Alumni yang terhormat,
Salah satu masalah yang sering saya dengar dari rekan-rekan saya (kebetulan semua over 35) adalah sulitnya mendapatkan pekerjaan baru. Banyak diantara mereka yang ingin mendapatkan pekerjaan baru dengan berbagai alasan seperti, lingkungan kerja yang tidak nyaman (lagi), perlakuan atasan yang tidak mengenakkan (menurut versi mereka), jenjang karir yang sudah "mentok", dan berbagai alasan lainnya. Kesulitan ini terutama dialami oleh mereka yang mempunyai perjalanan karir yang sedikit tersendat-sendat (diusia segitu masih di level low management). Saya ingin berbagi pengetahuan dan pengalaman (semacam tips) terhadap rekan-rekan alumni terutama bagi mereka yang masih under 30 sebagai berikut:
1. Bangunlah karir anda dari sekarang, targetkanlah karir anda untuk mencapai posisi minimum pada midle management pada umur 30 tahun. Ciptakanlah prestasi dengan kreasi dan inovasi pada tempat anda bekerja.
2. Bangunlah network
sebanyak mungkin dan maintain network tersebut dengan baik.
3. Aktif dalam berbagai organisasi akan sangat membantu anda mendapatkan relasi-relasi yang sewaktu-waktu anda perlukan.
4. Ciptakan "self spesific value" untuk diri anda sendiri yang bisa berupa spesial skill, image sehingga anda akan dinilai "berbeda" dengan orang lain. Hal ini akan menjadi qualitative advantage bagi anda untuk memasarkan diri anda.
Demikian, mudah-mudahan bermanfaat. Jika ada masukan lain dari alumni akan sangat bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih
Winnar Suadi
Eks III/JKT 2005
Arsono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pak Joko dan rekan 2x alumni yang terhormat,
Kadang muncul anggapan bahwa apabila kita gagal dalam suatu rangkain
test kerja, lantas kita mengganggap kita gagal atau lebih parah
mengganggap diri kita "tidak cerdas". Saya kira tidak demikian. Bisa
jadi kemampuan dan karakteristik pribadi kita - tidak cocok dengan
persyaratan/sifat pekerjaan yang ditawarkan. Ingatlah prinsip right man
on right place. Atau mungkin, pelamar lain jauh lebih baik dari kita -
sehingga sudah lumrah bila kandidat lain yang terpilih. Jangan lekas
putus asa. Tetap optimis, kata Penghuni terakhir 3 - pantang menyerah
dan tetap semangat.
Situasi seperti ini kadang memberikan kesempatan kepada kita untuk
melakukan evaluasi diri, apa yang menjadi keunggulan dan kelemahan kita
dan yang lebih penting menemukan jalan keluar atas masalah tersebut.
Saya berpendapat pembekalan terhadap rekan-rekan mahasiswa yang akan
memasuki dunia kerja perlu diberikan. Bisa saja kita meminta lembaga MM
UGM - career service department mengundang profresional perusahaan
recruitment untuk memberikan tips "sukses memasuki dunia kerja". Lembaga
MM UGM merupakan lembaga yang cukup disegani sehingga mengundang
professional recruitment service seperti - Elein Rachman "EXPERD"
(alumni UI dan saat ini masih mengajar pada program pasca sarjana
fakultas psikologi UI), Kemal Stamboel (dulu pernah menjadi diundang
sebagai dosen tamu MM UGM) kemungkinan besar akan diperhatikan - cmiw.
Atau dari kalangan alumni UGM sendiri saya kira cukup banyak yang
berkecimpung dalam recruitment company.
Kita perlu sedikit membuka wawasan pikiran kita, di tengah era global
seperti sekarang, kesempatan kerja di luar negeri baik di kawasan Asia
Tenggara dan Asia Pasifik seperti Fiji, Caledonia Baru, New Zaeland,
Australia (saat ini Australia sedang membutuhkan banyak accountant),
Qatar dan kawasan timur tengah lainnya yang memberikan pembebasan pajak,
atau kawasan Afrika Utara seperti Marocco, Mauritania, Al Jazair yang
terkenal dengan gaya mediteraniannya sehingga cukup indah dan nyaman
tinggal di sana bisa dijadikan pertimbangan.
Kegiatan career day sejogjanya tetap dilaksanakan secara teratur dan
rutin yang bisa memberikan kesempatan lebih luas kepada alumni UGM pada
umumnya dan alumni MM UGM pada khususnya.
Seorang teman alumni mempunyai pengalaman, menjelang kelulusan dari MM
UGM - beliau membuat target lamaran sebanyak 100 lamaran kerja. Setiap
hari di sela-sela pengerjaan thesis, beliau rajin mengirimkan lamaran.
Seminggu setelah lulus, beliau dipanggil beberapa perusahaan untuk
mengikuti wawancara dan memutuskan bergabung dengan salah satu
perusahaan swasta nasional di Jakarta. Sekarang sudah memiliki jenjang
karir yang bagus.
MM UGM (sebagai orang tua) telah cukup memberikan bekal pengetahuan
kepada mahasiswa (anaknya) - "ibarat senjata", tergantung kita bagaimana
memanfaatkan senjata pemberian orang tua untuk memenangkan sebuah
pertempuran kerja. Selamat berjuang, yakinlah bahwa anda bisa meraih apa
yang anda inginkan.
Regards
Arsono
Batch 12
Yahoo! FareChase - Search multiple travel sites in one click.
Sudahkah Anda mengunjungi http://www.kagama-mm.com/ hari ini?
*** THE TRADITION OF QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) ***
SPONSORED LINKS
| Undergraduate business schools | Business school essay | Business school and education |
| Top business schools | Best business schools | Business school minnesota |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "mm-ugm" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
