yang haram
Puasa yang tidak menambah pelakunya lebih memelihara mata dari yang haram,
menjadikan puasa itu nyaris tak memiliki pengaruh apapun dalam perbaikan
diri. Karenanya boleh jadi puasnya secara hukum sah, tapi substansi puasa
itu tidak akan tercapai.
5. Menghidupkan malam dengan ibadah
Salah satu cirri khas bulan Ramadhan adalah Rasulullah menganjur-kan umatnya
untuk menghidupkan malam dengan shalat dan doa-doa tertentu. Tanpa
menghidupkan malam dengan ibadah tarawih, tentu seseorang akan kehilangan
momentum berharga.
6. Tidak makan berlebihan di saat berbuka
Jika saat berbuka puasa menjadi saat melahap semua keinginan nafsunya yang
tertahan sejak pagi hingga petang, menjadikan saat berbuka sebagai
kesempatan balas dendam dari upaya menahan lapar dan haus selama siang
hari, maka nilai pendidikan puasa akan hilang.
Puasa pada hakikatnya adalah pendidikan bagi jiwa untuk mengenda-likan diri
dan menahan hawa nafsu. Hasil pendidikan itu akan tercermin dalam pribadi
orang yang lebih bisa bersabar, menahan diri, tawakkal, pasrah, tidak
emosional, tenang dalam menghadapi berbagai persoalan. Puasa menjadi kecil
tak bernilai dan lemah unsur pendidi-kannya ketika upaya menahan dan
mengendalikan nafsu itu hancur oleh pelampiasan nafsu yang dihempaskan saat
berbuka
7. Mengoptimalkan infaq
Rasulullah saw, seperti digambarkan dalam hadits, menjadi sosok yang paling
murah dan dermawan di bulan Ramadhan. Di bulan inilah, satu amal kebajikan
bisa bernilai puluhan bahkan ratusan kali lipat diban-dingkan bulan-bulan
lainnya. Momentum seperti ini sangat berharga dan tidak boleh disia-siakan.
8. Memperbanyak ibadah di 10 hari terakhir
Rasulullah dan para sahabat mengkhususkan 10 hari terakhir untuk berdiam di
dalam masjid, meninggalkan semua kesibukan duniawi. Mereka memperbanyak
ibadah, dzikir dan berupaya meraih keutamaan malam seribu bulan, sat
diturunkannya al-Quran.
Pada detik-detik terakhir menjelang usainya Ramadhan, mereka mera-sakan
kesedihan mendalam karena harus berpisah dengan bulan mulia itu. Sebagian
mereka bahkan menangis karena akan berpisah dengan bulan mulia. Ada juga
yang berguman jika mereka dapat merasakan Ramadhan sepanjang tahun.
9. Tidak bermaksiat lagi setelah Ramadhan
Jangan memandang Idul Fitri dan selanjutnya sebagai hari merdeka dari
pejara untuk kembali melakukan berbagai penyimpangan. Orang yang berpuasa
dengan baik tentu tidak akan menyikapi Ramadhan sebagai kerangkeng.
10. Memelihara kesinambungan ibadah setelah Ramadhan
Amal-amal ibadah satu bulan Ramadhan, adalah bekal pasokan agar ruhani dan
keimanan seseorang meningkat untuk menghadapi sebelas bulan setelahnya.
Namun, orang akan gagal meraih keutamaan Ramadhan, saat ia tidak berupaya
menghidupkan dan melestarikan amal-amal ibadah yang pernah ia jalankan dalam
satu bulan itu.
1.E. Shaum-shaum Sunnat
1. Puasa Arafah
Rasulullah bersabda Aku memohon kepada Allah agar puasa hari Arafah
menutupi kesalahan setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. (HR.
Muslim)
2. Puasa Asyuro dan Tasua Yaitu puasa hari ke sembilan dan kesepuluh bulan
Muharram.
Rasulullah bersabda Saya memohon kepada Allah SWT agar puasa Asyuro
menutupi kesalahan tahun lalu dan tahun yang akan datang. (HR. Muslim)
3. Shaum Enam Hari Pada Bulan Syawal
Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan puasa
enam hari di bulan syawal maka seolah-olah dia berpuasa setahun penuh. (HR.
Muslim)
4. Shaum Tiga Hari Bidh
Apabila kamu berpuasa tiga hari dalam sebulan, maka puasalah pada hari ke
tiga belas, empat belas dan lima belas. (HR. Turmudzi)
Penanggalan disini tentu menurut penanggalan Qomariyah (Hijriyah), sebab
pada hari-hari tersebut bulan lebih jelas dan lebih terang.
5. Shaum Hari Senin dan Kamis
Amal disetorkan pada hari Senin dan Kamis, oleh karena itu aku ingin ketika
disetorkan amal-amalku aku dalam keadaan berpuasa (HR. Muslim)
6. Shaum Sehari dan Buka Sehari
Berpuasalah sehari dan berbuka sehari, itulah puasa Daud Alaihis Salaam dan
merupakan puasa yang paling afdhol. (HR. Bukhari)
Shaum adalah ibadah yang melatih seseorang agar mampu ikhlas
dan meninggalkan sifat riya, sebab tidak ada yang mengetahui orang yang
berpuasa sunnat selain Allah. Dialah yang akan memberi pahala terhadap
orang-orang yang berpuasa dengan balasan yang pantas.
___________________________________________________________
Referensi
Drs. Miftah Faridl : Pokok-Pokok Ajaran Islam
Imam Abu Zakaria Yahya bin Syaraf Annawawy, Tarjamah Riadhus Shalihin
Tarbawi edisi 15 Th 2 Ramadhan 1421
Said bin Muhammad Daib Hawwa, Mensucikan Jiwa : Konsep Tazkiyatun nafs
Terpadu
Dr. Abdullah Nashih Ulwan, Tarbiyah Ruhiyah : Petunjuk Praktis Mencapai
Derajat Taqwa
--
.: Bram Andrian :.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
================> HAPUS IKLAN DIATAS DAN FOOTER INI JIKA ME-REPLY
<================
Posting : [email protected]
Archive : http://www.mail-archive.com/[email protected]/
www.mitek.unibraw.ac.id || himamitek.brawijaya.ac.id
************************************************************************************Yahoo!
Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/mitek/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/mitek/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[email protected]
mailto:[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/