Makasih mas Herman tanggapannya . . . . . satu yang saya ingin mengklarifikasi dulu, yang jelas terlihat oleh saya sebagai auditor (saat itu) entah oleh auditor lainnya . . . . .. adalah sikap dalam keseharian tugas, sikap dalam gaya hidup, yang sepertinya . . . .
Saya tegaskan bukan dalam menservice para auditor. (Selebihnya nanti japri aja yaa . . . tapi tolong mas Herman dari divisi apa sih?). Dan seingat saya mas Herman saya tidak minta untuk diservice, paling saya minta tolong bisa nggak tinggal di mess (harap dipermaklumi kalau lapangan Pertamina adanya di ndeso yang jauh dari fasilitas penginapan yang layak, kalaupun ada, kebersihannya membuat ragu untuk menginap), itupun setiap kali tinggal di mess saya juga bayar . . . .. saya bukan auditor yang senang kalau diservis . . . . malu ah . . . . . ojo njur nggebyah uyah dong, jangan karena kabar akhir-akhir ini bahwa auditor terima sekian ratus juta, kemudian digebyah uyah bahwa semua auditor begitu, minta diservis . . . . neh sugih aku nek gelem nampa . . . . . Saya jadi auditor di Pertamina antara April 89 s/d akhir 1997. Awal 1998 saya udah di Pusdiklatwas BPKP. Untuk kami para auditor, beri kami data yang benar jangan ditutup-tutupi; sebagian besar waktu kami dipakai untuk
mencari bukti-bukti pendukung, berikan yang lengkap informasi dan kronologi ceritanya, jangan ditutupi itu sudah cukup . . . .
Mengenai tahun saya juga tidak terlalu pasti apakah antara 70-80 atau sebelumnya, tapi yang jelas harga minyak pernah booming yang biasanya berkisar US$ 16-18 saat itu mencapai US$30-an . . .. .
Tahun-tahun (70-80) itupun saya juga masih SMEA dan kuliah mas Herman.
Dan mengenai ini rasanya diakui sendiri oleh Pemerintah bahwa pernah ada booming pemasukan dari minyak namun pengelolaan uangnya yang nggak bener. Nggak benernya belum tentu di Pertamina mungkin juga di Pemerintahan dalam memanfaatkan hasil minyak. Dan ingat Pemerintahan saat itu tidak setransparan yang sekarang.
Oya maaf mas Herman kalau ada kalimat yang kurang, sehingga membuat mas Herman mempunyai pendapat seolah kesalahan pengelolaan ada di Pertamina. Maksud saya ada kesalahan pengelolaan keuangan secara nasional, dalam menangani hasil minyak. Maaf yaaaa . . . kalau di mail sebelumnya menimbulkan salah pengertian. Entah kesalahan itu di pemerintahan atau di Pertamina atau . . . . Maksud saya bukan begitu . . . . . .
Itu dulu aja yaa . ..
Salam
fw
Herman HP <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Herman HP <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Wah.... saya jd ikut tergelitik membaca tulisan mbak Flori perihal BBM dan Pertamina. Saya memang tdk tahu banyak perihal kedua hal tsb mengingat akses & pengetahuan saya yg terbatas. Mungkin sedikit saja yg bisa saya ungkapkan di sini, khususnya tanggapan atas kalimat yg saya beri penegasan (mohon koreksinya bila saya salah, terima kasih).
- Sepengetahuan saya, pada awal tahun 70-an, Indonesia mengalami krisis juga, khususnya Pertamina yg saat itu hampir bangkrut. Karena pendapatan dari sektor migas saat itu menjadi sumber utama pendapatan pemerintah, maka pemerintahpun ikut merasakan kesulitan akibat krisis tsb.
- Saat ini dalam industri migas tren yg ada adalah penggabungan sektor hulu dan hilir. Banyak perusahaan minyak kelas dunia yg melakukan merger. Pertamina, yg sejak awal sdh menjadi perusahaan migas yg terintegrasi, melalui UU no. 22 thn 2001 diupayakan utk dipisah-pisah. Dua badan baru sdh dibentuk utk melaksanakan amanat UU tsb, pelaksana kegiatan hulu oleh Badan Pelaksana (BP) Migas (antara lain melakukan regulasi & pengawasan kegiatan kontraktor migas, baik asing maupun nasional) dan pelaksanaan kegiatan hilir oleh Badan Pengatur usaha hilir. Praktis sejak diimplementasikannya UU tsb dan berubahnya Pertamina menjadi PT (Persero), status Pertamina tdk lagi menjadi pemain tunggal dlm industri migas nasional (kecuali sektor hilir yg akan berakhir bln Nop 2005). Informasi dari mediamasa, saat ini sdh banyak investor yg mengajukan minatnya utk ikut bermain di industri migas Indonesia, baik hulu maupun hilir, namun perihal blm terlaksananya investasi tsb saya tdk tahu (mungkin ada yg bisa memberi informasi tsb?).
- Sejak tahun 1993, praktis Pertamina tdk melakukan penerimaan pegawai baru. Sedangkan pegawai yg ada sudah banyak yg pensiun, baik melalui program PHK Atas Permintaan Sendiri (APS) maupun pensiun karena usia (alamiah). Tahun 1992/1993 jumlah pegawai Pertamina kurang lebih 45.000 orang dan tahun 2000 kurang lebih 24.000. Tahun 2001 & 2003 baru dimulai lagi kaderisasi pegawai (penambahan kurang dari 1.000 orang). Tahun 2005 sedang dlm proses seleksi dg jumlah yg juga dlm kisaran ratusan orang saja. Dahulu Pertamina mempunyai 6 Direktorat (EP, P, PPDN, PKK, Keuangan dan Umum) saat ini tinggal 5 Direktorat (minus PKK).
- Untuk yg terakhir, masalah perbedaan antar unit di Pertamina yg dirasakan oleh rekan-rekan auditor, saya kurang jelas perbedaan apa yg dirasakan. Apakah perbedaan dlm hal service yg diberikan kepada auditor atau perbedaan yg dialami oleh pegawai Pertamina. Utk kemungkinan yg pertama, terus terang saya no comment, sangat tidak layak utk saya ungkapkan di forum ini (mungkin mbak Flori yg lebih tahu berdasarkan pengalamannya dan pengalaman rekan-rekannya). Biarlah hal itu saat ini hanya menjadi pengalaman buat saya saja dlm berhubungan dg rekan-rekan auditor. Sedangkan utk kemungkinan yg kedua, saya rasa penghasilan pegawai Pertamina sama utk semua unit maupun kantor pusat. Perbedaan hanya terletak pada tunjangan daerah, yg disesuaikan dg tingkat kemahalan harga di daerah tsb. Namun bila yg dipermasalahkan dan menjadikan haru adalah "pendapatan lain-lain", maka hal ini sangat ironis (konteks "mengharukan" dlm kalimat mbak Flori cenderung ke arah "kasihan", ref kata-kata berwarna biru). Seharusnya justru kita bangga bila ada seorang pejabat yg bekerja dg giat dan hanya mau menerima imbalan yg normatif saja, sementara di tempat lain (meminjam istilah mbak Flori) "bergelimang dengan uang."
Demikian saja, mohon maaf bila ada data dan kata-kata yg tidak tepat. Have a nice day!
man's
flori widyarsi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Yaah . . . . inilah kenyataan yang harus kita hadapi, saat harga crude membumbung tinggi . . . . justru kita menikmati harus membeli dengan harga tinggi.Ada yang perlu saya sampaikan, dulu sewaktu tahun 70-anpun kita menikmati masa keemasan itu . . .. apa daya karena pengelolaan keuangan yang gak bener . . . mungkin tidak banyak manfaat yang bisa dinikmati rakyat banyak. Saya katakan rakyat banyak karena mungkin sebagian dari dana yang diperoleh tersebut . .. . habis entah kemana. Dirut Pertamina saat itu yang tahu persis kemana semua uang mengalir . . . .. beliaulah yang pegang kunci, siapa dapet apa . . . . .Kalau di koran saat ini dimuat mengenai penjualan BBM atau pembelian crude yang harus melalui perusahaan tertentu dengan memberikan komisi tertentu . . . .. permasalahan itupun dulu sudah diuangkapkan dalam LHP-BPKP . . . . Apa yang terjadi, boss kami dipanggil, dan diberitahu bahwa BPKP nggak ngerti apa-apa mengenai bisnis BBM . . . . itulah kenyataan yang terjadi. Bukan hanya masalah itu, ada juga masalah lainnya.Dan tahukan teman-temen, bisnis keluarga Cendana di BBM bukan hanya menjadi broker, mereka juga berbisnis di pengangkutan. Beberapa tanker pengangkut LNG yang notabene sudah jelas akan dicarter oleh konsorsium, mereka ada yang memilikinya. Dan mungkin bukan hanya itu tankernya, . . . . . Mungkin juga bisnis mereka dari hulu sampai ke hilir . . . . Entah berapa . . . . manisnya madu emas hitam mereka nikmati. Sampai sekarangpun mereka masih mempunyai bisnis itu. Perlu keberanian Pertamina untuk melakukan tender secara fair.Selain itu juga sebetulnya sudah menjadi pertanyaan banyak orang mengapa harus dari hulu sampai ke hilir ditangani sendiri oleh Pertamina . . . . yang membuat Pertamina menjadi perusahaan segede gajah dengan terlalu banyak muatan. Setiap kali ada reorganisasi selalu membuat Pertamina menambah gading dan belalainya, juga muatannya, tidak ada keberanian untuk memotong birokrasi dan mengurangi personil.Banyak hal pendeknya yang membuat boros dalam pengelolaan BBM.Tetapi ada juga hal yang manis pernah saya lihat; suatu kali saya ke lapangan pas kebetulan Kepala EPnya sedang berada di lapangan . . .. . betapa sayangnya dia sama sumur-sumur yang dia kelola, dielus-elusnya kepala wellnya . . . . seolah-olah itulah istri pertama dia, dan dari hasil ngobrol ama dia, kayaknya beliau orangnya idealis, bekerja sungguh-sungguh.Mengharukan bahwa masih bisa menemui orang yang mempunyai dedikasi dan kecintaan terhadap pekerjaannya. Dan kalaupun ada yang beliau nikmati, hanyalah sesuai dengan peraturan penggajian yang ada . . . . sungguh mengharukan apalagi kalau membandingkan dengan divisi lain atau unit lain yang mudah bergelimang dengan uang.Untuk kami auditor sangat kentara sekali perbedaannya antar unit di Pertamina. . . ..Yah itulah sedikit ilustrasi, sedikit banget yaaa . . . . . bagaimana manisnya madu emas hitam tidak dikelola dengan baik.OK salam, selamat kerjafw
Prayudha Moelyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Terimakaish atas info ttg BBM.
Artinya sbg negara penghasl BBM, saat ini kita tdk dpt lg menikmati
manisnya Petro Dollar spt, saat tahun 1970 an (kalau tdk salah), dimana
pertamina menjadi perusahaan terkaya dan mencetak orang (CEO-BUMN)
terkaya pula saat itu Hampir di semua sektor kegiatan bisnis,
Pertamina saat itu memiliki Investasi di berbagai Anak Perusahaannya.
Masa indah itu telah berlalu, masa kini sudahlah baku, masa depan mari
lah kita mencari tahu dan saling bahu membahu berhemat.
Prayudha Moelyo
Commercial Agribusiness Unit
Jl. HR. Rasuna Said Kav. X-0 lt. 18
Jakarta
telp. 021.25517000 ext. 7143 fax. 021. 2525579__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
SuhermanSow a thought and you will reap an act
Sow an act and you will reap a habit
Sow a habit and you will reap a characterSow a character and you will reap a destiny__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
Start your day with Yahoo! - make it your home page
Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
*** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION ***
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "mm-ugm" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
