oooaaaalaaah mas ..mas...ngono ae kok dipikiri...sing
penting iso ditangkap maksude lak wis.
kita ini bangsa yg punya pribadi..coba liat logo ..
quality is our tradition diplesetkan jadi quantity is our tradition..hahaha
kita kan bangsa yang suka plesetan...?
bangsa kita kan suka menghaluskan istilah...misal
pelacur jadi psk...penggusuran jadi ditertibkan...ditangkap jadi
diamankan...hahaha...cobalah anda liat jtv surabaya jam 1 siang atau 21.00
malam ada acara pojok kampung yg isinya berita dlm bhs suroboyoan...disini
sangat lugas dipakai bahasa yg pas... pelacur ya dikatakan pelacur/lonte bukan
psk...wis ga kakehan cangkem...ga usah diterusno masalah ngono kui...
he aku ngelantur yo keluar dari masalah hehehe...
kecik-kecik dianggo dakon, karepku becik dianggep olo
monggo kemawon...
quantity is our tradition, sing ati-ati ojo su'udzon...
pakning 17er
>From: "Rahadi Windyagiri Andrie"
<[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [email protected]
>To: <[email protected]>
>Subject: RE: [mm-ugm] Iklan "Master of
Management, Gadjah Mada University" bagus...
>Date: Mon, 31 Jan 2005 16:35:25 +0700
>
>Mungkin sudah waktunya MM UGM mempunyai satu
fungsi (i.e service
>quality) utk menyaring "quality" bahasa
yang disampaikan keluar (media
>massa, spanduk, brosur, majalah), selain utk
menyaring "quality"
>pendidikan yang diberikan atau "quality"
dari fungsi-fungsi lain
>tentunya.
>
>
>
>Bukannya "Quality is Our Tradition"..?
or "Quantity...?"...
>
>Maaf kalau kurang berkenan.