Pak hanif mantiq ...
 
sekedar diskusi ... biar saya bisa pinter juga kayak bapak
kalo saya nggak pernah percaya dengan averaging down seperti contoh bapak
saya mendingan tunggu saatnya pull back baru masuk ...
so saya nggak usah mencicipi ruginya ... kalo decision saya salah saya cut loss early
lalu tunggu titik pull backnya lagi (dengan konfirmasi)
 
titik - titik fibonachi retracement memang titik yang kritis untuk diamati
tapi untuk masuk tetep harus ada confirmasi dulu
(terserah mau pake pola reversal candlestick, pattern recognition atau price volume confirmation)
 
kalo dari beberapa buku yang saya pelajari malah kita
dianjurkan untuk averaging up ... beli saham yang terbukti rally
beberapa trader (seperti nicholas darvas atau william o'neil) justru menyarankan untuk membeli
saat harga sudah menyentuh all time high dengan konfirmasi
(Darvas pake Darvas Box, sementara O'Neil pake formasi cup & handle)
 
mohon maaf kalo pendapat saya salah ... maklum saya masih belajar
saya senang kalo bisa diskusi lebih dalam dengan bapak
 
made
 
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]On Behalf Of hanif-mantiq
Sent: Monday, December 05, 2005 5:41 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [mm-ugm] trading saham

Mau ikutan nimbrung tentang dunia pasar modal kita
khususnya di saham……

Biasanya ada dua tipikal pemain di pasar modal yaitu di
satu pihak contrarian terhadap market dan pihak yang
lainnya adalah memanfaatkan momentum dari market.

Menurut riset yang dilakukan pasar modal di AS untuk
jangka pendek mengambil momentum terhadap market biasanya
menguntungkan (beli ketika indeks baru mulai naik dan jual
ketika indeks baru mulai turun) sedangkan untuk jangka
panjang kontrarian terhadap market adalah yang
menguntungkan (jual ketika harga sudah jauh naik dan beli
ketika harga sudah jauh turun).

Dari hasil riset (udah lupa kalo ga salah ada di journal
of finance) tentang kedua strategi tersebut yang jauh
lebih menguntungkan adalah membuat kombinasi dari momentum
dan kontrarian yaitu manfaatkan momentum untuk jangka
pendek dan kontrarian untuk jangka panjang.

Mari kita ambil contoh untuk saham ASII dan misalkan kita
memiliki uang 100 juta rupiah dengan target penggunaan
uang 20 juta rupiah untuk saham ASII (Astra International
Indonesia).

kita bagi menjadi dua 10 juta untuk strategi momentum dan
10 juta untuk strategi kontrarian.

Tanggal 1 Agustus 2005 harga saham ASII 13.000 rupiah

Tanggal 1 September 2005 harga saham ASII 9800 rupiah

Tanggal 1 Oktober 2005 harga saham ASII 9500 rupiah

Tanggal 1 November 2005 harga saham ASII 9000 rupiah

Periode 1 Agustus - 1 September 2005 harga saham ASII
tertinggi 13.000 rupiah
Periode 1 September - 1 Oktober 2005 harga saham ASII
tertinggi 11.200 rupiah
Periode 1 Oktober - 1 November 2005 harga saham ASII
tertinggi 9.800 rupiah
Periode 1 November - 23 November 2005 harga saham ASII
tertinggi 9.300 rupiah

Menurut konsep piramida 1, 2, 3, 5, 7, 12 (Fibonacci) maka
bila kita ingin membeli saham dengan jangka panjang
(kontrarian terhadap market) misalnya 10 juta rupiah kita
bisa membaginya menjadi 3 periode pembelian 1 juta 2 juta
3 juta dan 4 juta rupiah (agak melenceng sedikit agar
genap menjadi 10 juta rupiah).

Untuk strategi momentum harus habiskan semuanya dengan
target untung dan rugi dalam periode satu bulan harus
direalisasi (misalnya kalo rugi 5 % dan untung 5%) harus
segera dilepas

Misal dengan uang 20 juta yang dialokasikan untuk membeli
saham ASII tersebut dapat kita bagi menjadi dua yaitu 10
juta untuk jangka panjang dan 10 juta untuk jangka pendek.

Pada tanggal 1 Agustus beli saham jangka panjang senilai 1
juta rupiah dengan harga 13.000/ lembar saham

Pada tanggal 1  September beli saham jangka panjang
senilai 2 juta rupiah pada harga 9.800/ lembar saham

Pada tanggal 1 Oktober beli saham jangka panjang senilai 3
juta rupiah pada harga 9.500 / lembar saham

Pada tanggal 1 November beli saham jangka panjang senilai
4 juta rupiah pada harga 9.000 / lembar saham

Maka pada tanggal 1 November kita mendapatkan Saham ASII
senilai 10 juta rupiah dengan rata-rata harga
[(1x13.000)+(2x9.800 )+(3x9.500)+(4x.9000)]/ 10 yaitu
9.700 rupiah.

Pada tanggal 23 November harga saham ASII adalah 9.050
dengan demikian potensi rugi kita hanya 650/ 9700 x 10
juta = 670 ribu saja bayangkan kerugian bila kita
mengambil sekaligus saham ASII pada tanggal 1 Agustus
kerugian kita mencapai (13.000-9.000) 4000/13.000 x 10
juta = 3 juta rupiah ......... jadi kita menghemat hampir
2,5 juta rupiah Tinggal kita tunggu saja saham ini
membalik kembali keatas sehingga kita mendapatkan
keuntungan.

Untuk strategi momentum ketika turun 5% kita cut loss maka
hitungannya adalah sebagai berikut

Pada periode 1 Agustus- 1 September kita rugi 5% dari 10
juta yaitu 500 ribu (karena dari 1 Agustus - 1 September
harganya turun terus menerus 9.800 rupiah/ lembar saham)

Pada periode 1 September - 1 Oktober kita untung 5% dari
9,5 juta yaitu 475 ribu beli dengan harga 9800 rupiah dan
lepas setelah mendapatkan keuntungan 5 % di harga 10.200
rupiah (karena harganya naik terus dari tanggal 1
September hingga 8 September pada harga 11.200 rupiah/
lembar saham)

Pada Periode 1 Oktober -1 November kita menjual rugi 5 %
karena harga beli 9.500 sedangkan harga turun ke 9.000
rupiah yaitu 498 ribu

Pada Periode 1 November hingga 23 November kembali rugi 5
% karena harga beli 9.000 rupiah sedangkan harga jatuh
sampai 8.300 rupiah 475 ribu

Total rugi adalah (-500+475-498-475) = 1 juta rupiah

Jadi dengan menerapkan kedua strategi tersebut kita telah
realized loss 1 juta rupiah dengan potensi loss 500 ribu
rupiah saja

Tidak terlalu parah kan ruginya. Dengan menerapkan
strategi tersebut secara disiplin maka dari modal 20 juta
rupiah tersebut kerugian yang hampir mencapai 6 juta
rupiah (harga ASII turun dari 13.000 ke 9.000) bisa
diminimalisir hingga 1,5 juta rupiah saja.

Selamat mencoba bermain saham

Salam hanif
Dealer Pasar Modal PT Jamsostek (Persero)


On Mon, 5 Dec 2005 14:13:06 +0700
  "Wardoyo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> RUGI.... RUGI.... RUGI...
> Sesaat setelah membeli suatu saham, harganya malah mulai
>turun
> Sesaat setelah menjual rugi suatu saham, harganya malah
>naik terus
>
> Itukah yang selama ini selalu anda alami saat trading
>saham?
> Jangan malu mengakuinya, banyak sekali orang yang
>bernasib sama dengan anda
> Statistik menunjukkan rata-rata 90% orang rugi di bursa
>saham.( artinya ada 10 % orang yang mampu untung di bursa
>saham )
>
> Uang tidak diciptakan di lantai bursa, tapi dipindahkan,
>uang mengalir dari orang yang rugi kepada mereka yang
>untung
> Bursa adalah sebuah Minus Sum Game, Pernahkah anda
>pikirkan, Jika Anda rugi 1 Juta, artinya ada orang lain
>yang untung 1 Juta ( dipotong komisi broker )
> Jika demikian 10 % orang di bursa secara konsisten mampu
>meraup uang dari 90 %
>
> Apa yang membedakan kelompok 10% ini dari yang lainnya?
>PROFESIONALISME
> Sementara 90 % orang membeli saham berdasarkan feeling
>atau tips dari teman kantor, trader profesional ini
>melakukan analisa secara mendalam, melakukan management
>resiko, mereka tahu kapan harus membeli , kapan harus
>menjual, kapan harus cut loss, dll.
>
> Kemampuan trading bukan merupakan bakat alamiah, tapi
>harus dipelajari.
> Trading saham sama seperti profesi yang lain (Dokter,
>Pengacara, Kontraktor dll), Pelu belajar, disiplin,
>kemauan keras serta pengalaman untuik berhasil di
>dalamnya. Seorang Dokter butuh waktu bertahun-tahun baru
>mendapatkan izin untuk melakukan operasi.
> Namun di Bursa Saham, dengan modal 5-10 juta anda sudah
>dapat memulai trading, tanpa pengalaman apa pun , anda
>sudah harus berhadapan dengan para Profesional yang kaya
>dengan pengalaman.
>
> Bursa adalah medan pertempuran yang tidak mengenal belas
>kasihan. kerugian anda adalah keuntungan bagi orang lain.
> Jika anda terjun dengan pikiran yang polos, bahwa main
>saham itu gampang. Hasil akhirnya akan gampang sekali
>ditebak.
> Untuk menjadi seorang profesional di bursa saham, anda
>butuh waktu bertahun-tahun, mengalami masa-masa yang
>menyakitkan di bursa, melakukan banyak kesalahan bodoh,
>belajar dari kesalahan, memupuk mental baja.
>
> Kami hadir untuk menemani anda melewati proses itu, agar
>anda tidak perlu sendirian melewatinya. Dengan pengalaman
>hampir 10 tahun, kami  telah mengalami kerasnya pejuangan
>di lantai bursa. Itu semua telah menempa kami, Sampai
>sekarang pun kami  masih melakukan banyak kesalahan, tapi
>kami telah lebih siap menghadapi pertempuran ini.
>
> Untuk bergabung dengan kami silahkan klik
> <http://finance.groups.yahoo.com/group/Jsx_trader/>
>
>

========================================================================================
Ikuti Kuis Ramadhan bersama TelkomNet Instan dari 12 Oktober s.d 2 Nopember 2005 di
http://www.plasa.com/jatim
dan dapatkan hadiah setiap minggunya ! (khusus Jawa Timur)
========================================================================================




Sudahkah Anda mengunjungi http://www.kagama-mm.com/ hari ini?
*** THE TRADITION OF QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) ***




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke