Pak Wardoyo,

Kalau tidak salah, kita pernah mendiskusikan hal itu di forum ini.

Cerita tersebut, yang merupakan terjemahan dalam bahasa Inggris, ternyata
tidak benar; terbukti hanya karangan saja. (Barangkali disirkulasikan untuk
mendiskreditkan pimpinan Harvard saat itu, atau menunjukkan kesombongan
orang-orang Harvard.)  Menurut pengalaman saya, pengelola di sana (Harvard)
nampak rendah hati (humble), mudah ditemui (accessible), dan bersahabat
(friendly).

Jika temans menjumpai lagi cerita tersebut, mudah-mudahan informasi ini
dapat mengklarifikasi.

Thanks.


GS
Direktur Komunikasi dan Hub. Pemerintah Harvard Club of Indonesia (HCI)



----- Original Message -----
From: "Wardoyo" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, July 19, 2005 1:35 PM
Subject: [mm-ugm] Baju-baju yang menipu


> fwd-
>
> Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng suaminya yang
> berpakaian sederhana dan usang, turun dari kereta api di Boston, dan
> berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard University.
> Mereka meminta janji.
>
> Sang sekretaris Universitas langsung mendapat kesan bahwa mereka
> adalah orang kampung, udik, sehingga tidak mungkin ada urusan di
> Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge.
>
> "Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard", kata sang pria lembut.
>
> "Beliau hari ini sibuk," sahut sang Sekretaris cepat.
>
> "Kami akan menunggu," jawab sang Wanita.
>
> Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa
> pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi. Tetapi
> nyatanya tidak. Sang sekretaris mulai frustrasi, dan akhirnya
> memutuskan untuk melaporkan kepada sang pemimpinnya.
>
> "Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan
> pergi," katanya pada sang Pimpinan Harvard.
>
> Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang
> sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka. Dan ketika dia
> melihat dua orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang di
> luar kantornya, rasa tidak senangnya sudah muncul. Sang Pemimpin
> Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan tersebut. Sang wanita
> berkata padanya, "Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun
> pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini.
> Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena  kecelakaan. Kami
> ingin mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini,
> bolehkan?" tanyanya, dengan mata yang menjeritkan harap.
>
> Sang Pemimpin Harvard tidak tersentuh, wajahnya bahkan memerah. Dia
> tampak terkejut. "Nyonya," katanya dengan kasar, "Kita tidak bisa
> mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan
> meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini sudah akan seperti
> kuburan."
>
> "Oh, bukan," Sang wanita menjelaskan dengan cepat, "Kami tidak ingin
> mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung
> untuk Harvard."
>
> Sang Pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju
> pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, "Sebuah
> gedung?! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung ?! Kami
> memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik
> Harvard."
>
> Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang Pemimpin Harvard
> senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang. Sang wanita
> menoleh pada suaminya dan berkata pelan, "Kalau hanya sebesar itu
> biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat
> sendiri saja?" Suaminya mengangguk. Wajah sang Pemimpin Harvard
> menampakkan kebingungan.
>
> Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi, melakukan
> perjalanan ke Palo Alto, California, di sana mereka mendirikan
> sebuah Universitas yang menyandang nama mereka, sebuah peringatan
> untuk seorang anak yang tidak lagi diperdulikan oleh Harvard.
> Universitas tersebut adalah Stanford University, salah satu
> universitas favorit kelas atas di AS.
>
> Kita, seperti pimpinan Hardvard itu, acap silau oleh baju, dan
> lalai. Padahal, baju hanya bungkus, apa yang disembunyikannya,
> kadang sangat tak ternilai. Jadi, janganlah kita selalu abai, karena
> baju-baju,acap menipu
>
>
>
>
> Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan
penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
> *** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION ***
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>




Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan 
penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
*** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION *** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mm-ugm/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke