Hm... kalau saja fasilitas umum kualitanya baik, tentu orang akan memilih naik 
fasilitas umum. Dengan demikian jumlah kendaraan pribadi pun akan berkurang dan 
hal tersebut akan mengurangi kemancetan dan juga kecelakaan.

Namun... sekarang jika dilihat realitanya kualitas fasilitas umum belum 
memuaskan. Orang pun jadi enggan untuk memilihnya. Yang telat lah, yang kumuh 
lah, dan yang-yang lainnya. 


Pemerintah seharusnya lebih tegas membatasi kepemilikan kendaraan pribadi dan 
tentu saja meningkatkan kualitas fasilitas publik. Tidak hanya tarifnya saja 
yang dinaikkan tapi kualitasnya juga harus dtingkatkan.

Kalau dibadingkan dengan fasiitas umum di luar negeri yang semuanya serba 
dihitung sampai detail waktunya sehingga detik pun ikut dihitung untuk 
menentukan waktu tiba dan keberangkatan, tentu fasilitas umum di negara kita 
kualitasnya masih jauh dibawah standart mereka. Dan mungkin baru angkutan udara 
saja yang telah memenhi standart tersebut. Namun tentu saja tidak semua armada 
udara juga memenuhi standart tersebut.(Maaf OTT)

Ayo Her, inspirasikan inspirasi kami (rakyat kecil)





________________________________
From: heru setiyono <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Fri, January 7, 2011 6:09:32 AM
Subject: [ MiteK-L ] Angka kecelakaan Lalu Lintas Meningkat diTahun 2010.

  

Untuk urusan lalu lintas, jalanan di surabaya masih menjadi salah satu pembunuh 
cukup sadis. Data hasil analis dan evaluasi Satlantas Polresta Surabaya 
menunjukan hal tersebut. Jumlah kecelakaan menurun, namun jumlah orang yang 
tewas akibat kecelakaan meningkat.

Sepanjang 2010, ada 711 kecelakaan atau setiap hari ada dua kecelakaan. 
Sebenarnya jumlah itu menurun jika dibandingkan tahun sebelumnya, yang tercatat 
855 kasus. Namun, fatalitasnya justru meningkat.Bila pada 2009 hanya ada 229 
orang tewas di jalanan Surabaya, pada 2010 jumlahnya meningkat menjadi 324 
Orang. Dengan kata lain, hampir setiap hari ada satu orang tewas di jalanan 
Surabaya.

Sementara itu, peningkatan juga terjadi pada korban luka berat.yakni, dari 176 
orang yang mengalami patah tulang atau amputasi karena kecelakaan pada 2009 
bertambah menjadi 240 orang yang harus mendapat penangganan medis berat pada 
2010. Total kerugian material Rp 577 juta sepanjang gara - gara kecelakaan.
Selain itu,perilaku pengendara sepeda motor masih menjadi penyebab utama 
kecelakaan. Simak saja data berikut. Sepanjang 2010, tercatat ada 883 Sepeda 
motor yang terlibat kecelakaan. Jauh lebih tinggi daripada kendaraan peringkat 
kedua, yakni mobil station wagon, yang tercata 155 kendaraan. 

Buruknya perilaku pengendara di jalan juga terlihat dari jumlah kecelakaan 
menurut cuaca. Total ada 701 kecelakaan pada saat cerah dan keringm  1 
kecelakaan karena jalan licin, dan hanya 9 kecelakaan  saat hujan. Jadi, Cuaca 
bisa dikesampingkan dari faktor penyebab kecelakaan. Pelanggaran markah juga 
masih menjadi nomor satu penyebab kecelakaan. Total ada 436 kecelakaan yang 
didahului oleh pelanggaran markah jalan. Itu jelas - jelas merupakan indikasi 
kuat bahwa buruknya perilaku berkendara di jalan menjadi penyebab terjadinya 
kecelakaan. 

Maka Kasatlantas Polrestabes Surabaya yang baru AKBP Asep Akbar Hikmana 
mempunyai tugas sangat berat. Yakni, harus melakukan serangkaian terobosan 
untuk 

mendisiplinkan perilaku pengendara. " Kami masih melakukan kajian untuk membuat 
sebuah kebijakan yang tepat," kata perwira yang baru saja dilantik pada 
pertengahan Desember 2010 itu.

Pria lebih Ceroboh
Sementara itu,berdasar data anev Satlantas  Polrestabes Surabaya, ada hal 
menarik terkait dengan masalah gender, Meski secara umum ada anggapan ada 
anggapan  bahwa cara mengemudi perempuan lebih berbahaya ketimbang pria (sering 
ragu - ragu dan tidak "tegas " dalam berkendara) faktanya menyebutkan 
sebaliknya.

Data Satlantas Polrestabes Surabaya menyebutkan bahwa pelaku kecelakaan menurut 
jenis kelamin yang paling banyak adalah pria,yakni 531 pria dan 52 perempuan. 
Meski data menyebutkan bahwa satu diantara empat pengemudi adalah perempuan, 
tetap saja pada pria lebih ceroboh daripada perempuan. Sebab, selisihnya 
sepuluh 

kali lipat.

Perbandingan tersebut semakin menurun bila dibandingkan dengan 2009. 
Perbandingannya adalah diantara sembilan kali kecelakaan baru satu yang terjadi 
pada perempuan. Itu berarti semakin tahun, semakin pria menjadi ceroboh dalam 
berkendara. 

Selain itu,cara berkemudi khas pada perempuan membuatnya terhindar dari korban 
kecelakaan. Bukti hanya ada 210 perempuan yang menjadi korban kecelakaan. 
Sementara itu, pada periode yang sama, ada 731 pria yang menjadi korban 
kecelakaan.

http://terminalbratang.blogspot.com/2011/01/angka-kecelakaan-lalu-lintas-meningkat.html


[Non-text portions of this message have been removed]


 


      

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

================> HAPUS IKLAN DIATAS DAN FOOTER INI JIKA ME-REPLY 
<================
Posting   : [email protected]
Archive   : http://www.mail-archive.com/[email protected]/
                www.mitek.unibraw.ac.id || himamitek.brawijaya.ac.id
************************************************************************************Yahoo!
 Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mitek/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mitek/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke