Kalau yang dimaksud Manajemen Risiko pada dunia perbankan, saat ini MM UI sudah 
lama bekerja sama dengan BI, mengadakan secara aktif workshop dan pelatihan 
tentang manajemen risiko. Karena kebetulan dosen-dosennya juga berasal dari BI.
 
Sedangkan untuk metodologi pengukuran manajemen risiko, beberapa waktu yang 
lalu, saya sempat ikut workshop perhitungan manajemen risiko operasional, yang 
disampaikan oleh Dr. Muhammad Muslich, MBA, di MM UI Salemba. Beliau juga 
menjadi konsultan manajemen risiko pada beberapa bank, baik skala kecil maupun 
besar....Dan memang dia sangat menguasai ttg manajemen risiko. Karena sebelum 
jadi dosen tetap, beliau memang orang bank....
 
Salam,
Heri
BRI- Div. Manajemen Risiko
 
 
 

        -----Original Message----- 
        From: Nina Y [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
        Sent: Sat 4/2/2005 8:57 PM 
        To: [email protected] 
        Cc: 
        Subject: Re: [mm-ugm] AHLI RISK MANAGEMENT
        
        




        Saya ingat Juli 2003 pernah mengikuti pelatihan
        Manajemen resiko yg diadakan di perusahaan tempat saya
        bekerja.
        Mas abi mungkin bisa menghubungi Asian Business
        Consultans (PT. Asiando Busindo Consultant)
        Di Price Center II Building
        9th Floor Room 901
        Jln jendral sudirman Kav 3-4 Jakarta
        Telp: 5713910-11
        Fax: 5713923
        Contact person: Pardamean Ronitua Harahap
        Mudah-mudahn saja alamatnya belum berubah
        
        
        Semoga bermanfaat
        
        
        Salam
        
        Nina
        
        --- wardhana hakim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
        
        >
        > Salam kenal buat teman-teman mm ugm, Saya mohon
        > bantuannya, ada yang tau atau ahli di bidang risk
        > management ga'? Mungkin kita bisa ketemu lebih
        > lanjut
        > dan bekerja sama.
        > Kalo ada, hubungi saya. Nama saya ABI di
        > 021-5268960/61, atau ke HP saya di 081315334447.
        > Thanks
        > --- Mery Angraini <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
        >
        > >
        > > > Never Fall in Love With Your Company
        > > >
        > > > Seorang CEO sebuah perusahaan IT dari India
        > > berbicara dalam sebuah Sesi
        > > > dengan para karyawan tentang filosofi ini. CEO
        > > tersebut termasuk Dalam 50
        > > > orang paling berpengaruh dalam dunia bisnis di
        > > Asia (dirilis Oleh (majalah
        > > > Asiaweek).
        > > >
        > > > INTINYA CERITANYA ADALAH :
        > > > CINTAILAH PEKERJAANMU, TAPI JANGAN PERNAH JATUH
        > > CINTA KEPADA PERUSAHAANMU,
        > > > KARENA KAMU TIDAK PERNAH TAHU KAPAN PERUSAHAANMU
        > > BERHENTI MENCINTAIMU
        > > > (Narayana Murthy)
        > > >
        > > > Bagi yang tertarik membaca pandangan dia secara
        > > mendalam, berikut kutipan
        > > > kata-katanya:"Saya sering menjumpai orang-orang
        > > yang bekerja selama 12 jam
        > > > sehari, 6 hari seminggu, atau lebih. Beberapa
        > > diantaranya melakukan hal
        > > > tersebut karena diburu-buru oleh deadline,
        > > memenuhi target yang telah
        > > > ditetapkan.Bagi mereka, waktu-waktu panjang yang
        > > penuh lembur hanyalah
        > > > bersifat sewaktu-waktu saja. Ada pula yang
        > > menjalani jam-jam panjang dalam
        > > > hari-hari mereka selama bertahun-tahun: entah
        > > karena orang-orang ini
        > > merasa
        > > > telah mengabdikan diri sepenuhnya kepada
        > > pekerjaan, atau bisa juga disebut
        > > > workaholic.
        > > > Apapun alasan yang orang buat untuk bekerja
        > > lembur, kondisi Tersebut
        > > > berpengaruh TIDAK BAIK kepada orang yang
        > menjalani
        > > maupun orang-orang
        > > > sekitarnya. Berada dalam kantor selama
        > berjam-jam
        > > dalam rentang waktu yang
        > > > lama, bisa menimbulkan potensi yang cukup besar
        > > bagi yang menjalaninya
        > > > untuk
        > > > membuat kesalahan. Rekan-rekan saya yang saya
        > > kenal sering bekerja lembur,
        > > > sering membuat kesalahan karena faktor
        > kelelahan.
        > > Membetulkan
        > > > kesalahan-kesalahan ini tentu saja membutuhkan
        > > waktu dan tenaga tidak saja
        > > > dari dirinya sendiri, melainkan orang lain yang
        > > secara langsung maupun
        > > > tidak
        > > > langsung bekerja bersamanya.
        > > > Masalah lain adalah orang-orang yang bekerja
        > pada
        > > perusahaan yang
        > > > menetapkan
        > > > waktu kerja yang ketat seringkali bukanlah
        > > orang-orang yang secara
        > > > pergaulan
        > > > menyenangkan. Para karyawan dari perusahaan
        > dengan
        > > tipe seperti ini sering
        > > > mengeluh atau komplain mengenai orang lain (yang
        > > tidak bekerja sekeras
        > > > mereka). Mereka menjadi mudah tersinggung, dan
        > > mudah marah. Orang-orang
        > > > lain
        > > > menjauhi mereka. Perilaku semacam ini secara
        > > organisasi tentunya merupakan
        > > > masalah besar: hasil besar akan dicapai oleh
        > > sebuah organisasi apabila ada
        > > > jalinan harmonis dalam kerja sama tim antar
        > > karyawannya, bukannya bekerja
        > > > sendiri-sendiri dan saling menjauhi.Sebagai
        > > seorang manajer, saya harus
        > > > membantu orang lain untuk meninggalkan kantor
        > > tepat waktu. Langkah pertama
        > > > dan terpenting adalah saya lah yang harus
        > memberi
        > > contoh dan pulang ke
        > > > rumah
        > > > tepat waktu. Saya bekerja dengan seorang manajer
        > > yang menyindir
        > > orang-orang
        > > > yang Bekerja lembur terlalu lama. Ajakannya
        > > menjadi kehilangan makna
        > > ketika
        > > > orang-orang menerima emailnya dan melihat jam
        > > email tersebut dikirim
        > > > ternyata jam 2 pagi. Untuk mengajak orang
        > > melakukan suatu hal, langkah
        > > > terpenting adalah memberi contoh dengan
        > > melakukannya sendiri.Langkah kedua
        > > > adalah mengajak orang untuk menjalani hidup yang
        > > seimbang.Sebagai contoh,
        > > > berikut ini adalah langkah-langkah yang menurut
        > > saya cukup membantu:
        > > >
        > > > 1) Bangun pagi, sarapan dengan menu yang baik,
        > > lalu berangkat bekerja.
        > > > 2) Bekerjalah dengan keras dan pintar selama 8
        > > atau 9 jam sehari.
        > > > 3) Pulanglah ke rumah
        > > > 4) Baca buku atau komik, menonton film yang
        > lucu,
        > > kumpul-kumpul dengan
        > > > rekan, keluarga, bermain dengan anak-anak, dll.
        > > > 5) Makan yang sehat dan tidur yang cukup
        > > >
        > > > Langkah-langkah ini disebut sebagai recreating.
        > > Mengerjakan langkah 1, 3,
        > > > 4,
        > > > dan 5 akan memungkinkan langkah 2 di lakukan
        > > secara efektif dan seimbang.
        > > > Bekerja secara normal dan mempertahankan hidup
        > > yang seimbang adalah konsep
        > > > yang sederhana. Langkah-langkah tersebut mungkin
        > > akan sulit dilakukan oleh
        > > > sebagian orang karena orang tersebut akan
        > > menganggap perlunya perubahan
        > > > mendasar yg bersifat personal pada
        > > dirinya.Sebenarnya langkah-langkah ini
        > > > memungkinkan untuk dilakukan oleh setiap orang,
        > > karena kita memiliki
        > > > kekuatan untuk memilih apa yang akan kita
        > lakukan.
        > > >
        > > >
        > > >
        > >
        >
        ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
        > > >
        > > >
        > > >
        > > >
        > > >
        > >
        > >
        >
        >
        >
        >              
        > __________________________________
        > Do you Yahoo!?
        > Make Yahoo! your home page
        > http://www.yahoo.com/r/hs
        >
        >
        >
        >
        
        
        
                       
        __________________________________
        Yahoo! Messenger
        Show us what our next emoticon should look like. Join the fun.
        http://www.advision.webevents.yahoo.com/emoticontest
        
        
        
        
        
        
        Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan 
penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
        *** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION ***
        Yahoo! Groups Links
        
        
        
        
        
        
        



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/EpW3eD/3MnJAA/cosFAA/ExDolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan 
penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
*** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION *** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mm-ugm/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

<<winmail.dat>>

Kirim email ke