Saya setuju dengan pendapat mas riyadi.
Kenapa kita harus pesimis dengan kondisi bangsa kita, bukankah kitapun sering melakukan hal-hal yang dijabarkan oleh prof. Nagano.
Kalau kita menyalahkan takdir, berarti kita memang bangga dengan kondisi seperti itu.
Seperti AA Gym bilang :
1. Mulailah saat ini juga
2. Mulailah dari hal-hal yang kecil
3. Mulailah dari diri sendiri
 
Seperti Om Bob pernah bilang, yang susah itu ya step pertama (langkah pertama untuk melakukan semua itu). Karena keberhasilan itu adalah rangkaian dari proses-proses yang berkesinambungan.

Sihansyah Riyadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Kalau rekan-rekan ada yang suka dengar sosiolog kita (spt. Mas Aat  Suratin atau Alm Kang Harry Roesli) rasanya kita perlu belajar tentang �KEARIFAN LOKAL� yaitu sebenarnya yang dilihat sekarang itu bukan tipe bangsa Indonesia�.karena tipe bangsa kita rajin (contoh Supir Taxi bekerja lebih dari 8 jam sehari atau orang yang buka warteg)��kalau dinegara lain�..bandingkan saja�..cuman sayangnya orang kita sekarang ini �TINGKAT INTELEKTUALITASNYA RENDAH SEKALI��..mungkin karena kemiskinan�.atau�..kenapa yaa��.jadi ada satu usulan saya dan mudah-mudahan kita bisa laksanakan yaitu �MULAILAH DARI DIRI KITA UNTUK MENGUBAHNYA���.yuk bareng-bareng kita lakukan bersama�..bukan cuman mengkoreksi atau mencari �KAMBING HITAM� �.JANGAN MALAS�..JANGAN BANYAK BUAT RAPAT ATAU KOMITE�.JANGAN PAKAI JAM KARET��.JANGAN MENUNDA PEKERJAAN��JANGAN KORUPSI�..JANGAN KKN�..JANGAN�YANG JELEK-JELEK deh biar Negara kita menjadi Negara maju.

 

Thanks-Hans

 

-----Original Message-----
From: Arisiandi [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, January 13, 2005 2:14 PM
To: MM UGM; [email protected]; [EMAIL PROTECTED]; budi webc; [EMAIL PROTECTED]; ira webc; angela wulan; Amelia shinta; bambang; erika; Hendra BCA; iqbal; Irma BCA; Jimmy Lukita; Johanes Henry; Melia Umar; pakde; Rudy Irianto; Siau Yen; Dilla Perbanas; Irine; Meika Perbanas; Muhammad Firzan; Umi Perbanas
Subject: [mm-ugm] Fwd: orang indonesia di mata orang jepang - apakah masih begitu?

 

Temans,

Berikut cuplikan menggelitik....sebenarnya sudah sejak sebelum bencana tsunami... entah masih punya relasi apa tidak...
Maaf, bukan untuk menghakimi, sekedar berbagi cermin diri... termasuk saya sendiri...


Prof. Nagano, staf pengajar Nihon University memberikan kuliah intensive course dalam bidang Asian Agriculture di IDEC Hiroshima University.

Beliau sering menjadi konsultan pertanian di negara-negara Asia termasuk Indonesia. Ada beberapa hal yang menggelitik yang beliau utarakan sewaktu membahas tentang Indonesia:

1.  Suka rapat
Orang Indonesia suka rapat dan membentuk panitia macam-macam. Setiap ada kegiatan selalu di rapatkan dulu,tentunya dengan konsumsinya sekalian. Setelah rapat perlu dibentuk panitia kemudian diskusi berulang kali, saling kritik, dan merasa idenya yang paling benar dan akhirnya pelaksanaan tertunda-tunda padahal tujuannya program tersebut sebetulnya baik.

2. Budaya Jam Karet
Selain dari beliau, saya sudah beberapa kali bertemu dengan orang asing yang pernah ke Indonesia. Ketika saya tanya kebudayaan apa yang menurut anda terkenal dari Indonesia dengan spontan mereka jawab: "Jam Karet!" Saya tertawa tapi sebetulnya malu dalam hati. Sudah sebegitu parahkah disiplin kita?

3.  Kalau bisa dikerjakan besok kenapa tidak (?).
Kalau orang lain berprinsip kalau bisa dikerjakan sekarang kenapa  ditunda besok? Saya pernah malu juga oleh tudingan Sensei saya  sendiri tentang orang Indonesia. Beliau mengatakan, orang Indonesia mempunyai budaya menunda-nunda pekerjaan.

4. Umumnya tidak mau turun ke Lapangan.
Beliau mencontohkan ketika dia mau memberikan pelatihan kepada para  petani, pendampingnya dari Direktorat Pertanian datang dengan safari  lengkap padahal beliau sudah datang dengan work wear beserta sepatu  boot. Pejabat tersebut hanya memberikan petunjuk tanpa bisa turun ke  lapangan. Kenapa? Karena mereka datangnya pakai safari dan ada yang berdasi. Begitulah beliau menggambarkan orang Indonesia yang hebat sekali dalam bicara dan memberikan instruksi tapi jarang yang mau turun langsung ke lapangan.

Saya hanya ingin mengingatkan bahwa kita sudah terlalu sering dinina-bobokan oleh istilah: Indonesia kaya, masyarakatnya suka gotong royong, ada Pancasila, agamanya kuat, dan lain-lain. Dan itu hanyalah istilah, kenyataannya bisa kita lihat sendiri.

Ternyata negara kita hancur-hancuran, bahkan susah untuk recovery  lagi, mana sifat gotong royong yang membuat negara seperti Korea,  bisa bangkit kembali. Kita selalu senang dengan istilah tanpa action. Kita terlalu banyak diskusi, saling lontar ide, kritik, akhirnya waktu terbuang percuma tanpa action. Karena belum apa-apa sudah ramai duluan.

Kapan kita akan sadar dan intropeksi akan kekurangan-kekurangan kita  dan tidak selalu menjelek-jelekkan orang lain? Selama itu belum terjawab kita akan terus seperti ini, menjadi negara yang katanya sudah mencapai titik  minimal untuk disebut negara beradab dan tetap  terbelakang di segala bidang.

Mudah-mudahan pernyataan beliau menjadi peringatan bagi kita semua, terutama saya pribadi agar bisa lebih banyak belajar dan mampu merubah diri untuk menjadi yang lebih baik.

penulis:

Ahmad Darobin Lubis, Graduate School for International Development and Cooperation (IDEC) Hiroshima University

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
*** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION ***





Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
*** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION ***



____________________________________________________________________________

DISCLAIMER: The information contained in this communication is intended solely for the use of the individual or entity to whom it is addressed and others authorized to receive it. It may contain confidential or legally privileged information. If you are not the intended recipient you are hereby notified that any disclosure, copying, distribution or taking any action in reliance on the contents of this information is strictly prohibited and may be unlawful. Unless otherwise spesifically stated by the sender, any documents or views presented are solely those of the sender and do not constitute official documents or views of PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.




Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - Easier than ever with enhanced search. Learn more.

Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
*** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION ***




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke