Yaah  . . . . inilah kenyataan yang harus kita hadapi, saat harga crude membumbung tinggi . . . . justru kita menikmati harus membeli dengan harga tinggi.
Ada yang perlu saya sampaikan, dulu sewaktu tahun 70-anpun kita menikmati masa keemasan itu . . ..  apa daya karena pengelolaan keuangan yang gak bener . . . mungkin tidak banyak manfaat yang bisa dinikmati rakyat banyak. Saya katakan rakyat banyak karena mungkin sebagian dari dana yang diperoleh tersebut . .. .  habis entah kemana. Dirut Pertamina saat itu yang tahu persis kemana semua uang mengalir . . . .. beliaulah yang pegang kunci, siapa dapet apa . . . . .
Kalau di koran saat ini dimuat mengenai penjualan BBM atau pembelian crude yang harus melalui perusahaan tertentu dengan memberikan komisi tertentu . . . ..  permasalahan itupun dulu sudah diuangkapkan dalam LHP-BPKP . . . . Apa yang terjadi, boss kami dipanggil, dan diberitahu bahwa BPKP nggak ngerti apa-apa mengenai bisnis BBM . . . . itulah kenyataan yang terjadi. Bukan hanya masalah itu, ada juga masalah lainnya.
Dan tahukan teman-temen, bisnis keluarga Cendana di BBM bukan hanya menjadi broker, mereka juga berbisnis di pengangkutan. Beberapa tanker pengangkut LNG yang notabene sudah jelas akan dicarter oleh konsorsium, mereka ada yang memilikinya. Dan mungkin bukan hanya itu tankernya, . . . . . Mungkin juga bisnis mereka dari hulu sampai ke hilir . . . . Entah berapa . . . . manisnya madu emas hitam mereka nikmati. Sampai sekarangpun mereka masih mempunyai bisnis itu. Perlu keberanian Pertamina untuk melakukan tender secara fair.
Selain itu juga sebetulnya sudah menjadi pertanyaan banyak orang mengapa harus dari hulu sampai ke hilir ditangani sendiri oleh Pertamina . . . .  yang membuat Pertamina menjadi perusahaan segede gajah dengan terlalu banyak muatan. Setiap kali ada reorganisasi selalu membuat Pertamina menambah gading dan belalainya, juga muatannya, tidak ada keberanian untuk memotong birokrasi dan mengurangi personil.
Banyak hal pendeknya yang membuat boros dalam pengelolaan BBM.
Tetapi ada juga hal yang manis pernah saya lihat; suatu kali saya ke lapangan pas kebetulan Kepala EPnya sedang berada di lapangan  . . .. .  betapa sayangnya dia sama sumur-sumur yang dia kelola, dielus-elusnya kepala wellnya . . . .  seolah-olah itulah istri pertama dia, dan dari hasil ngobrol ama dia, kayaknya beliau orangnya idealis, bekerja sungguh-sungguh.
Mengharukan bahwa masih bisa menemui orang yang mempunyai dedikasi dan kecintaan terhadap pekerjaannya. Dan kalaupun ada yang beliau nikmati, hanyalah sesuai dengan peraturan penggajian yang ada . . . .  sungguh mengharukan apalagi kalau membandingkan dengan divisi lain atau unit lain yang mudah bergelimang dengan uang.
Untuk kami auditor sangat kentara sekali perbedaannya antar unit di Pertamina. . . ..
Yah itulah sedikit ilustrasi, sedikit banget yaaa . . . . . bagaimana manisnya madu emas hitam tidak dikelola dengan baik.
OK salam, selamat kerja
fw

Prayudha Moelyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Terimakaish atas info ttg BBM.

Artinya sbg negara penghasl BBM, saat ini kita tdk dpt lg menikmati
manisnya Petro Dollar spt, saat tahun 1970 an (kalau tdk salah), dimana
pertamina menjadi perusahaan terkaya dan mencetak orang (CEO-BUMN)
terkaya pula saat itu  Hampir di semua sektor kegiatan bisnis,
Pertamina saat itu memiliki Investasi di berbagai Anak Perusahaannya.

Masa  indah itu telah berlalu, masa kini sudahlah baku, masa depan mari
lah kita mencari tahu dan saling bahu membahu berhemat.

Prayudha Moelyo
Commercial Agribusiness Unit
Jl. HR. Rasuna Said Kav. X-0 lt. 18
Jakarta
telp. 021.25517000 ext. 7143   fax. 021. 2525579

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
*** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION ***




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke