Salut juga atas prestasi Nelson Tansu, dan juga mungkin banyak putra-putri Indonesia yang berprestasi mendunia . . . . .
Ada juga tambahan cerita dari saya: ini cerita mengenai keponakan dosen saya, dia disekolahkan oleh BPPT, pulang dari ngambil master, tidak banyak yang bisa dikerjakan di instansi yang mengirim dia sekolah, daripada frustrasi dia konsul ke oomnya, gimana kalau keluar kerja di swasta atau BUMN deh . . ..  Oomnya bilang ya daripada frustrasi lebih baik pindah kerja sepanjang masih tetap di Indonesia . . . . .  jadilah dia pindah kerja.
Ada cerita lain lagi, menantu dari ibu kost saya (dulu selagi saya masih kost) kerja di NASA, orangnya pinter, pernah katanya dia diajak pulang sama Habibie, dengan janji akan diberi jabatan dan fasilitas. Ibu kost sempet cerita ke saya . . . . saya hanya bisa komentar, "Bu bisa enggak keahlian dia diterapkan di Indonesia ???" Akhirnya dia gak pulang, bahkan sekarang menjadi warga USA termasuk istri dan anak-anaknya, kalau gak salah pekerjaan dia mengharuskan loyalitas terhadap USA . . .. Setiap akan ada peluncuran pesawat dia pasti ke Cape Canaverral, tempat tinggal dia di LA (saya pernah singgah di rumahnya). Orangnya baik, asli Surabaya, kalau ada orang Indonesia berkunjung mereka paling seneng.
Saya nasionalis, tetapi kalau sudah menyangkut pekerjaan yang bermanfaat bagi dunia secara umumnya, saya berpendapat . . . .  . biarlah mereka tetap berkarya di luar. Ini sudah jaman globalisasi . . . . biarlah mereka menjadi warga dunia. Jadi mari melihat dengan kacamata yang lebih jernih, dengan hati yang bersih juga . . . .
Kalau mereka yang berkarya di luar Indonesia ini pulang, tetapi kemudian ternyata tidak banyak yang bisa dikerjakan karena prasarana dan environment yang belum mendukung. (saya memakai environment, supaya kita tidak terjebak mengartikan secara sempit) . . . . . Mana yang lebih bermanfaat:
(a) dia tetap di luar dengan segudang karya yang bermanfaat bagi masyarakat dunia ?? atau
(b) dia pulang, tapi sulit beradaptasi, tidak banyak karya yang dihasilkan . . .  dan akhirnya frustrasi.
Nah priyeee . . ..  mas Wardoyo, mas Herman dan temen-temen yang lain ???
Salam
fw

Herman HP <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Salut atas prestasi Sdr. Nelson Tansu tersebut dan salut juga atas sikap nasionalis Mas Wardoyo. Namun, sebelum ada yang "mencoba" utk melakukan usulan yang dilontarkan Mas Wardoyo (mengajak pulang para ilmuwan Indonesia), terlebih dahulu kita cari informasi perihal nasib para ilmuwan top Indonesia yang ada di BPPT (saya jadi ingat dengan nasib Sdr. Iwan - peraih gelar Doktor Fisika Nuklir dari Jepang dlm usia 33 thn - kembali ke Indonesia diberi tugas mengajar kursus komputer!).
Mungkin ada rekan-rekan MM UGM yg mempunyai teman atau kenalan orang-orang BPPT yg bisa mencari tahu perihal informasi ini dan sharing dengan anggota milis ini.
Terima kasih.

Wardoyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Artinya sang professor tadi kuliah di amrik pd usia 15 tahun yaa, hebat.
Namun lebih hebat lagi bila bersedia kembali ke Indo, entah masuk LIPI atau Universitas, apalagi di Indo sedang digalakkan bibit2 muda untuk road to nobel dibawah asuhan seorang doktor /dosen UPH.
Kemarin juga ada orang indonesia yang ngajar di Jepang- konon gajinya 25 milyar per tahun, dan belum lama sempat memberikan guest lecture di president uni, Cikarang.
Barangkali masih banyak orang hebat dari Indonesia yang mengejar peruntungan ke negeri orang lain, dan meski sdh mengharumkan nama bangsa, namun akan lebih nyata bila turut terlibat dalam pembangunan langsung bangsa yang sedang terpuruk ini.

----------
> From:       Mirza[SMTP:[EMAIL PROTECTED]
> Reply To:       [email protected]
> Sent:       12 Juli 2005 10:44
> To:       [email protected]
> Subject:       [mm-ugm] Fw: Perofessor Termuda di AS ternyata WNI

Professor Termuda di Amerika Serikat saat ini ternyata WNI
Walau AS berhasil menaklukan Indonesia dengan hutang yang tak terbayarkan, ada Ilmuwan Indonesia yang berhasil "mengalahkan" orang-orang AS di negaranya. Ini kisahnya.

Nama lengkapnya adalah Prof Nelson Tansu PhD. Setahun lalu, ketika baru berusia 25 tahun, dia diangkat menjadi guru besar (profesor) di Lehigh University,Bethlehem, Pennsylvania 18015, USA. Usia yang tergolong sangat belia dengan statusnya tersebut. Kini, ketika usianya menginjak 26 tahun, Nelson tercatat sebagai profesor termuda di universitas bergengsi  wilayah East Coast, Negeri Paman Sam, itu. .......

...........



Suherman
 
Sow a thought and you will reap an act
Sow an act and you will reap a habit
Sow a habit and you will reap a character
Sow a character and you will reap a destiny

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
*** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION ***



Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - Find what you need with new enhanced search. Learn more.

Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
*** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION ***




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke