Title: RE: [mm-ugm] Jauh - Dekat Rp. 300 + ESIA

Seorang petinggi motorola mengatakan di Kompas bahwa pasar potensial bisnis seluler nasional adalah mereka yang berpenghasilan di atas 4 juta per bulan, dan jumlahnya sekitar 21 juta orang. Bila kita mengambil angka 28 juta sebagai pelanggan seluler, kemudian di break lagi menjadi pelanggan tetap/paska bayar dan prabayar, maka jumlah pelanggan paska hanya (28jt x 17%) atau = 4,76jt, sementara lebih dari 23jt adalah pelanggan bergerak/berpindah.Nah bila yg dibidik adalah bagaimana pelanggan bergerak agar menjadi pelanggan tetap maka akan ada pasar potensial sebesar 21jt dikurang 4,76jt.

Barangkali pasar CDMA akhirnya juga pasar GSM, dan hal ini sudah terjadi dimana seseorang memegang GSM sekaligus CDMA. Untuk panggilan keluar cukup dg CDMA (jabotabek), sedangkan bila harus keluar kota baru pakai GSM-nya.

Ada fenomena menarik di sini barangkali, bagaimana suatu perusahaan mengalami kelebihan uang ! Kira2 menjadi suatu masalah tidak? Telkomsel, operatos GSM terbesar dg pelanggan diatas 10 jt, bila kita anggap saja semuanya [pelanggan paska bayar dg ARPU/average revenue per user misal 100rb perak saja, maka tiap bulan revenuenya mencapai 1 trilyun rupiah !! Makanya mereka bisa bangun BTS sampai tiap kecamatan.

Rgds

    ----------
    From:   [EMAIL PROTECTED]:[EMAIL PROTECTED] on behalf of Sumardy Ma[SMTP:[EMAIL PROTECTED]
    Reply To:       [email protected]
    Sent:   15 Nopember 2005 9:21
    To:     [email protected]
    Subject:        RE: [mm-ugm] Jauh - Dekat Rp. 300 + ESIA

    heheheheh lengkap banget informasinya Om.....
     
    pemain sepertinya akan bertambah lagi nih dengan masuknya keluarga sampoerna di frekuensi 450? meskipun bermasalah dengan ketersediaan handset

     
    anyway, ada beberapa hal yang menurut saya menarik:
    1. Pengguna GSM sebenarnya tidak sampai 30 juta, saya menghitung maksimum itu cuma sekitar 28 juta aja dan benar kata Om Wardoyo emang sebagian besar itu flying customers sehingga banyak sekali kartu yang beredar itu menjadi calling card alias habis ya dibuang. Tapi saya kira dalam waktu dekat kita bisa mendapatkan data yang lebih valid seiring dengan regulasi yang mengharuskan pengguna prabayar tuk mendaftarkan nomornya terakhir bulan April 2006. Di situ akan terlihat konfigurasi yang menarik dan menurut saya market leader justru akan terkena dampak karena kemungkinan besar flying customers dan juga pembeli calling card pasti secara proporsi akan banyak dari sang market leader di GSM, bukan?  btw, apakah regulasinya juga menyentuh sampai CDMA dimana pengguna prabayar juga harus mendaftar?

     
    2. Saya sih sampai sekarang masih berpikir aja apakah gebrakan CDMA ini tidak salah target market. Yup, kita semua sepakat tingkat penetrasi fixed line di jaman Telkom masih kecil sekali, hal tersebut yang coba diakomodir oleh Ratelindo, tetapi kenapa CDMA masih nekat dan ngotot masuk ke pasar nya GSM, bukankah itu memperebutkan kue yang sama? hal seperti ini yang coba dilakukan Flexi. makanya saya memberikan acungan jempol sepuluh (jempol dari mana ya hehehe) saat Esia saya lihat paling kreatif dengan berani menyasar target market yang tepat misalnya bekerjasama dengan induk koperasi pedagang (Inkopas ya Pak) yang menurut saya segmen seperti inilah yang seharusnya digarap seiring dengan belum memadainya coverage dari CDMA tuk compete dengan GSM.

     
    Karena kalau sudah compete dengan GSM, expectation pelanggan pasti menggunakan produk yang murah tetapi kualitasnya seperti GSM, hal tersebut yang dulunya sempat membuat masalah bagi FLEXI (ini terbukti dari beberapa survey yang kita lakukan)

     
    Nah, sekarang dengan adanya kerjasama antar operator sehingga memungkinkan national coverage (meskipun saya tidak tahu apakah akan tetap jadi limited mobile wireless atau akan jadi unlimited mobile wireless seperti GSM, regulasinya gimana Pak?) tentu saja peta persaingan akan berubah total

     
    Perang harga yang akhirnya menciptakan ekuilibrium baru dan juga edukasi dari Esia tentang Talk Time yang dipuji oleh banyak orang memang menciptakan nuansa baru perang pemasaran seluler baik itu GSM maupun CDMA. menarik tuk disimak meskipun berdarah-darah

     
    any other comments?
     
    salam marketer
     
    sumarketer
     



Sudahkah Anda mengunjungi http://www.kagama-mm.com/ hari ini?
*** THE TRADITION OF QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) ***




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke