All;
Kok jadi rame gini ya. Saya pengalaman ikut recruitment dimana-mana, JPCC-Ubaya SAC -nya ITS, CDC -nya ITB, Cemerlang-nya UI atau di UPH sich gak pernah ngalami diskriminasi seperti itu, meskipun saya sendiri alumni MM UGM.
 
Beberapa kali saya juga ikut bursa kerja dari karir.com atau jobsdb di beberapa kota juga seperti itu, normal dan fair enough.
 
Namanya suasana recruitment ya dimana-mana pasti ramai dan padat, dan saya pikir sangat wajar kalau alumni universitas yang bersangkutan bisa dapat kemudahan karena itu memang acara-nya Universitas itu (Apalagi panitia-nya banyak kenal). Hal ini juga terjadi lho kalo CNC MM UGM mengadakan job fair, tentunya kita anak MM UGM pasti dapat kemudahan juga khan?
 
Sebagai mantan orang recruitment juga (paling tidak bisa lihat dari sisi HR), pihak perusahaan pasti ingin mendapatkan kandidat yang terbaik.
 
Beberapa tahun yang lalu, saya pernah ikut recruitment MT-nya NESTLE, (kebetulan di MM UGM), proses seleksi-nya cukup fair kok. Di saat akhir saya dinyatakan diterima meskipun tidak jadi saya ambil (he..he..he.., sory ya buat Lia, akhirnya gak jadi ngantor di Arcadia) melalui proses seleksi yang panjang, ketat dan objective. 
Tahun lalu saya juga pegang University Relation di tempat saya bekerja sekarang, yang kerjaannya banyak keliling ke kampus-kampus untuk lihat recruitment-nya perusahaan-perusahaan, termasuk sharing knowledge di kampus-kampus sich normal-normal saja ya.
 
Bagi saya, cari kerja itu ya perjuangan.
Saya sendiri waktu 'job hunting' sendiri terhitung memasukkan CV 150 an lebih ke berbagai perusahaan (termasuk via online), hanya dipanggil interview cuma 5 X. Saya sendiri menyadari kalau saya tidak memiliki 'Star' (prestasi biasa-biasa saja), jadi ya dimana ada lowongan harus dicoba. Mungkin berbeda dengan rekan-rekan lainnya dimana pada saat yang singkat bisa langsung dapat kerja.
 
Oke.. Selamat berjuang.
 
Salam;
=Adit (28'ers)=
Satrio Wibowo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dear Fellows,
 
Saya bukan karyawan, top mgt, ataupun pemilik saham nestle dan saya tidak bermaksud menjadikan cerita dik mirza sbg pemicu perang dingin antara UI & UGM dan bahan polemik di milis ini. Saya hanya ingin tahu nama org yg dimaksud dik mirza tsb....
Mungkin ada baiknya (di milis ini) case ini dianggap closed saja
 
Cheers,
SW (12er)

hasanuddin hasanuddin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Saya sependapat dengan mas Ahmad Eka. Permasalahan ini
sebaiknya bukan untuk dijadikan "bulan-bulanan" perang
dingin antara UI vs UGM. Namun evaluasi bagi kita
secara pribdi maupun almamater.

Mengenai pendapat mas Ahmad Eka ttg terlena dgn nama
besar UGM, sepertinya saya setuju. Dalam beberapa
pertemuan di Kagama Sulsel, saya banyak mengusulkan
agar kita tidak fokus dengan "kesamaan" UGM, namun
bagaimana kita melihat komunitas kita sebagai
"perbedaan" yang ada dalam UGM. Kemudian "merangkai"
perbedaan tersebut. Menurut saya kita terlalu fokus
pada faktor "kesamaan" sehingga kita menjadi arogan,
dan akhrnya melupakan bahwa kita mempunyai kekurangan
yang perlu segera perbaharui.

Saya ada pengalaman dari pandangan subyektif pribadi
saya. yaitu amatan dari beberapa alumni UGM yg pernah
saya temui baik di Jatim maupun di Sulsel, spertiya
mempunyai karakter yg sama yaitu tipe"PENDOBRAK"
he..he.. entah ini sisi baik atau tidak. Yang pasti
tidak semua orang siap dengan perubahan yang dilakukan
oleh si UGM'er.

Maaf agak melenceng dari inti topik NESTLE, namun saya
lebih tertarik menanggapi pendapat mas Ahmad Eka
Prasetia.


Hasanuddin

--- Ahmad Eka Prasetia <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Fellows,
>
> Berita seperti ini seharusnya kita jadikan input
> buat kita, perlu
> dikritisi, apa sebabnya image UGM universitas ndeso?
> Apa karena
> lulusannya tidak bisa bahasa Inggris? Apa karena
> tidak bisa
> mengoperasikan komputer? Atau yang lain? Atau selama
> ini kita sangat
> angkuhnya dan telah terlena dengan nama besar UGM
> sehingga kita lengah
> dan tidak memperbaiki kekurangan yang ada? Atau bisa
> jadi sang manajer
> yang dari Nestle itu juga lulusan UI sehingga dengan
> chauvinisme
> almamaternya maka dia memprioritaskan dari UI? Kalau
> memang demikian,
> ada baiknya para alumni UGM yang sudah punya posisi
> menentukan di
> masing-masing institusinya bisa membuka kesempatan
> bagi adik2 kelasnya
> untuk berkiprah di perusahaannya? (tentunya dengan
> tetap mengedepankan
> profesionalisme/anti KKN)
>

>
> Last but not least, rejeki dan tempat berkiprah itu
> bukan hanya di
> Nestle saja, emang Nestle aja yang bonafide. Nggak
> di Nestle nggak
> pateken lah yaw...
>

>
> Rgds,
>

>
> Eka
>




           
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - Helps protect you from nasty viruses.
http://promotions.yahoo.com/new_mail


Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
*** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION ***



Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - You care about security. So do we.

Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
*** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION ***



Yahoo! Mail
Stay connected, organized, and protected. Take the tour

Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
*** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION ***




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke