Gak muat dilayarku T_T

On 2009-08-26, Bram Andrian <[email protected]> wrote:
> http://iqraku.blogspot.com/2008/08/fiqih-syaum.html
>
> 1.A. Fiqih Shaum
>
> · Pengertian puasa dalam Islam, puasa ialah suatu bentuk ‘ibadah dengan
> menahan diri dari makan, minum, jima’ dan hal-hal lain yang searti dengan
> itu, dari sejak fajar sampai maghrib, dengan niat mencari ridha Allah SWT.
>
> · Macam-macam puasa :
>
> ==> Puasa wajib, yaitu :
>
> a. Puasa bulan Ramadhan (al-Baqarah:185)
>
> b. Puasa Qadha (mengganti puasa Ramadhan) (Al-Baqarah:184)
>
> c. Puasa nadzar (janji untuk berpuasa)
>
> d. Puasa kifarat (denda karena suatu pelanggaran)
>
> ==> Puasa haram, yaitu :
>
>
>
> a. Puasa pada hari-hari yang diharamkan berpuasa, yaitu pada dua hari raya
> Idul Fithri, Idul Adha, dan hari Tasyriq yaitu tanggal 11, 12 dan 13 bulan
> Haji.
>
> b. Puasa terus menerus
>
> c. Puasa wanita yang sedang haidh atau nifas
>
> d. Puasa yang pasti mengakibatkan bahaya bagi yang melaksanakannya (al
> Baqarah 195)
>
> e. Puasa wanita (puasa sunnat) yang berada bersama suaminya, dengan tanpa
> izin suaminya
>
>
> ==> Puasa makruh, kecuali untuk melaksanakan puasa wajib, yaitu :
>
> a. Puasa hanya Jum’at saja atau Sabtu saja
>
> b. Puasa orang yang dalam perjalanan atau sakit dengan susah payah
> (istihsan)
>
>
> · Orang-orang yang diwajibkan puasa Ramadhan:
>
> a. Beragama Islam
>
> b. Sehat ‘akal dan sehat badan
>
> c. Baligh/dewasa
> d. Tidak haidh dan tidak nifas
>
> e. Tidak dalam perjalanan
>
> f. Kuat menjalankan puasa
>
> ____Bagi mereka yang tidak memenuhi syarat di atas, diatur sebagai berikut :
>
>
> 1. Tidak wajib sama sekali, dan tidak wajib menggantinya. Yaitu bagi yang
> belum Islam, belum dewasa, dan orang gila
>
>
>
> 2. Haram puasa tapi wajib menggantinya (dengan puasa lagi). Yaitu bagi
> wanita yang sedang haidh atau nifas
>
>
>
> 3. Boleh berbuka dan wajib menggantinya pada hari-hari lain. Yaitu bagi
> orang yang sakit atau dalam perjalanan (al-Baqarah:184)
>
>
>
> 4. Boleh berbuka, tapi wajib bayar fidyah berupa memberi makan fakir miskin
> tiap satu hari satu orang, dengan kualitas makan yang biasa dimakan selama
> satu hari. Yaitu bagi mereka yang tidak kuat sama sekali berpuasa, seperti
> karena terlalu lanjut usia: al Baqarah 184
>
>
> 5. Boleh berbuka dengan kewajiban mengqadha atau fidyah. Yaitu bagi wanita
> yang sedang hamil atau menyusukan anak: al Baqarah 184
>
> · Perbuatan-perbuatan yang menyempurnakan ‘ibadah puasa Ramadhan
>
> a. Melaksanakan makan sahur
>
>
> “Bersahurlah kamu karena makan sahur itu ada berkahnya” (HR. Bukhari
> Muslim).
>
> Makan sahur yang paling baik ialah yang hampir mendekati waktu shubuh
>
> b. Mempercepat berbuka apabila telah tiba waktunya
>
> “Manusia senantiasa dalam kebaikan, selama mereka cepat-cepat berbuka
> puasa”. (HR. Bukhari dan Muslim)
>
>
>
> Berbuka yang lebih baik ialah berbuka dengan makan buah-buahan manis. Pada
> waktu berbuka dianjurkan untuk membaca doa.
>
>
> c. Memperbanyak membaca al-Qur’an
>
> “Orang-orang yang berkumpul di masjid dan membaca al-Qur’an (dan
> mempelajari), maka kepada mereka akan diturunkan Tuhan ketenangan bathin,
> dilimpahi dengan rahmat.” (HR. Muslim)
>
>
> d. Memperbanyak shadaqah
>
> “Shadaqah yang paling utama ialah shadaqah pada bulan Ramadhan. Nabi
> termasuk orang yang banyak memberi dan menolong, lebih-lebih pada bulan
> Ramadhan.”
>
>
> e. Shalatullail/tahajjud/tarawikh
>
> Bisa dilakukan dengan berjama’ah atau sendiri-sendiri, boleh di masjid dan
> boleh di rumah atau di tempat-tempat lain. Waktunya sesudah shalat ‘Isa
> sebelum waktu shubuh. Semua bacaan-bacaannya sama dengan shalat fardhu.
>
>
>
> “Barang siapa melakukan shalat malam pada bulan Ramadhan, dengan iman kepada
> Allah dan mengharapkan pahalanya, maka akan diampuni dosanya” (HR. Muslim)
>
>
> f. I’tikaf
>
> Yaitu berdiam di masjid, dengan melakukan ‘ibadah terutama pada malam 20
> sampai akhir Ramadhan.
>
> “Rasulullah saw selalu mengerjakan i’tikaf pada sepuluh hari yang terakhir
> Ramadhan, sampai saat beliau wafat” (HR. Bukhari, Muslim)
>
>
> Pelaksanaannya ialah pertama-tama masuk masjid dengan shalat tahiyyatul
> masjid, kemudian melaksanakan ‘ibadah di dalamnya.
>
> g. Meningkatkan ‘ibadah terutama pada malam 20 Ramadhan ke atas.
>
> “Apabila sudah masuk sepuluh malam yang terakhir Ramadhan, maka Rasulullah
> sangat bersungguh-sungguh ‘ibadah dan sepanjang malam beliau beramal serta
> membangunkan keluarga” (HR. Bukhari dan Muslim)
>
>
> h. Banyak menjauhkan diri dari perbuatan dosa dan yang mengurangi nilai dan
> hikmat puasa.
>
> “Banyak di antara yang berpuasa, tapi hasilnya hanya lapar dan dahaga” (HR.
> Ibnu Huzaimah)
>
>
> · Hikmah puasa
>
> a. Manifestasi dari pernyataan iman
>
> b. Menguasai nafsu
>
> c. Latihan disiplin
>
> d. Latihan ketabahan dan kesabaran
>
> e. Perisai dari godaan-godaan hidup
>
> f. Menanamkan perasaan kekeluargaan dan persaudaraan
>
> g. Menanamkan perasaan kasih sayang kepada fakir miskin
>
> h. Kesehatan, dll
>
> 1.B. Fadhail Shaum
>
> Rasulullah saw. bersabda : Allah telah berfirman: Semua amal kelakuan anak
> Adam dapat dicampuri kepentingan hawa nafsu, kecuali puasa, maka itu melulu
> untuk-Ku, dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Dan puasa itu sebagai
> perisai, maka jika seorang sedang puasa, janganlah berkata keji atau
> ribut-ribut, dan kalau seorang mencaci maki padanya, atau mengajak berkelahi
> maka hendaknya dikatakan padanya : Aku berpuasa. Demi Allah yang jiwaku ada
> di tangan-Nya, bau mulut orang yang puasa bagi Allah lebih harum dari bau
> misik (kasturi). Dan untuk orang puasa dua masa gembira, yaitu ketika akan
> berbuka puasa dan ketika ia menghadap kepada Tuhan akan gembira benar,
> menerima pahala puasa. (Bukhari, Muslim)
>
>
>
> Rasulullah saw. bersabda : Tiada seorang yang berpuasa sehari saja karena
> Allah melainkan Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka jarak tujuh
> puluh tahun. (Bukhari, Muslim)
> Rasulullah saw. bersabda : Jika tiba bulan Ramadhan, maka dibuka pintu-pintu
> sorga dan ditutup pintu-pintu neraka, dan dibelenggu (dirantai) semua
> syaithan. (Bukhari, Muslim)
>
>
> 1.C. Sukses Meraih Keutamaan Ramadhan
>
> “Berapa banyak orang yang berpuasa namun ia tidak mendapatkan apa-apa dari
> puasanya kecuali lapar dan dahaga…” (HR. Bukhari dan Muslim)
>
>
>
> Hadits Rasulullah tersebut harusnya dapat membangkitkan kewaspadaan kita
> untuk tidak terjerumus didalamnya. Berikut ini adalah uraian yang patut
> direnungkan agar kita tidak termasuk orang-orang yang disinggung dalam
> hadits Rasulullah tersebut.
>
>
> . Sepuluh indikasi sukses meraih keutamaan Ramadhan :
>
> 1. Memperbanyak ibadah di bulan Sya’ban
>
> Ibadah sunnah di bulan Sya’ban berfungsi pemanasan bagi ruhani dan fisik
> untuk memasuki bulan Ramadhan. Berpuasa sunnah, memperba-nyak ibadah shalat,
> tilawatul Qur’an sebelum Ramadhan, akan menja-dikan suasana hati dan tubuh
> kondusif untuk pelaksanaan ibadah di bulan puasa.
>
>
> Itulah hikmahnya kenapa Rasulullah saw. dalam hadits riwayat Aisyah,
> disebutkan paling banyak melakukan puasa di bulan Sya’ban.
>
>
> 2. Memenuhi target pembacaan Al-Qur’an
>
> Orang yang berpuasa di bulan ini, sangat dianjurkan memiliki wirid al-Qur’an
> yang lebih baik dari bulan-bulan selainnya. Minimal harus dapat
> mengkhatamkan satu kali sepanjang bukan ini karena memang itulah target
> minimal pembacaan al-Qur’an yang diajarkan oleh Rasulullah saw.
>
>
> 3. Memelihara lidah
>
> “Bila salah seorang dari kalian berpuasa maka hendaknya ia tidak berbicara
> buruk dan aib. Dan jangan berbicara yang tiada manfaatnya dan bila dimaki
> sese-orang maka berkatalah, “Aku berpuasa.” (HR. Bukhari)
>
>
> 4. Menjaga pandangan dari yang haram
>
> Puasa yang tidak menambah pelakunya lebih memelihara mata dari yang haram,
> menjadikan puasa itu nyaris tak memiliki pengaruh apapun dalam perbaikan
> diri. Karenanya boleh jadi puasnya secara hukum sah, tapi substansi puasa
> itu tidak akan tercapai.
>
>
> 5. Menghidupkan malam dengan ibadah
>
> Salah satu cirri khas bulan Ramadhan adalah Rasulullah menganjur-kan umatnya
> untuk menghidupkan malam dengan shalat dan do’a-do’a tertentu. Tanpa
> menghidupkan malam dengan ibadah tarawih, tentu seseorang akan kehilangan
> momentum berharga.
>
>
> 6. Tidak makan berlebihan di saat berbuka
>
> Jika saat berbuka puasa menjadi saat melahap semua keinginan nafsunya yang
> tertahan sejak pagi hingga petang, menjadikan saat berbuka sebagai
> kesempatan “balas dendam” dari upaya menahan lapar dan haus selama siang
> hari, maka nilai pendidikan puasa akan hilang.
>
> Puasa pada hakikatnya adalah pendidikan bagi jiwa untuk mengenda-likan diri
> dan menahan hawa nafsu. Hasil pendidikan itu akan tercermin dalam pribadi
> orang yang lebih bisa bersabar, menahan diri, tawakkal, pasrah, tidak
> emosional, tenang dalam menghadapi berbagai persoalan. Puasa menjadi kecil
> tak bernilai dan lemah unsur pendidi-kannya ketika upaya menahan dan
> mengendalikan nafsu itu hancur oleh pelampiasan nafsu yang dihempaskan saat
> berbuka
>
>
> 7. Mengoptimalkan infaq
>
> Rasulullah saw, seperti digambarkan dalam hadits, menjadi sosok yang paling
> murah dan dermawan di bulan Ramadhan. Di bulan inilah, satu amal kebajikan
> bisa bernilai puluhan bahkan ratusan kali lipat diban-dingkan bulan-bulan
> lainnya. Momentum seperti ini sangat berharga dan tidak boleh disia-siakan.
>
>
> 8. Memperbanyak ibadah di 10 hari terakhir
>
> Rasulullah dan para sahabat mengkhususkan 10 hari terakhir untuk berdiam di
> dalam masjid, meninggalkan semua kesibukan duniawi. Mereka memperbanyak
> ibadah, dzikir dan berupaya meraih keutamaan malam seribu bulan, sat
> diturunkannya al-Qur’an.
>
> Pada detik-detik terakhir menjelang usainya Ramadhan, mereka mera-sakan
> kesedihan mendalam karena harus berpisah dengan bulan mulia itu. Sebagian
> mereka bahkan menangis karena akan berpisah dengan bulan mulia. Ada juga
> yang berguman jika mereka dapat merasakan Ramadhan sepanjang tahun.
>
>
> 9. Tidak bermaksiat lagi setelah Ramadhan
>
> Jangan memandang Idul Fitri dan selanjutnya sebagai hari “merdeka” dari
> pejara untuk kembali melakukan berbagai penyimpangan. Orang yang berpuasa
> dengan baik tentu tidak akan menyikapi Ramadhan sebagai kerangkeng.
>
>
> 10. Memelihara kesinambungan ibadah setelah Ramadhan
>
> Amal-amal ibadah satu bulan Ramadhan, adalah bekal pasokan agar ruhani dan
> keimanan seseorang meningkat untuk menghadapi sebelas bulan setelahnya.
> Namun, orang akan gagal meraih keutamaan Ramadhan, saat ia tidak berupaya
> menghidupkan dan melestarikan amal-amal ibadah yang pernah ia jalankan dalam
> satu bulan itu.
>
>
> 1.E. Shaum-shaum Sunnat
>
> 1. Puasa ‘Arafah
>
> Rasulullah bersabda “Aku memohon kepada Allah agar puasa hari ‘Arafah
> menutupi kesalahan setahun yang lalu dan setahun yang akan datang”. (HR.
> Muslim)
>
>
>
> 2. Puasa ‘Asyuro dan Tasu’a Yaitu puasa hari ke sembilan dan kesepuluh bulan
> Muharram.
>
>
>
> Rasulullah bersabda “Saya memohon kepada Allah SWT agar puasa ‘Asyuro
> menutupi kesalahan tahun lalu dan tahun yang akan datang”. (HR. Muslim)
>
>
> 3. Shaum Enam Hari Pada Bulan Syawal
>
> “Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan puasa
> enam hari di bulan syawal maka seolah-olah dia berpuasa setahun penuh”. (HR.
> Muslim)
> 4. Shaum Tiga Hari Bidh
>
> “Apabila kamu berpuasa tiga hari dalam sebulan, maka puasalah pada hari ke
> tiga belas, empat belas dan lima belas”. (HR. Turmudzi)
>
> Penanggalan disini tentu menurut penanggalan Qomariyah (Hijriyah), sebab
> pada hari-hari tersebut bulan lebih jelas dan lebih terang.
>
>
> 5. Shaum Hari Senin dan Kamis
>
> “Amal disetorkan pada hari Senin dan Kamis, oleh karena itu aku ingin ketika
> disetorkan amal-amalku aku dalam keadaan berpuasa” (HR. Muslim)
>
>
> 6. Shaum Sehari dan Buka Sehari
>
> “Berpuasalah sehari dan berbuka sehari, itulah puasa Daud Alaihis Salaam dan
> merupakan puasa yang paling afdhol”. (HR. Bukhari)
>
>
>
>                 Shaum adalah ibadah yang melatih seseorang agar mampu ikhlas
> dan meninggalkan sifat riya’, sebab tidak ada yang mengetahui orang yang
> berpuasa sunnat selain Allah. Dialah yang akan memberi pahala terhadap
> orang-orang yang berpuasa dengan balasan yang pantas.
>
> ___________________________________________________________
> Referensi’
> Drs. Miftah Faridl : Pokok-Pokok Ajaran Islam
> Imam Abu Zakaria Yahya bin Syaraf Annawawy, Tarjamah Riadhus Shalihin
> Tarbawi edisi 15 Th 2 Ramadhan 1421
> Sa’id bin Muhammad Daib Hawwa, Mensucikan Jiwa : Konsep Tazkiyatun nafs
> Terpadu
> Dr. Abdullah Nashih Ulwan, Tarbiyah Ruhiyah : Petunjuk Praktis Mencapai
> Derajat Taqwa
>
> --
> .: Bram Andrian :.
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
> ------------------------------------
>
> ================> HAPUS IKLAN DIATAS DAN FOOTER INI JIKA ME-REPLY
> <================
> Posting   : [email protected]
> Archive   : http://www.mail-archive.com/[email protected]/
>               www.mitek.unibraw.ac.id || himamitek.brawijaya.ac.id
> ************************************************************************************Yahoo!
> Groups Links
>
>
>
>

-- 
Sent from my mobile device

Azhar


------------------------------------

================> HAPUS IKLAN DIATAS DAN FOOTER INI JIKA ME-REPLY 
<================
Posting   : [email protected]
Archive   : http://www.mail-archive.com/[email protected]/
                www.mitek.unibraw.ac.id || himamitek.brawijaya.ac.id
************************************************************************************Yahoo!
 Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mitek/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mitek/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke